Menteri Kominfo: Dampak Disrupsi Teknologi Picu PHK Massal pada Wartawan
JAKARTA, KMI NEWS — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengkritik meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para jurnalis yang terjadi di berbagai tempat redaksi akibasr dari gangguan teknologi.
Menurut dia, masalah ini tidak sekadar terkait dengan urusan bisnis saja, melainkan mencakup hal-hal esensial seperti tingkat keberhasilan demokrasi serta hak masyarakat untuk mendapatkan data yang benar.
"Ruang redaksi sekarang sedang menghadapi tekanan yang membuat banyak jurnalis terpaksa kehilangan pekerjaannya," ujar Meutya dalam acara Serah Terima Jabatan Anggota Dewan Pers Periode 2022-2025, Rabu (15/5/2025).
" Ini lebih dari sekadar masalah bisnis, tetapi juga berkaitan dengan tingkat kualitas demokrasi serta hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang tepat," tambah Meutya.
Meutya menegaskan bahwa tantangan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Dewan Pers, komunitas jurnalis, akademisi, hingga pelaku industri digital.
Dia menekankan bahwa perkembangan pesat dalam disrupsi teknologi telah merombak lingkungan media, mendorong seluruh pemain untuk bertindak dengan cepat dan adaptif.
"Kami perlu memastikan bahwa sesama jurnalis dapat tetap bertahan. Peranan Dewan Pers amat vital dalam melindungi independen, etika, serta kualitas dari jurnalisme di Indonesia," katanya.
Dia juga mengekspresikan kepercayaannya pada anggota Dewan Pers masa bakti 2025-2028 yang telah diinisiasi, termasuk Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, guna meneruskan perjuangan memelihara lingkungan jurnalistik yang baik dan beretika.
Pada kesempatan itu, Meutya pula menunjukkan penghargaan istimewa untuk Ketua Dewan Pers periode lalu, Ninik Rahayu, yang merupakan wanita pertama dalam sejarah yang mengemban jabatan tersebut.
"Hari ini merupakan suatu momentum bersejarah. Telah lama acara seremonial sertijab Dewan Pers tak diselenggarakan dengan kehadiran langsung dari seorang Menteri. Namun mengingat Ibu Ninik sebagai ketua wanita pertama dalam Dewan Pers, saya rasa penting bagi saya untuk datang secara fisik," ungkap Meutya.
Meutya juga mengingatkan bahwa tantangan media semakin besar di era media baru, khususnya dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, akan kian sulit untuk mengenali mana informasi asli dan mana yang palsu, oleh karena itu sangatlah vital bagi media untuk terus menjalankan prinsip-prinsip etika jurnalisme.
"Kami bersaing melawan banjir data. Walaupun kami mendukung ekspresi bebas dalam hal ini, penting juga untuk hati-hati menyaring informasi agar sejalan dengan pedoman etika jurnalisme," katanya tegas.
Meutya juga menekankan kepentingan komunikasi proaktif Majelis Pers dengan pemegang sahamnya dan berpartisipasi dalam pengawasan ranah digital supaya dipenuhi oleh hasil-hasil jurnalisme yang berkualitas.
"Tim di Kementerian Komdigi akan sangat mendapat manfaat besar apabila Dewan Pers tetap berperan aktif dalam menjamin mutu ruang publik serta meningkatkan komunikasi internal," demikian katanya.
Anda telah membaca artikel dengan judul Menteri Kominfo: Dampak Disrupsi Teknologi Picu PHK Massal pada Wartawan. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan