Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Tujuan & Tantangan Program In Vitro di Indonesia

KMI NEWS , Jakarta - B ayi tabung atau yang disebut in vitro fertilization (IVF) di bidang kesehatan adalah tipe terapi reproduksi.

Dilansir dari WebMD Proses bayi tabung dimulai dengan pengambilan sel telur dari ovarium dan pembibitan sel telur ini bersama sperma di luar rahim untuk membentuk embrio. Nanti, embrio itu akan dipindahkan ke dalam rahim si ibu.

Bayi tabung adalah opsi yang bisa dipertimbangkan ketika pasangan suami istri tidak berhasil mendapatkan kehamilan setelah usaha minimal 6-12 bulan dan wanita tersebut berusia lebih dari 35 tahun. Proses ini pun dapat jadi alternatif untuk individu atau pasangan yang sedang dalam pengobatan medis yang dapat mempengaruhi fertilitas, serta bagi mereka yang ingin mencoba mencegah penurunan genetik pada anak-anaknya.

Tujuan Bayi Tabung

Dengan bertambahnya umur, wanita mungkin akan menghadapi penurunan fertilitas secara alamiah yang mencakup pengurangan jumlah dan mutu ovum mereka. Istilah "ibu tua" sering digunakan oleh dokter untuk merujuk kepada keadaan seorang wanita yang sedang hamil di atas usia 35 tahun.

Bayi tabung secara fundamental tidak memungkinkan seorang wanita memiliki jumlah sel telur yang lebih besar, tetapi prosedurnya bertujuan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin sel telur dengan tujuan menaikkan probabilitas fertilisasi.

Pasangan yang memilih jalani program bayi tabung seringkali terdorong oleh kehadiran anomali genetik dalam famili mereka yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui teknologi ini, risiko transmisi kondisi medis keturunan itu pun dapat diminimalisir. Tahap pengujian dan pemilihan embrio saat menjalani protokol bayi tabung dikenal sebagai seleksi morfologikal embryonik. preimplantation genetic testing (PGT).

PGT bisa mengidentifikasi variasi genetik yang memicu penyakit keturunan seperti anemia sel sabit, fibrosis kistik, dystropi otot, penyakit Huntingtin, sindrom Fragile-X, serta penyakit Tay-Sachs.

Risiko Bayi Tabung

Dilansir dari Healthline Proses pembuatan bayi tabung tak lepas dari kemungkinan munculnya komplikasi sebagai bagian dari risiko. Satu risiko yang bisa dihadapi wanita adalah peningkatan peluang hamil ganda, hal ini dapat memperbesar risiko berat badan bayi menjadi rendah serta kelahiran prematur.

Selain itu, proses bayi tabung juga berisiko tinggi terjadinya keguguran akibat gagalnya embrio berkembang di dalam rahim ibunya.

Kemungkinan risiko tambahan meliputi kehamilan ektopik ketika sel telur melekat di luar rahim. Jika hal ini terjadi, kondisi kehamilannya bisa menjadi sangat berbahaya. Selain itu, seorang wanita hamil mungkin akan menghadapi sindrom hiperstimulasi ovarium (SHO), yakni penumpukan cairan secara abnormal di rongga perut dan dada.

Istiqomatul Hayati dan Naomy A. Nugraheni

menyumbang untuk penyusunan artikel ini

Anda telah membaca artikel dengan judul Tujuan & Tantangan Program In Vitro di Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden