Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

8 Efek Negatif Junk Food pada Pertumbuhan dan Perkembangan Anak — Kurangi Mulai Sekarang

KMI NEWS Makanan cepat saji yang sering juga dikenal sebagai jajanan tidak sehat merupakan favorit banyak anak kecil.

Makanan cepat saji merupakan sebutan umum bagi berbagai macam hidangan yang tinggi kalorinya akibat kadar lemak, gula, serta natriumnya yang melimpah.

Sayangnya, hidangan ini kurang baik untuk kesehatan dan memiliki nilai gizi yang rendah, contohnya adalah rendah dalam hal protein, serat, vitamin, serta mineral.

5 Indikasi Masalah pada Sistem Pencernaan Anak yang Dapat Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan mereka

Makanan cepat saji ini mampu menarik hati anak-anak karena memiliki rasa yang enak, harga relatif murah, dan bisa segera dikonsumsi.

Wajar saja bila makanan cepat saji ini kerap kali membuat banyak anak menjadi kecanduan dan menginginkan untuk menyantapnya kembali di lain waktu.

Akan tetapi, konsumsi junk food secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka waktu lama bagi anak-anak serta mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Efek Negatif Konsumsi Makanan Olahan Cepat Hidup terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Anak-anak yang mengonsumsi Junk Food secara berlebihan dapat mengalami defisiensi nutrisi seperti vitamin dan mineral.

Makanan ini memiliki kadar gula dan garam yang tinggi, konsumsinya secara berlebih bisa menambah resiko masalah kesehatan.

Berikut ini sejumlah efek negatif yang dapat timbul akibat konsumsi makanan ringan tidak sehat oleh anak-anak.

1. Obesitas

Tingginya kadar lemak jenuh, gula, garam, serta kalori bisa menyebabkan kenaikan berat badan pada anak yang tidak terkendali.

Apabila hal ini terus menerus di konsumsi, peningkatan berat badan dapat menuju kepada obesitas pada anak.

7 Tips Agar Anak Suka Memakan Sayuran, Dorong Pertumbuhan dan Perkembangan Si Buah Hati

2. Diabetes tipe 2

Makanan cepat saji dan minuman manis kemasan juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Minuman pada makanan cepat saji biasanya mengandung pemanis buatan yang tinggi, yang bisa mengganggu fungsi insulin di dalam tubuh.

Insulin dibutuhkan tubuh untuk mengelola gula darah.

Jika fungsi insulin bermasalah, tubuh akan kesulitan dalam mengubah glukosa darah menjadi sumber energi.

Pada akhirnya, gula darah akan tetap bertambah dan mengganggu kinerja organ-organ vital tersebut.

Ini adalah awal mula terjadinya penyakit diabetes tipe 2.

3. Prestasi akademik menurun

Mengonsumsi makanan tidak sehat terlalu banyak dapat mengurangi prestasi belajar anak, dikarenakan kekurangan gizi yang penting.

Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan bisa mengurangi kemampuan kognitif yang diperlukan anak dalam proses pembelajaran serta meraih kesuksesan di sekolah.

6 Peranan Ayah dalam Menyukseskan Pertumbuhan dan Pembelajaran Anak, termasuk Memperkuat Kepercayaan Diri Si Kecil

4. Hiperaktif

Lemak esensial akan menurun atau malah lenyap dari menu fast food.

Hal ini mencakup asam lemak tak jenuh ganda seperti omega-3 dan omega-6, yang memang tidak bisa dihasilkan oleh tubuh sendiri.

Lemak tidak jenuh ini esensial untuk konstruksi membran sel, serta dibutuhkan dalam konsentrasi tinggi di otak dan retina.

Kekurangan gizi ini berhubungan dengan peningkatan perilaku yang menentang norma sosial serta hyperaktivitas.

Namun demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

5. Penyakit kronis

Mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan bukan saja dapat menaikkan peluang terkena kegemukan dan kencing manis jenis 2, tetapi juga bisa memperbesar resiko mengidap penyakit-penyakit jangka panjang.

Beberapa kondisi kesehatan jangka panjang yang dapat dipicu oleh konsumsi makanan cepat saji.

  • Penyakit jantung
  • Hipertensi
  • Koelsterol tinggi
  • Kanker

6 Pilihan Protein Hewani Baik untuk Pertumbuhan Anak, Lebih dari Cuma Telur dan Daging

6. Sembelit

Konstipasi pada anak-anak dapat dipicu oleh konsumsi berlebihan dari junk food atau makanan siap saji.

Konsumsi lemak jenuh oleh anak-anak sudah melebihi batas yang seharusnya.

Meskipun kandungan seratnya tidak cukup untuk melembutkan tinja, hal ini menyebabkan konstipasi.

7. Mudah lelah

Anak-anak penyuka makanan tidak sehat condong memiliki energi terbatas serta lebih cepat merasa letih.

Hal ini terjadi lantaran tubuh si anak kurang vitamin serta mineral yang semestinya diperoleh dari asupan makanan bergizi sebagai bekal dalam melakukan aktivitas.

8. Penyakit asma, ekzema, dan rhinitis

Berdasarkan laporan dalam jurnal Thorax, diketahui bahwa mengonsumsi junk food dengan frekuensi tinggi dapat menambah peluang terkena asma, rinitis, serta eksim.

Anak dengan sejarah kesehatan tertentu ini mungkin mengalami peningkatan masalah, dan junk food bisa memicu timbulnya gejala mereka.

Lihat Berita dan Artikel tambahan di

Google News

(KMI NEWS)

5 Keuntungan Omega-3 bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak, Salah Satunya Mencegah Penyakit

Anda telah membaca artikel dengan judul 8 Efek Negatif Junk Food pada Pertumbuhan dan Perkembangan Anak — Kurangi Mulai Sekarang. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden