Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Askrindo Syariah Menargetkan Keuntungan Rp123,4 Miliar Tahun 2025

Bisnis,com JAKARTA — PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (JPAS) bertujuan untuk mencapai keuntungan bersih senilai Rp123,4 miliar pada tahun 2025. Tujuan profit ini sesuai dengan pertumbuhan usaha serta pembaharuan manajemen korporasi.

Direktur Utama JPAS Kokok Alun Akbar mengatakan bahwa sampai dengan triwulan pertama tahun 2025, performa perusahaannya telah sesuai arah yang diinginkan. Keuntungan bersih mencapai angka Rp42,61 miliar, melebihi ekspektasi triwulanan dari para pemilik saham.

"Kami yakin target tahun 2025 ini dapat dicapai. Saat ini kita fokus meningkatkan bagian dari usaha non-program serta menyempurnakan manajemen perusahaan, yang meliputi peninjauan ulang kontrak dan mengubah standar penerimaan resiko (Risk Acceptance Criteria/RAC), sehingga tetap mengejar mutu layanan jaminan," ungkapnya saat berpartisipasi dalam acara Halal Bihalal JPAS di Jakarta beberapa hari lalu pada tanggal 2 Mei 2025.

Untuk mencapai tujuan profitabilitas, JPAS bertujuan mendapatkan pendapatan komisi kafalah (PK) senilai Rp865,3 miliar pada akhir tahun ini. Pendapatan PK itu datang dari beberapa segmen pengamanan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan oleh bank syariah, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan juga pinjaman program dari institusi perbankan lainnya seperti Pegadaian sampai dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kokok menyebut saat ini pihaknya terus menyeimbangkan komposisi bisnis perusahaan. Saat ini portofolio perseroan berasal lebih 60% dari penjaminan kredit program pemerintah dan 40% dari non program. Ia juga menekankan dalam ekspansi ini juga selalu menjaga kesehatan bisnis melalui pencadangan yang memadai.

"Pada saat profit meningkat, kita terus membangun persediaan guna menanggulangi ancaman. Sampai bulan Februari tahun 2025, jumlah persediaan kita telah mencapai angka Rp1,3 triliun," jelasnya.

Berikut adalah gambarnya: JPAS melaporkan bahwa mereka sekarang berada di puncak industri penjaminan syariah dalam negeri. Pada bulan Februari tahun 2025, jumlah aset perusahaan tersebut telah menembus angka Rp3,1 triliun, yang mewakili 48,01% dari keseluruhan aset seluruh industri dengan nilai total Rp3,3 triliun.

Selama periode tersebut, JPAS mengontribusikan 44,91% dari seluruh aset JII perusahaan penjaminan berbasis syariah, sementara untuk sektor ekuitas mereka memiliki porsi 37,55%. Prestasi ini semakin memperkuat kedudukan JPAS di pasaran sebagai pelopor utamanya.

Walaupun telah berada di posisi terdepan dalam pasarnya, Kokok menggarisbawahi bahwa perusahaannya tetap memiliki batas-batas dalam upaya memperluas industri penjaminan syariah. Menurut aturan yang berlaku sekarang, penjaminan syariah hanya dibolehkan untuk menampung maksimal 10% dari seluruh proyek yang tersedia.

"Direncanakan bakal ada suntikan dana tambahan guna memperluas usaha ini. Targetnya pada tahun depan," ujarnya.

Kokok menyebutkan pula bahwa di samping mengembangkan bisnis utamanya, JPAS juga giat mendukung literasi dan inklusivitas keuangan syariah. Dia menjelaskan, “Sebagai pemimpin pasar dalam bidang penjaminan syariah, kita bertekad untuk meningkatkan kontribusi dalam menciptakan ekosistem finansial syariah yang lebih kuat secara nasional.”

Anda telah membaca artikel dengan judul Askrindo Syariah Menargetkan Keuntungan Rp123,4 Miliar Tahun 2025. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden