PT Hoktong Tutup Mulut soal limbah, AWaSI Dorong Solusi Cepat untuk Masalah Lingkungan
KMI– Di area perusahaan PT Hoktong, sebuah pabrik pemrosesan lateks yang terletak di Sijinjang, Jambi, suasana menjadi tegang pada hari Rabu, tanggal 21 Mei 2025 sekira pagi. Sejumlah jurnalis digital dari Asosiasi Wartawan Digital Indonesia (AWaSi) Cabang Jambi melakukan unjuk rasa untuk mengecam adanya tuduhan polusi lingkungan akibat operasional pabrik dan kurangnya kejujuran dalam merekrut pekerja asing (TKA).
Gerakan aman ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan mendapatkan perhatian besar dari warga setempat serta karyawan pabrik. Demonstrasi tersebut melibatkannya bendera-bendera dan poster-poster yang meminta PT Hoktong untuk segera bertanggung jawab tentang tuduhan pencemaran oleh limbahnya dan bersikap lebih transparan berkaitan dengan adanya pekerja asing dalam lingkup operasional mereka.
Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, saat berorasi mengungkapkan bahwa gerakan ini mencerminkan kesedihan mereka atas situasi lingkungan yang dicurigai telah terkontaminasi serta pentingnya transparansi informasi kepada warga setempat. "Kami menuntut PT. Hoktong agar dengan cepat merilis penjelasan tentang manajemen sampah dan juga melaporkan jumlah pekerja asing yang bekerja disana. Semuanya harus jujur tanpa adanya penyembunyian," tegas Erfan dalam sambutannya di depan para peserta aksi.
Menurut Erfan, warga di sekitar pabrik telah lama mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari limbah pabrik, serta perubahan kualitas air sungai yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Jika ini terus dibiarkan, dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan dan keselamatan warga,” tambahnya.
Perusahaan pada akhirnya mengizinkan beberapa jurnalis yang menjadi bagian dari AWaSI Jambi untuk bertemu dengan pengelola PT Hoktong. Selama pertemuan pendek itu, Kasma Adinata, sebagai kepala departemen SDM, menyampaikan informasi yang tidak terduga.
"Potong kepalaku jika ternyata benar terdapat tenaga kerja asing di tempat ini," kata Kasma dengan suara lantang. Dia juga meneruskan, "Aku adalah seorang pelatih seni beladiri," seperti ingin memberitahu bahwa dia siap untuk berurusan dengan tekanan dari mana pun itu datangnya. Akan tetapi, beberapa jurnalis merasa komentar tersebut menunjukan sikap yang cenderung emosional serta tidak rasional, khususnya setelah melihat penampilannya yang nampak lesu dan basah karena keringat, hal ini bisa menjadi indikasi adanya ketidakmampuan untuk bertahan menghadapi tekanan umum.
Mengenai masalah sampah, Kasma enggan memberi keterangan yang rinci. Dia cuma menyebut kalau permasalahan tersebut adalah tugas seorang pegawai berinisial Basuki dan tak melanjutkan penjelasannya lagi. Kemudian dia menyelesaikan rapat sendirian, meninggalkan banyak kebingungan di antara hadirin.
Demonstrasi tersebut berjalan dengan tenang dan tertib, walaupun ada sedikit tensi saat pernyataan dari pihak SDM dianggap menyudutkan para peserta unjuk rasa.
Menghadapi keadaan itu, AWaSI Jambi berpendapat bahwa mereka akan tetap mengawasi peningkatan masalah ini dan mungkin saja melanjutkan dengan melakukan protes lebih jauh jika tidak ada respon nyata baik dari sisi perusahaan ataupun pemerintah setempat.
“Ini bukan hanya tentang kami sebagai wartawan, ini tentang hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan informasi yang transparan,” tutup Erfan.
AWASI juga mengatakan bahwa mereka berencana menyerahkan laporannya kepada instansi terkait seperti Badan Lingkungan Hidup, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta badan pengawas tenaga kerja untuk mempromosikan penyelidikan lebih jauh tentang tuduhan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh PT Hoktong.
Tindakan ini seharusnya memberi peringatan kepada para pemain di industri untuk tidak melupakan kewajiban mereka terhadap masyarakat dan lingkungan saat beroperasi, serta menekankan kepentingan dari transparansi dan penerimaan atas pengawasan oleh publik. ***
Anda telah membaca artikel dengan judul PT Hoktong Tutup Mulut soal limbah, AWaSI Dorong Solusi Cepat untuk Masalah Lingkungan. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan