Soal Program 3 Juta Rumah, Ketum REI: Semangat Presiden Prabowo Mulai Berkurang
KMI NEWS , Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Properti Indonesia ( REI Joko Suranto menganggap bahwa target program 3 juta hunian setiap tahunnya belum mencapai kemajuan signifikan sejak dimulainya kepresidenan Presiden dalam waktu lima bulan tersebut. Prabowo Joko juga merasakan bahwa pemimpin negara telah kehilangan minat terhadap program-program yang dijanjikan selama Kampanye Pemilihan Presiden 2024 tersebut.
"Presiden Prabowo sudah tidak antusias lagi, tidak pernah berbicara lagi terkait dengan program 3 juta rumah ," ujar Joko saat menghadiri RDPU di Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI di gedung Parlemen Senayan pada hari Rabu, 19 Maret 2025.
Menurut Joko, saat ini Prabowo semakin bersemangat tentang beberapa program lainnya, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, dan juga proyek Danantara. Terakhir lagi, dia membahas mengenai pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Oleh karena itu, hal tersebut membuat Joko prihatin bahwa sumbangan para developer untuk program tiga juta unit rumah bisa menjadi percuma.
Sebenarnya, menurut Joko, sektor properti memiliki potensi untuk menciptakan hingga 9 juta lapangan kerja. Di samping itu, hal tersebut juga dapat mendorong pembentukan setidaknya 400 ribu pengusaha baru di berbagai wilayah Indonesia. "Kita merasa prihatin tentang situasi ini, yang membuat kita bisa hadir di tempat ini saat ini," katanya.
Di luar penilaian bahwa program 3 juta hunian tak kunjung berkembang karena Prabowo sudah kurang bergairah, Joko mencatat beberapa masalah yang dihadapi oleh asosiasi developer properti. Menurutnya, pihak pemerintah belum memberi cukup dukungan serta arahan bagi para pengembang tersebut. Akibatnya, banyak pengembang merasa khawatir tentang stabilitas usaha mereka. Developer proyek perumahan bersubsidi, lanjut Joko, juga menjadi gelisah dikarenakan tuduhan soal praktik bisnis buruk dari kalangan pengembang lain, seperti ditegaskan oleh Kementerian Perumahan dan Tata Kelola Wilayah Urban.
Selanjutnya, Joko menyebutkan beberapa kontroversi dalam pernyataan Menteri PKP Maruarar Sirait atau biasa dikenal sebagai Ara, yang menimbulkan kekhawatiran bagi para developer properti. Isunya meliputi berbagai macam hal seperti pertimbangan untuk meningkatkan jumlah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) menjadi mencapai 800 ribu unit rumah, ide merendahkan harga hunian meski biaya tanah sedang naik, pemanfaatan lahan milik koruptor yang telah disita oleh negara, serta agenda melakukan audit pada proyek-proyek pembangunan perumahan bersubsidi oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Sebelumnya, asosiasi pengembang perumahan juga menyoroti kinerja Ara terkait dengan belum adanya roadmap Atau peta jalan untuk program 3 juta hunian.
Ketua Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono pun mengatakan pengembang perumahan belum memiliki arah pembangunan. Pengembang bingung harus dari mana mengambil peran.
"Apa kita dibawa kemana? Apakah membantu dengan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), atau ada hal lain?" ujar Ari pada hari Selasa, 18 Februari 2025.
Ara kemudian menyatakan bahwa dia telah memiliki hal tersebut. roadmap Program 3 juta hunian yang dirancang tersebut akan diserapkan saat Komisi V DPR RI mengadakan rapat kerja dan meminta undangan.
Rapat atau menyampaikan roadmap ke DPR besok sudah siap," ujar Ara ketika berbicara dengan para jurnalis sebelum peluncuran logo Kementerian PKP di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum pada hari Jumat malam, tanggal 21 Februari 2025. "Jika terjadi modifikasi dalam peta jalannya, kita pun telah bersiap.
Meskipun demikian, Ara enggan untuk menjelaskan saat dimintai klarifikasi mengenai prioritas program Kementerian PKP yang sedang dia rancangkan. roadmap Program 3 Juta Rumah. "Nantinya, sesuai waktu yang ditentukan," ujar politisi dari Partai Gerindra tersebut.
Hingga saat ini, belum terdapat jadwal rapat kerja antara Ara dan Komisi V DPR RI. Selain itu, Kementerian PKP pun belum mengumumkan rute peta jalan 3 juta rumah kepada masyarakat umum.
Anda telah membaca artikel dengan judul Soal Program 3 Juta Rumah, Ketum REI: Semangat Presiden Prabowo Mulai Berkurang. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan