Profil Chandra Daya (CDIA), Perusahaan Prajogo yang Baru IPO: Peluang dan Prospeknya Apa?
Anak perusahaan dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau yang biasa disebut sebagai Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tanggal 8 Juli 2025. Melalui kegiatan corporates ini, salah satu bagian dari jaringan bisnis raksasa Prajogo Pangestu tersebut diproyeksikan dapat mendapatkan dana baru sebesar Rp 2,37 triliun.
Menurut prospektus IPO tersebut, perusahaan milik orang terkaya di Indonesia berencana untuk menawarkan hingga 12,48 miliar saham bernaungRp 100. Angka ini sama dengan 10% dari jumlah total saham yang diposisikan dan disetorkan oleh entitas tersebut.
Melalui penawaran umum perdana sahamnya, CDIA mengajukan harga jual sekitarRp 170 hingga Rp 190 untuk setiap lembar saham. Pada proses ini, CDIA akan memilih enam perusahaan sekuritas yang berperan sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau Joint Lead Underwriters.
Enam penjamin emisi yang sudah diatur oleh perusahaan meliputi PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, serta PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sementara itu, dua dari sekuritas tersebut digunakan oleh CDIA pada proses IPO sebelumnya juga sempat berperan sebagai penyedia jaminan efek dalam IPO entitas-entitas Barito Group yang memiliki hubungan afiliasi dengan TPIA.
Henan Putihrai berperan sebagai perusahaan penjamin emisi yang membantu pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) bagi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) pada bulan Maret tahun 2024 silam. Harga saham CUAN telah naik signifikan sebesar 4.233%, mencapai angka Rp 11.875 setelah IPO tersebut. Pada saat IPO, entitas anak dari Prajogo Pangestu ini mensetting harga awal di posisi Rp 220 dan berhasil mendapatkan dana baru senilai Rp 371,8 miliar.
Sementara itu, BNI Sekuritas bertindak sebagai perusahaan penjamin emisi untuk Penawaran Umum Perdana Efek (IPO) dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang akan dilaksanakan pada Oktober 2023. Sejak peluncuran IPO-nya, saham BREN telah mengalami kenaikan hingga 546,15%, saat ini diperdagangkan di harga Rp 6.300.
Lalu darimana pundi-pundi kekayaan anak usaha TPIA ini?
Profild dari Perusahaan Chandra Daya Investasi dan Sumber Keuangannya
Saat didirikan, susunan keuangan dari Chandra Daya Investasi mencakup modal dasar senilai Rp 4 triliun, di mana modal telah ditransfer sepenuhnya menjadi Rp 1 triliun. Jumlah ini terdiversifikasi dalam bentuk 500.000 lembar saham dengan nilai nominal setiap saham adalah Rp 2 juta.
Mayoritas saham tersebut dipegang oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang memiliki 499.999 saham atau sebesar 99,99%. Saham sisanya, yaitu 1 saham lagi, dimiliki oleh CAP2. Jumlah total saham yang terdaftar di bursa adalah 1,5 juta lembar dengan nilai mencapai Rp 3 triliun.
Perusahaan lewat cabangnya mempunyai empat bidang usaha inti yakni sektor energi, sector logistik, bagian pelabuhan serta penyimpanan, sampai lini air. Sektor bisnis ini ditargetkan untuk kerjasama bersama badan pengasuh dan firma dalam cakupan Grup Barito.
Melalui anak usaha PT Krakatau Chandra Energi (KCE), CDIA menyediakan suplai listrik di kawasan industri Krakatau (KIK) Cilegon, Banten, dengan jaringan pelanggan yang mencakup industri, rumah tangga, hingga instansi pemerintah. KCE mengoperasikan berbagai fasilitas pembangkit termasuk PLTGU 120 MW, PLTS 2,2 MWp, dan jaringan distribusi tegangan menengah hingga rendah.
Bersama dengan Krakatau Posco, KCE turut menjalankan PLTGU 200 MW yang menggunakan off gas sebagai bahan bakar utamanya. Di samping itu, perusahaan ini juga berperan dalam mendukung ekosistem mobil listrik dengan menyediakan stasiun pengisian daya kelistrikan untuk kendaraan umum (SPKLU) di sejumlah tempat penting.
Di bidang logistik, perusahaan anak CDIA seperti PT Chandra Shipping International (CSI) serta PT Marina Indah Maritim menjalankan tujuh kapal spesialisasi untuk transportasi zat kimia dan gas. Di sisi lain, mitra dari entitas kemitraan SBL menangani operasional darat menggunakan 155 kendaraan truck yang menyediakan layanan mulai dari angkut barang, penyimpanan sampai perdagangan internasional.
Untuk memastikan keberlangsungan proses distribusi, perusahaan terkait dari PT Redeco Petrolin Utama menawarkan fasilitas pelabuhan serta ruang simpan, termasuk dermaga yang dapat menampung sampai 35.000 DWT dan 72 tanki penyimpanan dengan kapasitas keseluruhan mencapai 130.000 m³. Selain itu, RPU pun menghadirkan sistem pesan-dan-ambil online bagi produk-produknya guna meningkatkan efisiensi dalam urusan logistik para klien mereka.
Dalam bidang penyediaan air, CDIA lewat PT Krakatau Tirta Industri menyediakan dan menangani air bersih di wilayah Cilegon dan Gresik dengan kapasitas produksi melebihi 3.400 liter setiap detiknya. Selain itu, KTI juga berupaya meningkatkan infrastruktur yang berkaitan dengan water demineralized, sistem daur ulang, serta pengolahan limbah dengan penerapan teknologi canggih seperti membran, ultrafiltrasi, dan proses biologis guna memenuhi permintaan industri dan penduduk lokal.
Prospek Usaha CDIA
Perusahaan yakin bahwa CDIA mempunyai potensi bisnis yang bagus yang diperkuat oleh kelebihan bersaing perusahaan dan juga dukungan pemerintah untuk bidang industri tersebut, selain itu ada juga permintaan yang semakin bertambah dari kalangan industri.
"Peningkatan kebutuhan energi listrik di kemudian hari dipacu oleh angka konsumsi listrik perkapita yang masih rendah di Indonesia, laju pertambahan populasi yang cepat, percepatan perkotaanization, pembangunan ekonomi, serta penguatan kapabilitas industri," sebagaimana tertera dalam dokumen prospektus pada Hari Kamis tanggal 19 Juni.
Sebaliknya, permintaan akan kapal pengangkut cair mengalami peningkatan yang positif karena ketergantungan Indonesia yang semakin meningkat pada impor minyak, gas, serta bahan kimia guna memenuhi keperluan domestik. Industri pelabuhan dan penyimpanan diharapkan berkembang pula akibat pertambahan kebutuhan atas infrastruktur penyimpanan minyak, gas, dan hasilolahannya.
Pada saat bersamaan, bidang air di Indonesia juga mengalami kemajuan yang signifikan, sesuai dengan beragam dinamika negeri sedang berkembang seperti bertambahnya populasi, percepatan pembangunan industri, migrasi ke kota-kota besar, serta meningkatnya kesadaran tentang masalah lingkungan dan tujuan pembangunan jangka panjang oleh pemerintah.
Anda telah membaca artikel dengan judul Profil Chandra Daya (CDIA), Perusahaan Prajogo yang Baru IPO: Peluang dan Prospeknya Apa?. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan