Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Menjaga Kesehatan Bukan Hanya untuk Panjang Umur, tapi Untuk Bisa Pulang dengan Bijak

Merawat Kesehatan Tak Hanya Untuk Meningkatkan Usia, Tetapi Juga Agar Dapat Kembali dengan Tanggung Jawab. Ini adalah cerita terbaru Omjay bagi para pembaca setia KMI NEWStercinta.

Mengapa harus bersusah payah merawat kesehatan badan? Pada dasarnya, kita semua tetap akan meninggal suatu hari nanti.

Jawabannya sederhana tapi dalam:

Supaya tidak merepotkan anak, cucu, keluarga besar, dan jiran saat sudah lanjut usia. Untuk masih dapat melaksanakan salat dengan berdiri sendiri tanpa menggunakan alat bantuan pada hari-hari tuanya. Biarpun tatkala kembali kepada Sang Pencipta, kita meninggalkan dunia ini sambil membawa tanggung jawab, setelah merawat titipan badan yang diberikannya.

Pesan itu bukan sekadar kata-kata puitis. Kalimat tersebut berasal dari Ustadz dr. Zaidul Akbar, seorang dokter sekaligus pendakwah yang dikenal luas lewat gaya hidup sehat sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Beliau sering mengingatkan bahwa kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menunaikan lebih banyak kebaikan sebelum ajal menjemput.

Kesehatan Adalah Amanah

Dalam agama Islam, tubuh ini sebenarnya bukanlah kepemilikan kita sendiri. Justru itu adalah amanah dari Allah SWT yang perlu dijaga dengan baik, dilestarikan, serta dirawat secara tepat. Oleh karena itu, upaya untuk mempertahankan kesejahteraan fisik tak sekadar menjadi suatu keputusan pribadi, melainkan juga sebagai salah satu wujud pengabdian kepada-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam kitab suci Al-Quran:

Anda tidak boleh menghancurkan diri Anda sendiri.

(QS. Al-Baqarah: 195)

Ini berarti bahwa orang yang dengan sengaja menyepelekan kesehatan, enggan untuk aktif bergerak, serta asal-asalan dalam memilih makanan dan menyadari bahwa perilaku tersebut dapat merugikan diri sendiri, sebenarnya telah tidaklangsung melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah.

Menghindari Penyakit melalui Pola Hidup Sehat

Kematian adalah hal yang pasti. Namun, rasa sakit sebelum kematian merupakan suatu pilihan. Ada banyak orang lanjut usia yang harus bertahan dalam kondisi lemah, bergantung pada obat-obatan, atau bahkan tak dapat pergi ke mesjid akibar kurangnya kemampuan untuk berdiri. Hal-hal tersebut bisa dihindari---atau setidaknya ditunda---dengan menjaga pola hidup sehat semenjak awal.

Ustadz Zaidul Akbar kerap menghimbau tentang kepentingan memilih makanan yang halal serta baik atau thayyib. Baginya, apa yang kita konsumsi saat ini merupakan modal untuk menjaga kesehatan di kemudian hari. Ia berpendapat bahwa asupan dengan sedikit pengolahan, bersifat alami, dan sejalan dengan anjuran Nabi Muhammad SAW seperti madu, kurma, habbatussauda, serta air Zamzam dapat dimasukkan sebagai elemen dalam pola hidup bermanfaat bagi tubuh setiap hari.

"Jika bisa pulih hanya dengan mengonsumsi makanan, mengapa perlu menggunakan obat-obatan kimia terlebih dahulu?" demikian ungkapnya pada sebuah pidato.

Hidup Sehat Agar Tidak Menyusahkan Orang Lain

Alasannya penting untuk merawat kesehatan diri sendiri adalah agar bisa selalu ada buat mereka yang disayangi. Bagaimana mungkin seseorang mau jadi bebani bagi generasi berikutnya saat sudah tua nanti? Apakah kita rela tubuh ini hancur sehingga di hari tuanya, cucu-cucumu tidak kenal tawa karena melihatmu dalam keadaan lemah?

Orang dewasa yang fit dapat berinteraksi dengan cucu-cucunya. Mereka sanggup melaksanakan ibadah haji dan umrah tanpa bantuan alat lainnya. Mereka juga masih boleh bergabung dalam kegiatan pengajian, memberi pelajaran, merawat taman, atau bahkan menuangkan pengetahuan mereka sampai usia lanjut. Segalanya ini tercapai jika perawatan untuk menjaga badan dilakukan semenjak dini.

Kesehatan agar Melakukan Ibadah dengan Lebih Baik

Alasan kedua -- dan sungguh sangat vital -- untuk selalu menjaga kesehatan supaya ibadah bisa dilakukan dengan sempurna. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganggap biasa untuk duduk ketika sedang melaksanakan salat, kecuali jika dalam kondisi sakit. Ia senantiasa berjalan sendiri-menuju-masjid, termasuk pada waktu malam yang gelap dan sejuk.

Apabila badan dalam kondisi lemah, melaksanakan salat sambil berdiri dapat menimbulkan kesulitan. Berpuasa mungkin akan dirasakan sangat melelahkan. Bahkan hajj atau umrah juga baru bisa dijalankan jika menggunakan kursi roda sebagai dukungan. Oleh karena itu, memelihara stamina jasmani merupakan cara untuk mengucapkan rasa terima kasih atas limpahan kesejahteraan dari Allah SWT.

"Sebenarnya, seorang mu'min yang kuat lebih disayangi oleh Allah daripada mu'min yang lemah." (HR. Muslim)

Hadits ini tak sekadar mengenai ketahanan iman, tetapi juga kekuatan jasmani. Seseorang yang memiliki keyakinan teguh dapat membantu orang lain dengan efektif, menyebarkan dakwah secara lebih luas, serta melaksanakan berbagai ibadah tanpa rintangan apapun.

Kembali kepada Tuhan dengan Tanggung jawab

Bayangkan tubuh kita sebagai sebuah kendaraan peminjaman. Allah telah memberikan tubuh ini dengan segala fungsinya: jantung yang terus berdenyut, paru-paru yang menghirup napas, kaki yang mampu bergerak, dan penglihatan dari mata-matai. Oleh karena itu, pada saat kita akhirnya harus mereturn kendaraan ini kepada-Nya, bisakan kita pastikan bahwa kondisinya tetap baik? Bisakah kita menjaganya dengan tepat? Adakah kita perawatan untuk hal tersebut?

Apabila kondisi fisik mengalami kerusakan akibat ketidakpedasan kita, pola makan tidak sehat, enggan untuk aktif bergerak, serta gaya hidup boros -- pada saat itu pula pertanyaan akan diajukan kepada kita. Itulah tempat dimana arti dari kewajiban terhadap badan yang dipinjam ini dapat dilihat.

Tip Mengurus Kesejahteraan Berdasarkan Saran Ustadz Zaidul Akbar

Berikut sejumlah pedoman yang sering kali dia sampaikan pada peluang-peluang berbeda:

1. Kembali kepada pola makan asli: Batasi konsumsi produk olahan, tambahkan lebih banyak makanan segar seperti sayuran, buah-buahan, serta bumbu dapur.

2. Puasa sunnah: Melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis tak hanya memberikan pahala saja, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan sistem pencernaan.

3. Hindari makan saat tidak Lapar, dan hentikan sebelum merasa Kepadatan: Praktik sunah sering diabaikan.

4. Konsumsi air panas pada pagi hari: Mendukung proses metabolisme serta pembersihan tubuh.

5. Kurangi konsumsi gula dan terigu ekstra: Sebab kedua hal ini merupakan faktor utama yang memicu inflamasi serta penyakit jangka panjang.

6. Istirahat yang mencukupi dan teratur: Hindari begadang tanpa ada dalil agama.

7. Tingkatkan berjalannya kaki: Rasulullah SAW terkenal sebagai seorang pejalan handal.

Kesimpulan: Menjalani Kehidupan Sehat demi Akhirat

Akhirnya, hidup sehat bukan sekadar ingin awet muda, punya tubuh ideal, atau tampil menarik. Tapi karena kita ingin menunaikan amanah hidup ini hingga akhir dengan kekuatan penuh.

Inginkanlah meninggal dunia sambil sujud, bukannya berbaring lesu dikarenakan badan hancur gara-gara sikap ceroboh diri sendiri. Ingatanmu harusnya tetap di kenangkan sebagai individu yang memberikan manfaat, tak sebatas menjadi beban bagi orang lain. Dan impian besar adalah kembali pada Sang Pencipta dengan senyum mengembang, mempersembahkan raga yang selalu kamu pelihara secara bertanggung jawab.

Karena pada akhirnya, hidup sehat bukan tentang memperpanjang hidup, tapi memaksimalkan hidup sebelum akhirnya pulang.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Anda telah membaca artikel dengan judul Menjaga Kesehatan Bukan Hanya untuk Panjang Umur, tapi Untuk Bisa Pulang dengan Bijak. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden