Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Inilah 8 Cara Cerdas Kelola Keuangan Saat Inflasi Meningkat

RB NEWS Inflasi, suatu peristiwa ekonomi di mana terjadi peningkatan harga produk dan layanan secara keseluruhan, menjadi hambatan besar untuk menjaga ketahanan finansial pribadi serta keluarga.

Saat inflasi terjadi, kemampuan uang untuk membeli barang dan jasa berkurang, sehingga jumlah produk yang bisa didapatkan dengan sejumlah uang tertentu akan berkurang pula.

Pada kondisi semacam itu, manajemen keuangan yang cermat dan fleksibel amatlah vital guna mempertahankan ketahanan ekonomi dan mencegah efek merugikan dari inflasi terhadap taraf hidup.

Melansir regions.com dan preferredcfo.com, Artikel ini bakal mengeksplor beberapa taktik jitu buat ngatur biaya hidup saat ada kenaikan harga secara umum, sesuai sama saran dari pakar finansial serta metode paling oke di lapangan.

Dengan mengenali serta menggunakan taktik-taktik tersebut, pribadi maupun keluarga bisa meredam efek dari kenaikan harga pada kondisi finansial mereka dan justru menangkap kesempatan yang ada.

1. Merencanakan dan Mengatur Anggaran

Pertama-tama serta hal terpenting untuk mengontrol biaya saat adanya kenaikan harga ialah membuat dan memodifikasi anggaran. Anggaran ini merupakan suatu perencanaan finansial yang mencantumkan pendapatan dan pengeluaran pada jangka waktu spesifik, umumnya sebulan sekali. Melalui proses tersebut, Anda bisa melihat kemana aliran dana Anda dan mendeteksi bagian mana saja dimana pengeluarannya bisa dikurangi.

Saat menghadapi inflasi, sangat dianjurkan untuk secara rutin memeriksa dan memperbaharui anggaran Anda agar sesuai dengan peningkatan biaya barang-barang esensial seperti bahan makanan, listrik, tranportasi, serta tempat tinggal. Dengan teliti catat seluruh pendapatan dan pengeluaran yang ada; kemudian pisahkanlah setiap pengeluaran berdasarkan prioritas: mulai dari kebutuhan utama hingga sekunder dan fantasi belanja.

Utamakan biaya tetap seperti sewa tempat tinggal atau angsuran, pembayaran hutang, serta premi asuransi sebelum membagi uang untuk keperluan tambahan dan kemauan. Apabila total pengeluaran melampaui pendapatan, teliti item-item pengeluaran mana saja yang bisa dipotong atau dibuang.

2. Mengurangi Pengeluaran yang Tidak Penting

Satu metode terbaik dalam menangani biaya saat adanya inflasi adalah dengan memotong belanja yang kurang perlu atau disebut juga sebagai kebutuhan fleksibel. Kebutuhan ini meliputi hal-hal non-esensial bagi pemenuhan dasar-dasar hidup atau kenyamanan Anda, contohnya saja hiburan, makan di restoran, berlanggan layanan tertentu, serta aktivitas kesukaan.

Tinjau kembali pengeluaran diskresioner Anda dan identifikasi area di mana Anda dapat melakukan pemotongan. Misalnya, Anda dapat menghentikan sementara langganan atau layanan yang jarang Anda gunakan, mengurangi frekuensi makan di luar, atau memilih merek generik daripada merek premium.

Pertimbangkan penggabungan layanan seperti koneksi internet dan telepon agar bisa menikmati tarif yang lebih terjangkau. Usulkan negosiasi pada tagihan Anda ke pihak penyedia layanan demi memperoleh harga yang lebih baik.

3. Mengurangi Pengeluaran untuk Energi Listsrik dan Perjalanan

Tagihan listrik dan transportasi biasanya menjadi komponen besar dalam anggaran keluarga setiap bulan. Pada masa kena inflasi, harga bahan bakar naik secara umum, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan agar bisa lebih irit dalam hal tagihan listrik serta transportasi.

Guna efisiensi energi, gunakan perlengkapan seperti lampu LED serta perangkat rumah tangga bertanda Energy Star. Cabut atau matikan peralatan elektronik saat tak sedang dipakai dan manfaatkan sumber cahaya natural agar bisa menekan konsumsi daya listrik.

Efisiensi penggunaan bahan bakar dapat dicapai melalui carpooling, memakai sarana transportasi publik, atau merencanakan beberapa tujuan menjadi satu perjalanan saja. Untuk rute yang lebih singkat, pilihlah berjalan kaki atau bersepeda sebagai alternatifnya.

4. Menjaga Hutang dengan Cermat

Saat terjadi inflasi, tarif bunga umumnya meningkat; oleh sebab itu, diperlukan manajemen hutang yang baik. Prioritaskan pembayaran hutang dengan bunga tinggi seperti tagihan kartu kredit, di mana tarif bungan kartu kredit sering kali melebihi jenis pinjaman lainnya.

Hindari mengambil hutang tambahan kecuali benar-benar penting, sebab beban bunga dapat bertambah saat terjadi inflasi. Bila sudah memiliki hutang, pikirkanlah untuk mentransfernya menjadi satu agar mendapat tingkat suku bunga yang lebih rendah atau periode pelunasan yang lebih lama.

5. Mengoptimalkan Tabungan

Saat inflasi melanda, daya beli uang tunai biasanya menurun; oleh karena itu, sangat penting untuk memaksimalkan simpanan Anda. Letakkan dana cadangan Anda dalam akun bertenaga tinggi atau investasikan pada instrumen keuangan yang memiliki suku bunga tetap supaya nilainya tak mudah dikikis oleh laju inflasi.

Bagi tujuan menabung dalam jangka waktu lama, pikirkan tentang menggunakan deposito atau instrumen investasi lainnya yang memiliki tingkat pengembalian melebihi laju inflasi. Tetapi, penting untuk ditekankan bahwa setiap bentuk investasi datang dengan risiko tertentu, oleh karena itu pastikan Anda sudah mengerti semua aspek resikonya sebelum mulai berinvestasi.

6. Berbelanja dengan Cermat

Saat menghadapi inflasi, harga produk dan layanan umumnya naik; oleh karena itu, sangat diperlukan untuk melakukan pembelian secara bijak. Teliti terlebih dahulu beberapa tempat penjualan sebelum melangsungkan transaksi pemesanan. Lakukan pembelian dalam skala besar pada benda-benda awet yang kerap menjadi kebutuhan rutinmu.

Susunlah sebuah daftar belanja sebelum Anda beranjak menuju toko dan pastikan untuk mengekorinya agar terhindar dari pengeluaran tidak terduga. Lebih baik membeli produk-produk bermerek toko dibanding merk populer demi mengurangi biaya. Gunakan penawaran khusus, potongan harga serta skema poin pelanggan supaya bisa membayar dengan tarif yang lebih rendah.

Susunlah daftar masakan Anda sehingga tak ada makanan yang sia-sia dan gunakan sisanya untuk menghidangkan kuliner baru.

7. Meningkatkan Pendapatan Apabila Memungkinkan

Apabila memungkinkan, pikirkan tentang meningkatkan pendapatan Anda guna menghadapi efek dari inflasi. Carilah pekerjaan tambahan seperti freelance, part-time, atau proyek-proyek lainnya yang bisa memberi penambahan pada pemasukan Anda.

Pikirkan tentang mengajukan peningkatan gaji atau mencoba mendapatkan pekerjaan dengan imbalan finansial yang lebih baik bila memungkinkan. Gunakan keahlian dan jam terbang Anda untuk menjual jasa atau barang secara daring maupun luring.

8. Mengevaluasi dan Memodifikasi Secara Periodik

Keadaan finansial serta perekonomian cenderung bervariasi, oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk memeriksa kembali dan mengadaptasi taktik keuangan dengan teratur. Lakukan penilaian atas situasi finansial diri sendiri secara periodik dan lakukan perubahan pada alokasi dana, simpanan, serta instrumen investasi apabila dibutuhkan.

Masukkan anggota keluarga Anda dalam merencanakan belanjaan dan memutuskan soal uang. Lewat kerja bersama, kalian bisa menjangkau sasaran finansialmu serta melawan tekanan inflasi dengan cara yang lebih baik.

Inflasi adalah hambatan besar untuk stabilitas ekonomi, namun melalui perancangan dan manajemen finansial yang cermat, Anda bisa mengurangi efeknya pada hidup Anda.

Dengan merencanakan anggaran yang masuk akal, memotong biaya-biaya tak perlu, mengirit tagihan listrik serta sarana transportasi, mengatur hutang dengan tepat, menggunakan simpanan secara optimal, melakukan pembelian dengan hati-hati, mencari sumber pendapatan tambahan bila mungkin, serta mereview taktik Anda secara rutin, Anda akan siap menghadapi tekanan inflasi tanpa harus mengorbankan kestabilan ekonomi pribadi.

Ingat bahwa manajemen keuangan merupakan suatu proses yang terus-menerus, dan tak ada satu pun jawaban universal yang sesuai bagi setiap individu. Adaptasikan metode di atas kepada kondisi serta persyaratan khusus Anda sendiri, dan jangan segan untuk mengonsultasi diri dengan seorang ahli finansial apabila diperlukan.

Melalui kedisiplinan serta komitmen, Anda bisa menangani pengaturan keuangan Anda secara efektif saat masa inflasi dan akhirnya meraih sasaran finansial yang diinginkkan. (*)

Anda telah membaca artikel dengan judul Inilah 8 Cara Cerdas Kelola Keuangan Saat Inflasi Meningkat. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden