Pastikan Anda Tahu Tujuannya Sebelum Menggunakan Paylater! Jangan Sembarangan Belanja
Jakarta, IDN Times - Layanan paylater saat ini makin banyak digunakan sebab menyajikan konsep Beli Dulu Bayar Kemudian. Fitur ini dapat memberikan kemudahan dalam memenuhi berbagai keperluan, entah itu secara online atau langsung di tempat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) total utang masyarakat Indonesia lewat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di sektor perbankan menyentuh angka Rp22,78 triliun atau tumbuh 32,18 persen secara year on year (yoy).
Manulife juga memberikan saran cerdas sebelum menggunakannya layanan paylater untuk mencegah jatuh ke dalam hutang, ikuti nasihatnya.
1. Pelajari rincian sistem bayar kemudian lunas serta tingkat suku bunga yang berlaku

Sebelum menggunakannya, sangat krusial untuk mengetahui detail sistem pembayaran dari fitur paylater ini, meliputi total angsuran dan tingkat suku bunganya. Penting diingat bahwa setiap perusahaan mungkin akan memberikan ketentuan yang unik terkait dengan layanan mereka tersebut.
Misalnya, sebagian penyedia mensetting tenggat waktu pembayaran pada tanggal 15 tiap bulannya, sementara juga menerapkan suku bunga sebesar 1,5% dan tarif layanan transaksi senilai 1% dari total jumlah transaksi. Tambahan lagi, kebanyakan perusahaan yang menyediakan fasilitas pay later ini biasanya akan memberikan sanksi atau denda apabila ada keterlambatan dalam pembayaran tagihan oleh pelanggan mereka.
Maka dari itu, sebelum memanfaatkan layanan paylater, sangatlah krusial untuk menyadari bahwa segala bentuk transaksi melalui sistem tersebut setara dengan pengambilan utang.
2. Masukkan pemakaian paylater ke dalam perhitungan rasio hutang.

Paylater adalah jenis pinjaman tertentu. Karena itu, Anda harus mengakui besarnya pemakaian tersebut dalam perencanaan rasio hutang Anda.
Dalam rumus perencanaan keuangan, rasio utang yang ideal berada di bawah 30 persen dari pendapatan bulanan. Sebagai contoh, apabila penghasilanmu sebesar Rp30 juta per bulan, maka total utangmu termasuk penggunaan paylater sebaiknya tidak melebihi Rp9 juta.
Meskipun persentase ini bukan angka mutlak yang harus diikuti, secara umum rumus ini dapat membantu kamu memastikan bahwa pendapatan bulanan tidak habis hanya untuk membayar utang, terutama utang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
3. Pakai paylater hanya ketika benar-benar diperlukan, bukan karena kehendak

Apabila pemakaian fitur pay later ini hanya bertujuan untuk mewujudkan hasrat pribadi dan tidak berkaitan dengan hal-hal esensial, lebih baik ditangguhkan sampai kondisi finansial sudah stabil. Tambahan lagi, buatlah rancangan anggaran agar Anda masih bisa menyetor uang simpanan tiap bulannya.
Di sebelum Anda mengambil langkah pembelian sesuatu, pikirkan lagi apakah produk tersebut sangat penting sehingga perlu dibeli dengan metode berhutang lewat sistem paylater. Gunakanlah rancangan anggaran finansial yang sudah Anda buat sebagai acuan utama dalam menyusun tingkatan urgensi.
Anda telah membaca artikel dengan judul Pastikan Anda Tahu Tujuannya Sebelum Menggunakan Paylater! Jangan Sembarangan Belanja. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan