Brasil Jadi Tuanku COP30, Komitmen Energi Bersih Siap Diwujudkan

Kebijakan Energi Bersih Brasil yang Tetap Kuat
Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada penggunaan energi bersih. Meskipun pemerintahnya baru-baru ini mengizinkan penelitian cadangan minyak di kawasan pesisir ekuatorial, ia menekankan bahwa langkah tersebut hanya sebatas tahap awal dan tidak bertentangan dengan visi keberlanjutan negara.
Pernyataan ini disampaikan Lula dalam konferensi pers di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025, setelah pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn. Kunjungan resmi ini merupakan yang pertama oleh kepala negara Brasil ke Sekretariat ASEAN. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kerja sama di berbagai bidang seperti energi, ketahanan pangan, perdagangan, pariwisata, serta pembangunan berkelanjutan.
Kao Kim Hourn memuji kepemimpinan Brasil dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara Selatan dan peran aktifnya di forum internasional. Salah satu contohnya adalah kepresidenan Brasil di BRICS serta menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) pada November mendatang di Belém, Brasil.
Lula menyatakan bahwa Brasil merupakan salah satu negara dengan sumber energi terbarukan terbesar di dunia. Ia menjelaskan bahwa pesan utama dari Brasil kepada dunia adalah bahwa negara ini memiliki energi terbarukan yang sangat besar.
“Pesan yang ingin Brasil sampaikan kepada dunia adalah bahwa kami adalah salah satu negara dengan energi terbarukan terbanyak di planet ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa 87 persen listrik di Brasil berasal dari energi bersih. Selain itu, bensin yang digunakan memiliki kandungan etanol sebesar 30 persen dan solar dengan biodiesel sebesar 20 persen. “Bahan bakar kami lebih bersih daripada negara lain,” kata Lula.
Terkait izin eksplorasi minyak di kawasan pesisir ekuatorial, Lula menjelaskan bahwa saat ini masih dalam tahap penelitian. Proses ini membutuhkan banyak izin tambahan sebelum benar-benar menemukan cadangan minyak.
“Antara melakukan penelitian dan benar-benar menemukan minyak, prosesnya panjang karena masih memerlukan banyak izin baru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan minyak nasional Petrobras memiliki keahlian dalam eksplorasi laut dalam tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan. Lula juga menyatakan bahwa pendapatan dari minyak akan digunakan untuk mendukung transisi energi menuju sumber terbarukan.
“Kami harus menggunakan uang dari minyak untuk memperkuat transisi energi di planet ini,” katanya.
Lula menegaskan bahwa Petrobras akan bertransformasi dari perusahaan minyak menjadi perusahaan energi. Ia menuturkan bahwa selama dunia masih membutuhkan bahan bakar fosil, Brasil tidak akan membuang kekayaan yang bisa memperbaiki kehidupan rakyatnya.
Penelitian cadangan minyak dilakukan di kawasan yang dikenal sebagai Equatorial Margin, yang membentang dari negara bagian Rio Grande do Norte hingga Amapá, dekat perbatasan dengan Guyana Prancis. Kawasan ini memicu perdebatan nasional karena dinilai menunjukkan kontradiksi kebijakan pemerintahan Lula, antara ambisi untuk memimpin aksi iklim global dan dukungan terhadap bahan bakar fosil.
Anda telah membaca artikel dengan judul Brasil Jadi Tuanku COP30, Komitmen Energi Bersih Siap Diwujudkan. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan