Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Kronologi Nadin Amizah Kritik Film *Bertaut Rindu*: Dari Judul Sampai Lagu

HARIAN BOGOR RAYA - Peristiwa penulis lagu Nadin Amizah mengkritik film bertajuk "Bertaut Rindu". Seniman tersebut menyoroti pemakaian judul, kalimat pembuka, serta musik latar yang dianggap serupa dengan hasil ciptaannya.

Film Bertaut Rindu: Setiap Mimpi Layak Dihargai adalah karya dari sutradara Rako Prijanto. Skenario film tersebut dibuat oleh Lintang Pramudya Wardhani dan Nurdzika Mutiaradini.

Di antara para pemeran dalam karya tersebut adalah Adhisty Zara, Ari Irham, Aida Nurmala, Willem Bevers, Irgi Fahrezi, Nadine Alexandra, serta Jennifer Jill.

Di sisi lain, film yang diproduksi oleh SinamaArt Pictures ini tengah menjadi topik pembicaraan karena menerima kritikan dari seorang penyanyi bernama Nadin Amizah.

Di akun Instagram-nya, pada Selasa (29/7/2025), Nadin menyampaikan perihal ijin dan kesamaan judul film, kalimat pembuka hingga musik pengiring yang mirip dengan hasil ciptaannya berjudul "Bertaut".

Di dalam story Instagram-nya, Nadin membagikan screenshot obrolannya dengan ibu di tanggal 22 Februari 2024. Dalam dokumen itu, tim produksi Sinemaart Pictures mengajukan permohonan izin untuk menggunakan kutipan lirik "Seperti Detak Jantung yang Bertaut" dalam film terbarunya.

Selanjutnya mereka memohon izin menggunakan lagu bertajuk "Bertaut", dan apabila tidak disetujui, pihak Production House (PH) siap menyediakan alternatif bagi Nadin untuk mencipta lagu yang baru. Namun, Nadin menolak penawaran ini sambil menekankan bahwa ia tidak akan memberikan persetujuan atas penggunaan judul atau lirik lagunya.

Dua bulan setelah menyampaikan penolakannya, pada 23 April 2024, Nadin akhirnya melihat postingan di media sosial mengenai proyek film itu.

Saat itu, pihak rumah produksi mengkarifikasi bahwa unggahan itu bukan dari akun resmi, namun kemudian hal itu dibantah Nadin.

Selanjutnya, pada 29 Juli 2025, kekasih dari Faishal Tanjung ini mendapatkan kiriman poster dari film tersebut dan terlihat bahwa judul karya itu telah diganti, namun judul penggantinya masih berkaitan dengan lagu Bertaut milik Nadin Amizah. Selain itu, tagline dari film tersebut "Semua Impian Berhak Dirayakan" juga menurut Nadin mirip dengan salah satu judul lagunya yang lain yaitu Semua Aku Dirayakan.

"Saya tidak memiliki hak cipta terhadap kata "bertaut" atau segala sesuatu yang diperingati. Namun menurut saya, bahkan tanpa aturan hukum, rasa hormat tetap layak diberikan antara satu sama lain," tulis Nadin.

“Seluruh respek untuk aktor yang terlibat, semoga sukses. Untuk PH dan eksekutor-eksekutor besar di belakangnya, good luck, nggak dulu,” sambungnya.

Pada unggahan berbeda, Nadin mengakui bahwa ia tidak memiliki hak atas kata "bertaut". Akan tetapi, ia menyesali pemakaian kombinasi kata dari dua laginya, yakni bertaut dan semua dirayakan.

"Seperti kata-kata itu saya ambil dari KBBI, tidak seharusnya saya mengklaim bahwa saya memiliki hak atas kalimat tersebut. Apakah mereka memakai 'bertaut rindu', saya sendiri tidak memiliki dasar yang cukup kuat untuk membawanya ke publik. Tapi gabung, kau kok nggak mau saja bermain aman," tulis Nadin.

Selanjutnya, Nadin Amizah memberikan kritik terhadap film Bertaut Rindu karena menurutnya jika ia mengizinkan penggunaan lagu tersebut, akan bertentangan dengan tema film yang bergenre romansa. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa lagu itu tidak ditujukan sebagai musik romantis antar pasangan kekasih, tetapi justru merupakan ciptaan untuk sang ibunda, seperti terdapat dalam bait pertama liriknya yakni "bun" yang maknanya adalah bunda.

Selain judul dan tagline, Nadin juga mengungkapkan tentang musik latar dari lagu itu. Bagi penyanyi yang berumur 25 tahun ini, ada kesamaan melodi pada musik latar dibandingkan dengan lagunya sendiri.

"Tidak bisa membayangkan brief-nya, mungkin seperti ini 'heh, bantulah menulis lirik yang mirip dengan lagu X, khususnya dalam hal penguraian kata dan nada di awal saja. Cukup sedikit saja kemiripannya," katanya.

Nadin Amizah menjelaskan bahwa dia berusaha melakukan dialog dengan Tian Topandi, pengarang buku yang menjadi sumber inspirasi bagi film Bertaut Rindu. Dengan postingan di platform media sosialnya, Nadin mengekspresikan hasratnya untuk memperjelas alas an adanya kesamaan yang jelas antara karya seninya dan beberapa aspek dalam film itu, termasuk judul, kalimat pembuka, serta musik latar.

"Aku sedang berupaya untuk mengerti apakah terdapat niat tertentu di balik pemakaian gabungan judul, tagline, dan musik latar yang mirip sekali dengan karya saya," tulis Nadin.

Ia menyatakan bahwa jika hanya judul "Bertaut Rindu" saja yang dipergunakan, tanpa kemiripan pada aspek-aspek lainnya, hal itu mungkin masih dapat dipahami. Akan tetapi, yang menjadi sayang ialah penggunaan ketiga komponen tersebut secara sekaligus oleh pihak perusahaan produksi.

"Judul seperti Bertaut Rindu mungkin dapat digunakan oleh siapa saja, tetapi ketika dikombinasikan dengan slogan dan lagu latar yang mirip, hal tersebut membuatnya terkesan tidak pantas," kata Nadin.

"Menamakan dengan judul itu sendiri sebenarnya tidak menjadi masalah, tetapi menggabungkan ketiga unsur tersebut secara bersamaan menunjukkan pilihan yang, menurut saya, kurang bijaksana," lanjutnya.

Setelah melakukan pembicaraan yang lebih mendalam, Nadin menyampaikan bahwa Tian Topandi hanya bertugas menulis buku dan merubah judulnya saja. Diketahui bahwa Tian tidak ikut campur dalam pengambilan keputusan mengenai aspek pemasaran film tersebut.

"Setelah melakukan dialog dan mengecek beberapa hal, saya menyimpulkan bahwa Tuan Tian selaku penulis buku hanya berkonsentrasi pada penciptaan karyanya. Dia mengubah judul bukunya, tetapi tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan ketiga unsur tersebut yang saling terhubung dalam film," kata Nadin.

Anda telah membaca artikel dengan judul Kronologi Nadin Amizah Kritik Film *Bertaut Rindu*: Dari Judul Sampai Lagu. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden