Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

LSL Pengidap HIV/AIDS di Cianjur Tidak Otomatis Sebagai Laki-laki Gay

"Sekitar seratus warga Cianjur dinyatakan positif HIV Aids, penyebabnya dari berbagai hal mulai dari suka "jajan" seks hingga penyimpangan seksual." Ini lead pada berita "Seratus Warga Cianjur (sebuah kabupaten di Jawa Barat-Pen.) Positif HIV AIDS, Didominasi Pelaku Gay atau LSL" di ayobandung.com, 9/11/2025.

Ada beberapa informasi yang ngawur bisa digolongkan hoaks sebagai misleading (menyesatkan) terkait dengan fakta (medis) HIV/AIDS, yaitu:

Pertama, suka "jajan" seks bukan penyebab penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual penetrasi (vaginal atau anal) di dalam dan di luar nikah, tapi itu merupakan perilaku seksual berisiko tertular HIV/AIDS jika dilakukan dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom.

Secara empiris penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual penetrasi (bisa) terjadi di dalam dan di luar nikah jika salah satu atau keduanya mengidap HIV/AIDS dan suami atau laki-laki tidak memakai kondom. Ini fakta (medis)!

Kedua, dalam berita tidak ada penjelasan yang eksplisit tentang 'penyimpangan seksual.' Jika yang dimaksud dengan 'penyimpangan seksual' adalah hubungan seksual di luar nikah, maka informasi itu hoaks karena tidak ada kaitan antara penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual dengan 'penyimpangan seksual.'

Apapun bentuk dan sifat hubungan seksual jika keduan HIV-negatif atau tidak mengidap HIV/AIDS, maka tidak ada risiko penularan HIV/AIDS. Ini fakta!

Ketiga, LSL (lelaki suka seks lelaki) yang disebut-sebut di Indonesia, termasuk yang di Cianjur, ternyata ada yang mempunyai istri (perempuan) sehingga mereka tergolong heteroseksual (secara seksual tertarik dengan lawan jenis). Hanya saja perilaku seksual mereka seperti gay yaitu homoseksual yang tertarik kepada sejenis (laki-laki ke laki-laki atau lesbian yaitu perempuan ke perempuan).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC-Centers for Disease Control and Prevention) AS menyebut LSL merupakan kelompok yang beragam dalam hal perilaku, identitas, dan kebutuhan perawatan kesehatan. Istilah "LSL" sering digunakan secara klinis untuk merujuk pada perilaku seksual semata, tanpa memandang orientasi seksual (misalnya, seseorang mungkin mengidentifikasi dirinya sebagai heteroseksual tetapi masih diklasifikasikan sebagai LSL). (www.cdc.gov).

Maka, laki-laki pengidap HIV/AIDS yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia, termasuk di Cianjur, tidak otomatis sebagai laki-laki gay dengan orientasi seksual sebagai homoseksual (secara seksual tertarik kepada sesama jenis) karena ternyata mereka mempunyai istri. Sejatinya gay tidak tertarik kepada perempuan, maka yang disebut-sebut sebagai LSL di Indonesia adalah laki-laki heteroseksual dengan perilaku LSL.

Keempat, adalah hal yang mustahil LSL bisa mendominasi penularan atau penyebaran HIV/AIDS di Cianjur. Dalam KBBI disebukan dominasi adalah penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah (dalam bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan, olahraga, dan sebagainya).

Nah, bagaimana cara LSL memaksa orang lain agar tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko tertular HIV/AIDS? Mustahil.

Fakta mengejutkan, ungkao Hilman (Ketua Sekretariat KPAD Kabupaten Cianjur, Jabar-Pen) penyimpang seks Lelaki Suka dengan Lelaki (LSL) atau gay mendominasi pengidap HIV AIDS.

Pertanyaan untuk Hilman: Apakah yang Saudara sebut LSL itu mempunyai istri?

Kalau jawabannya YA, maka pernyataan Saudara ngawur karena mereka bukan laki-laki gay, tapi laki-laki heteroseksual dengan perilaku seksual seperti LSL.

Di awal tahun 1990-an orang-orang yang terdeteksi HIV-positif selalu mengaku sebagai penyalahguna Narkoba (narkotika dan bahan-bahan berbahaya) karena tidak mau dikaitkan dengan perilaku seksual berisiko. Padahal, "Tidak bisa dipastikan, sih, Bang, ketika 'nyuntik' (pakai Narkoba-pen.) saya juga ngeses." Ini pengakuran seorang perempuan yang terdeteksi HIV-positif.

Disebutkan pula: Hilman menegaskan, banyaknya penyimpangan seksual kategori gay atau LSL begitu memprihatinkan di Cianjur.

Aktivis di GAYa Nusantara, Surabaya, Dr Dede Oetomo, mengatakan bahwa populasi gay murni sangat kecil sehingga tidak masuk akal banyak gay pengidap HIV/AIDS di Cianjur. Lagi pula, "Gay sejak dulu selalu menerapkan seks aman karena mereka tahu persis aktivitas seks mereka berisiko," ujar Dr Dede.

Lagi pula, apakah suami-suami yang berzina baik selingkuh atau melacur tidak termasuk sebagai penyimpangan seksual?

Studi Kemenkes mencatat hingga akhir tahun 2012 ada 6,7 juta pria Indonesia yang menjadi pelanggan PSK, sehingga pria menjadi kelompok yang paling berisiko tinggi untuk menyebarkan HIV/AIDS (bali.antaranews.com, 9/4/2013). Yang bikin miris 4,9 juta di antara 6,7 juta pria itu mempunyai istri. Itu artinya ada 4,9 juta istri yang berisiko tertular HIV/AIDS dari suaminya.

Sayang, data yang disebut oleh Hilman tidak merinci jumlah ibu hamil (Bumil) yang terdeteksi HIV-positif. Ini menunjukkan jumlah suami yang melakukan perilaku seksual berisiko di luar nikah.

Kasus HIV/AIDS pada Bumil bermuara pada bayi yang lahir dengan HIV/AIDS. Tapi, Hilman tidak merinci data terkait dengan Bumil dan bayi yang lahir denga HIV/AIDS.

Padahal, data ini perlu untuk membuka mata masyarakat betapa perilaku suami bisa mencelakai istri dan bayi yang akan dilahirkan istrinya. <>

*Kompasianer ini penulis buku: (1) PERS meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan dan The Ford Foundation, Jakarta, 2000 (ISBN 979-416-627-8); (2) Kapan Anda Harus Tes HIV?, LSM InfoKespro, Jakarta, 2002 (ISBN 979-96905-0-1); (3) AIDS dan Kita, Mengasah Nurani, Menumbuhkan Empati, tim editor, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2014 (ISBN 978-602-231-192-8); (4) Menggugat Peran Media dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, YPTD, Jakarta, 2022 (ISBN 978-623-5631-25-7); (5) 70 Tahun Syaiful W. Harahap Sepanjang Karir Menggeluti Berita HIV/AIDS (IWP MEDIA PUBLISHING, Jakarta, 2025 -- QRCBN 62-6099-2529-730). (Kontak via e-mail: infokespro@yahoo.com).

Anda telah membaca artikel dengan judul LSL Pengidap HIV/AIDS di Cianjur Tidak Otomatis Sebagai Laki-laki Gay. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.