Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Review Emosional Film Elio: Menyentuh Hati dengan Kesepian dan Perbedaan

KMI NEWS Rasanya kesepian dan terisolasi sebenarnya tidak hanya dialami oleh satu orang saja.

Rasanya itu hadir dan menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Pemiliknya pun bukan hanya orang dewasa saja.

Anak-anak pun kerap mengalami hal yang sama dalam alam semesta mereka sendiri.

Memakai rasa kesepian sebagai modal utama, Disney serta Pixar menciptakan film animasi berjudul Elio.

Elio adalah seorang anak berusia 11 tahun yang ditinggal oleh kedua orangtuanya.

Elio kecil harus tinggal dengan bibinya, Olga.

Kehadiran Elio tentu membawa perubahan signifikan dalam kehidupan dan karier Olga di tempat kerjanya.

Namun, perubahan terbesar justru harus dihadapi Elio yang semakin lekat dengan kesepian.

Setiap hal menjadi lebih buruk karena Elio sangat gandrung pada dunia luar angkasa sehingga ia tampak tidak biasa di kalangan teman sekelasnya.

Elio yakin bahwa rumah sejati dirinya tidak berada di bumi, melainkan di luar angkasa, dimana perasaan kesepian atau menjadi asing mungkin tidak akan menjadi halangan yang besar.

Berbagai usaha dilakukan agar alien menculiknya dari Bumi.

Hingga pada akhirnya Elio dibawa pergi dan terjun ke dalam Communiverse.

Di situ, Elio menemui berbagai macam hewan baru dan membentuk persahabatan, termasuk satu dengan Glordon.

Namun, tantangan-tantangan baru muncul dan mengetes hidup Elio.

Visual Memukau

Tidak perlu ragu tentang kualitas visual animasi dari Disney dan Pixar.

Mirip seperti Coco, Elemental, atau bahkan Encanto, Elio juga terlihat menarik dengan kombinasi warna yang menyenangkan untuk dilihat.

Penjelajahan ruang angkasa kian menarik berkat tampilan warnanya yang menyenangkan pandangan mata ini.

Karakter-karakter dari Communiverse juga memberikan warna berbeda.

Semuanya terlihat lucu dan menggemaskan, terutama Glordon.

Disney dan Pixar sadar bahwa kehadiran karakter-karakter lucu ini berpotensi mengikat penonton ke dalam cerita.

Cerita

Meskipun secara visual sangat mengagumkan, Elio terasa kurang menggigit dari segi cerita.

Elio terasa memiliki jarak dengan sebagian penonton.

Perselisihan di antara keponakan dan bibinya dirasakan tidak cukup berkesinambungan dengan sebagian besar pemirsa.

Sesungguhnya, tidak ada yang salah pula bila nantinya eksploitasi cerita Disney-Pixar meluas hingga ke ranah keluarga tersebut.

Akan tetapi, ceritanya tidak memiliki daya tarik seperti pendahulu-pendahulunya.

Kelebihan yang diberikan Elio terletak pada cara dia menerima kesendirian dan keunikan diri.

Elio Solis seperti menenangkan anak-anak lain bahwa tidak mengapa untuk tetap berbeda dan istimewa.

Uniknya hal tersebut malah bisa mengantarkan kita pada perjalanan hidup yang tidak terlupakan, berkenalan dengan orang-orang baru, serta mempelajari makna kehidupan.

Film Elio ditampilkan di berbagai bioskop di Indonesia sejak hari ini, Rabu (18/6/2025).

Anda telah membaca artikel dengan judul Review Emosional Film Elio: Menyentuh Hati dengan Kesepian dan Perbedaan. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden