Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Aeromodelling Saka Dirgantara Lanud Sulaiman: Menyusun dan Mengendalikan Pesawat Model Chuck Glider

KMI - Para anggota dari Saka Dirgantara Lapangan TNI AU (Lapangan Udara) Sulaiman yang terlibat dalam kegiatan Aerosport, Aeromodelling serta Drone mengikuti pelajaran perakitan pesawat mainan jenis Chuck Glider dan juga praktik penerbangan langsung di area Lanud Sulaiman pada hari Sabtu tanggal 24 Mei tahun 2025.

Narasumber dari kelompok aeromodelling Saka Dirgantara Lanud Sulaiman, Suprianto, menyelenggarakan latihan praktis tentang bagaimana merakit pesawat mainan tipe Chuck Glider sehingga dapat terbang dengan stabil dan mendarat di depan dengan halus.

"Sebelum mengoperasikan pesawat, penting bagi kita untuk mempelajari dasar-dasar aerodinamika karena ilmu tersebut amat-amat dibutuhkan di dunia penerbangan. Pada kesempatan ini, yang akan kami bahas bersama adalah cara membuat pesawat model Chuck Glider. Jadi, setelah dilemparkan, pesawat ini akan terbang dengan bebas," jelas Suprianton kepada KMIdi saat istirahat dalam kegiatan tersebut.

Dalam acara aeromodelling tersebut, kata dia lagi, peserta diharuskan mampu menyatukan komponen-komponen model terbang, mengatur keseimbangannya sampai dapat melaksanakan penerbangan.

Trimming atau setting dalam aeromodelling adalah proses mengoptimalkan kontrol pada permukaan pesawat model, seperti elevator atau stabilo, agar pesawat terbang stabil dan mudah dikendalikan saat penerbangan.

Rambatan yang bagus akan memungkinkan pesawat untuk mendarat halus dan meluncur jauh kedepan dengan jarak yang pas.

"Sesudah penerbangan berakhir, nantinya kita akan lombakan hal tersebut. Kita juga bakal mengajari cara melempar dan menerbangkannya dengan ketinggian yang lebih baik," ungkap Suprianto, sekaligus menjadi pelatih Aeromodelling Jawa Barat.

Dia menyebutkan bahwa kompetisi aeromodeling mendatang akan dievaluasi berdasarkan durasi penerbangan saat pesawatmodel Chuck Glider dilepaskannya.

"Peserta yang bertahan lebih lama dalam penerbanganlah yang akhirnya menjadi pemenangnya. Kompetisi ini bersifat individu, sehingga masing-masing peserta akan diberi waktu oleh penyelenggara, umumnya untuk kompetisi tingkat nasional hanya tiga dari lima penerbangan teratas yang dipilih. Nantinya hasil tersebut akan diumumkan dengan penghargaan bagi juara pertama, kedua, dan ketiga," jelas Suprianto kembali.

Mengembangkan Cinta untuk Olahraga Aeronautik

Sebelumnya Komandan Lanud Sulaiman, Kolonel Pnb Meito Datau mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada para peserta agar memiliki pengalaman dan pengetahuan serta menumbuhkan rasa minat pada dunia kedirgantaraan, baik aeromodelling maupun drone.

"Wilayah kedirgantaraan sangat luas, dan sebagai Angkatan Udara, kami berharap bisa mengenalkannya pada generasi muda bangsa kita. Diantaranya adalah melalui kegiatan aeromodelling serta penggunaan drone," jelas Kolonel Pnb Meito.

Dia menggarisbawahi bahwa generasi muda di Indonesia di masa mendatang perlu memahami teknologi luar angkasa guna menciptakan dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bukan hanya mendidik mereka untuk menjadi anggota TNI AU saja, melainkan mempersiapkan generasi penerus yang akan menguasai bidang pertaingaan udara serta menciptakan kendaraan terbang di masa depan," ungkap Danlanud Sulaiman.

Menjelajahi Sumber Daya Calon Atlet Militer

Suprianto menyebutkan bahwa kompetisi yang diselenggarakan pasca perakitan model pesawat terbang bertujuan supaya mereka dapat lebih memahami dan jatuh cinta pada olahraga penerbangan.

"Supaya mereka merasakan antusiasme bahwa aeromodelling saat ini telah hadir dalam ajang PON (Pekan Olahraga Nasional). Bahkan pada kategori OHLG (Out Hand Launch Glider) yang cukup dasar pun terdapat di PON tersebut, dengan medali serta bonus yang sama pula. Saya sendiri merupakan pelatih aeromodelling Jawa Barat dan baru-baru ini Jawa Barat menjadi juara umum untuk cabang olahraga aeromodelling di PON tahun 2024 yang akan diselenggarakan di Sabang, Aceh," jelasnya.

Dia juga menyebarkan sejumlah saran yang perlu dipertimbangkan ketika menciptakan atau mengumpulkan pesawat dalam praktik aeromodeling.

Hal yang penting untuk diingat saat memasangkan pesawat aeromodelling adalah tingkat kepresisannya. Cara mengatur ujung sayap, menempelkan sayap pada badan serta menjaga keseimbangan antara stabilitas (sayap belakang) dan pesawat itu sendiri harus sangat tepat sehingga ketika terbang, ia tidak goyang-goyang dari sisi satu ke sisi lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran dalam proses pembuatan ini,” jelas Suprianto.

Dari Dirgantara Lanud Sulaiman pula, disebutnya lagi, turut mempunyai atlet. Dan dalam acara Nurtanio Flying Competition 2025, mereka juga mendaftarkan dua pemain laki-laki dan dua wanita untuk berpartisipasi dalam kompetisi Aerosport tersebut. ***

Anda telah membaca artikel dengan judul Aeromodelling Saka Dirgantara Lanud Sulaiman: Menyusun dan Mengendalikan Pesawat Model Chuck Glider. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden