Wawancara Kristo Immanuel & Nirina Zubir: Kehidupan yang Menginspirasi
KMI NEWS , Jakarta - Bagi Kristo Immanuel dan Nirina Zubir Tertawa tidak hanya sebagai bentuk hiburan, tetapi juga merupakan cara untuk bertahan ketika rasa sakit sulit dinyatakan dengan perkataan. Kebiasaan menyembunyikan emosi melalui candaan ini menjadi inti dari film tersebut. Tinggal Meninggal film terbarunya yang juga menjadi perkenalan Kristo sebagai sutradara.
Melalui skrip komedi yang tidak masuk akal tetapi penuh makna, film ini menunjukkan bagaimana rasa kedinginan dan kesendirian dapat bersembunyi di balik tawa. Tinggal Meninggal bercerita tentang Gema (Omara Esteghlal), seorang pemuda yang agak malu dan tidak percaya diri, yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian rekan kerjanya setelah ayahnya meninggal dunia. Namun saat kondisi kembali normal seperti sedia kala, Gema mulai bertanya dalam hati, siapa lagi yang harus mati supaya dia merasa didampingi? Berawal dari pertanyaan itu, bermula serangkaian penipuan yang akhirnya memicu lebih banyak kekacauan.
Kristo Immanuel dan Nirina Zubir berbagi pengalaman mereka mengenai sebuah film Kristo Immanuel serta Nirina Zubir menceritakan kisah mereka terkait film tersebut Kristo Immanuel dan Nirina Zubir menyampaikan cerita mereka tentang film yang sedang dibicarakan Kedua tokoh ini saling berbagi narasi mereka dalam konteks film tertentu Mereka berdua bercerita mengenai perjalanan atau alur dari suatu film yang diungkapkan oleh Kristo Immanuel dan Nirina Zubir Kristo Immanuel bersama dengan Nirina Zubir memberikan informasi menarik tentang film yang tengah menjadi topik pembicaraan Dari sudut pandang Kristo Immanuel dan Nirina Zubir, ada kisah unik yang diberikan berkaitan dengan film tersebut Tinggal Meninggal kepada Tempo Pada hari Rabu, 23 Juli 2025. tokoh sentral dari film yang akan ditayangkan di layar lebar pada Jumat, 14 Agustus 2025 ini ternyata memiliki cerita yang sangat serupa dengan perjalanan hidup Kristo. Nirina pun menggunakan proses pembuatan film ini sebagai wujud refleksi terhadap dirinya sendiri, terutama sebagai seorang ibu.
Apa saja tahapan yang kamu lakukan untuk menghasilkan konsep cerita sebuah film? Tinggal Meninggal?
Kristo Immanuel Mungkin untuk gagasan pertama itu, awalnya dari percakapan yang terjadi antara saya dan istrI saat sedang dalam perjalanan menggunakan mobil. Kami sering berbicara lama dan pada kesempatan itu munculah beberapa pertanyaan imajinatif. "Kalau nantinya membuat film, bagian mana yang akan kamu buat duluan?" Saya selalu tertarik dengan manusia, secara umum itulah fokus utamaku. Saya selalu merasa bahwa manusia merupakan makhluk yang sangat menarik.
Semua orang diajarkan secara serupa, seperti saudara kembar, namun tetap saja memiliki perbedaan yang signifikan. Awalnya, semua bermula dari sana. Lalu, ada sebuah pengalamanku saat kecil yang selalu melekat hingga dewasa, yakni ketika aku dulu ingin pindah ke luar kota, tiba-tiba teman-teman sekelas memberiku surat yang berisi 'kami akan merindukanmu. Semoga berhasil dalam menghadapi pergantian sekolah. Jangan lupa hubungi kami setelah kamu pindah. Kami akan sangat kehilangan dirimu,' we'll miss you ’. Terus tiba-tiba nenekku meninggal, akhirnya kami enggak jadi pindah sekolah. Jadi, aku sekolah di sekolah yang sama pas naik kelas. “Loh, kok enggak jadi pindah?” (teman-teman sekolah), “Iya, karena nenekku meninggal.”
Tapi anehnya setelah tidak jadi pindah sekolah dan aku kembali ke sekolah yang sama, orang-orang yang bilang bakal kangen dan segala macam ini ujung-ujungnya enggak temenan sama aku juga. Mereka dengan circle masing-masing, dan ketika mereka memberikan (ucapan) ' we'll miss you Juga beberapa tahun sebelumnya kami tidak pernah berkumpul bersama, tidak pernah bermain bersama, aku pun tidak didampingi oleh mereka saat itu. Jadi, rasanya sangat menarik bagiku, bahwa banyak orang ingin memberikan perhatian hanya agar terasa; 'aku ini orang yang baik', 'aku peduli padamu', tetapi menjaga pertemanan tersebut ternyata tidak mau dilakukan.
Saya membayangkan bagaimana situasi akan berjalan jika yang mengalami perlakuan tidak adil bukan saya sendiri, melainkan seseorang yang memang selama ini sangat jarang mendapat perhatian, bahkan sejak kecil tak pernah merasakan cinta dan kasih sayang dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya. Apa saja tindakan ekstrim yang dilakukannya demi menarik perhatian? Maka lahirlah ide cerita tentang seorang pria yang pada suatu hari menerima kabar bahwa ayahnya telah meninggal, namun ia tidak sedih karena hubungannya dengan kedua orangtuanya sudah cukup jauh. Tanpa diduga, para rekan kerjanya yang dulu tidak begitu dekat dengannya mulai memberi perhatian setelah turut berkabung. Selanjutnya, dalam waktu dua minggu dia bisa... love language Dia suka itu. Selanjutnya dua minggu berlalu, perhatiannya semakin menurun, hingga akhirnya ia mulai mempertanyakan siapa lagi yang harus mati agar saya memiliki teman.
Apa tanggapan pertama terhadap gagasan film yang 'berani' ini?
Kristo Immanuel Aku dan istriku, kami berdua co-writer Jadi, pertama-tama kita membuat premisnya terlebih dahulu, kemudian menyusun sinopsinya. Awalnya tidak ada maksud untuk menjadikannya sebagai film, hanya ingin menulis sebagai hobi baru yang bisa kita lakukan bersama, karena sama-sama suka menggambar. Cuma, apakah lagi yang bisa kita kerjakan bersama, jadi kita memilih menulis. Namun, Pak Ernest (Prakasa) ketahuan bahwa kita sedang menulis. Maka, dia bertanya, " Cerita apa itu, To? Premis dan sinopsisnya seperti apa?" Setelah kita ceritakan semua, Pak Ernest merasa tertarik.
Pertama kali saya pikir film ini diproduksi sekitar tahun 2032 hingga 2035, mungkin begitu, tetapi ternyata Pak Ernest justru mengajak untuk membuatnya pada 2024! Awalnya direncanakan 2025.
Saya merasa seolah-olah saat ini film Indonesia memang telah cukup mapan dahulu dan semakin berkembang pesat, sehingga saya akhirnya berani membuat sebuah film yang, dalam kurung dikatakan "berani", begitu. Saat itu saya... insecure juga, "ada yang ingin menonton tidak?" lalu semakin hari semakin bahagia dan lebih percaya diri. Dikatakan begitu karena rupanya mereka... excited sangat banyak jumlahnya, dan aku sangat berterima kasih memiliki penonton Indonesia yang sangat menyukai gagasan-gagasan baru.
Kristo Immanuel saat menghadiri acara wawancara pers untuk memperkenalkan film "Tinggal Meninggal" di Tempo, Palmerah, Jakarta, pada 23 Juli 2025. Tempo/Charisma Adristy
Nirina Zubir Karena, dari segi genresinya saja ya dia ( Tinggal Meninggal ) komedi kelakar, itu saja orang seperti, "Hah?" Umumnya, sudah begitu dark comedy begitu, tetapi ini film yang mengandung unsur kelucuan namun juga sedih, jadi ya, mudah-mudahan saat ini industri perfilman di Indonesia telah lebih matang dan tangguh.
Apakah terdapat kesulitan selama proses perekaman film tersebut?
Kristo Immanuel Aku merasa para pemain di sini (aktor) Tinggal Meninggal ) semuanya itu sangat humble Ya, artinya karena sudah cukup lama berada di dalam industri tersebut, serta memiliki banyak pengalaman. Jadi, saya merasa cemas pada awalnya, seperti bertanya-tanya, "Bu Na (Nirina) mungkin tidak tertarik dengan ide-ide yang sedikit gila ini?" Namun, ternyata Bu Na juga punya sifat yang serupa yaitu suka hal-hal unik dan tak biasa seperti saya.
Nirina Zubir (Menertawai) Jadi kita berdua suka bercanda, rupanya yang diklik itu di sana.
Kristo Immanuel Ya, benar. Tapi maksudku, Kak Na sangat bersedia membicarakan hal-hal dengan saya. Jadi, tokoh ibu ini (Nirina), ia adalah ibunya Gema, ceritanya begitu. Ibu dari Gema merupakan sosok yang sangat khas, karena hidupnya seolah-olah dipotong masa mudanya. Ia harus punya anak saat masih usia sangat muda, kemudian menikahi suami yang sangat otoriter, yang menganggap pria sejati harus tunduk pada lelaki. Selanjutnya, sang suami menjalankan bisnis MLM ilegal yang menjajakan investasi palsu. Dengan demikian, ia memanfaatkan istrinya serta anaknya sebagai alat dalam meningkatkan bisnisnya. Seperti kata-kata mereka, “Ingin memiliki keluarga harmonis seperti kami? Ikuti saja MLM-ku,” begitu.
Jadi, perkembangan tokoh Mama Gema juga menarik perhatian, karena Mama Gema seperti sedang mengalami masa muda yang tertunda. Ketika memiliki anak, sang suami meninggalkannya, sehingga Mama Gema diperankan oleh Kak Na secara sangat apik, bagi saya terlihat seperti melihat seorang ibu berkata, "Aku juga ingin kembali muda, masa mudaku sudah diambil". Ada depth yang diberikannya sangat banyak menurut saya, semua itu berasal dari ibu Gema.
Selanjutnya, tantangan utamanya yaitu pastinya meyakinkan 100 orang (kru) ini akan visiku. Krunya sangat banyak, lalu mereka harus memproduksi sebuah film yang lucu namun sedikit nakal. Bagaimana cara mengajak mereka percaya kepada prosesnya serta keyakinanku? Itu menjadi hal yang cukup sulit bagiku. Ternyata, semuanya hanyalah pikiranku sendiri, bahwa "Apakah mereka benar-benar percaya atau tidak?" Nyatanya, mereka sangat percaya dan bekerja dengan penuh dedikasi. Para aktornya pun demikian. Misalnya, Omara yang memerankan Gema betul-betul menyatu dengan perannya, ia melakukan penelitian secara mendalam. Bahkan, kami dua orang sering membicarakan sisi psikologis dari tokoh Gema selama beberapa bulan. Jadi, sebelum proses... reading melangkah, aku dan Omara bertemu terlebih dahulu, kita membicarakan sisi psikologi dari Gema.
Saya awalnya tidak mengetahui siapa yang akan memainkan peran Gema, bahkan sama sekali tidak terpikirkan.
Nirina Zubir Pada awalnya sangat membuat Kristo kebingungan, kemungkinan besar jika tidak menemukan seseorang yang mampu berperan sebagai Gema, maka akhirnya ia sendiri yang akan tampil. Jadi, pilihan itu jatuh kepada dirinya sendiri untuk bermain dan... direct itu memang dua hal yang berbeda, ya. untungnya untuk film pertamanya sangat menantang sekali.
Kristo Immanuel Ya, jadi untunglah Omara bisa bertemu, jika tidak, sungguh mengerikan.
Bagaimana cara membujuk Nirina Zubir, pemenang penghargaan Piala Citra, untuk tampil dalam sebuah film komedi yang sedih?
Nirina Zubir Sebenarnya, aku telah cukup lama mengamati jalannya kisah Kristo. Wah, steps- Anak ini sangat menarik, jalannya benar-benar menghibur sekali.
Sering kali saya melihat orang-orang dan berpikir, "Astaga, menyenangkan sekali menjadi mereka." Ketika tahu bahwa Kristo kini memilih untuk mengarahkan film, semakin membuat saya penasaran. Kebetulan saat itu kita bertemu dan berdiskusi tentang proyek masing-masing. Saat itu tidak terlalu lama, hanya ia berkata, "sedang membuat yang ini, Mbak." Setelah pertemuan tersebut, akhirnya saya dikontak lagi olehnya, Kristo berkata, " By the way kak..”
Kristo Immanuel Apakah kita bertemu di Yogyakarta beberapa waktu lalu?
Nirina Zubir Ya, di Yogyakarta. Kemudian saya meminta untuk melihat sinopsinya. Ketika saya membacanya, langsung bereaksi, "Kris, apakah kau benar-benar ingin membuat film ini?" Sebagai seorang ibu, saya berpikir ini bisa menjadi dua kemungkinan, mungkin akan menjadi teladan yang buruk, atau sebuah pelajaran yang positif.
Maka aku ingin menanyakan, bagaimana caramu menceritakan kisah ini agar menjadi pelajaran, bukan sesuatu yang diikuti secara langsung? Karena generasi saat ini cenderung mengambil apa yang mereka lihat sebagai acuan. Namun Kristo dapat menjawabnya dengan pendekatan yang menyenangkan serta bertanggung jawab. Aku juga melihat bahwa ia memiliki maksud yang baik. Ia bahkan memanggil dua temannya, salah satunya... content creator yang satunya lagi adalah seorang aktor teater yang melakukan penampilan perdana bersamanya dalam film ini.
Maka, saya melihat sisi-sisi baik dalam Kristo. Bagi saya, saat ini bekerja sama lebih tentang kenyamanan dan kesesuaian frekuensi. Setelah melihat adanya tanggung jawab darinya, maka saya merasa puas saja. Meskipun jujur, tantangan bagi saya adalah semuanya terlalu muda.
Kristo Immanuel Tetapi, Kak Na sangat mudah saja keep up Jiwa mereka sangat segar dan muda sekali, young and free.
Proses castingnya seperti apa?
Nirina Zubir: Lucu juga, sejak awal pertemuannya saja sudah sangat tidak biasa.
Kristo Immanuel Pertama kali bertemu saat sedang menikmati gudeg di Makassar, yang kedua saat menyantap Coto Makassar di Yogyakarta, lalu ada pula yang memilih bakmi di Uruguay. Sangat jauh, bukan?
Nirina Zubir Kalau orang-orang lain sudah tahu juga, ya? Contohnya Aco, kamu juga pernah bersahabat dengannya, bukan?
Kristo Immanuel Ya, Aco, Nada, Mario...
Nirina Zubir Ya, Mario Caesar, Shindy Huang, dan Mawar de Jongh. Semuanya telah kau pertimbangkan sejak awal?
Kristo Immanuel Sebenarnya, Omara telah ada sejak awal. Untuk peran Mama Gema, saya sempat ragu siapa yang paling sesuai. Karena tokohnya agak... katakanlah, kontroversial. Namun memang setiap karakter dalam film ini, dalam tanda petik, memiliki sifat kontroversial tersendiri.
Kenapa kontroversial?
Kristo Immanuel: Maka bukanlah orang-orang yang sempurna. Tingkat kompleksitasnya cukup tinggi, jadi saya agak bingung bagaimana sebenarnya cara memainkan peran ini, yang memiliki kesamaan dengan kehidupan nyata. Jadi, jika boleh dikatakan, film ini kemarin mengadakan FGD ( Focus Group Discussion ada dua kata yang muncul; e mbarrassingly relatable .
Karena ini adalah tokoh-tokoh yang, saat dilihat, sungguh luar biasa relate sekarang, tetapi sedikit ragu untuk mengakui hal itu. Karena ini sifatnya, yang di- relate -di sana bukan hanya keunggulannya saja, tetapi flaw, atau kelemahan-kelemahan pada tokoh ini terlihat jelas.
Nirina Zubir : Kadang, embarrassingly related Ke aku juga. Mengapa aku, jika misalnya memainkan tokoh dalam film-film tersebut, pasti akan kuambil dan kuteliti, aku ingin menjadi seorang manusia yang memiliki perasaan mendalam. Seperti, hal ini bagi saya belum diketahui seperti apa rasanya. Bagaimana cara merasakan hal itu? Lalu, bagaimana caranya memainkannya? Baiklah, artinya akhirnya harus melakukan penelitian sendiri, mengamati sendiri, mustahil kita memainkan suatu karakter namun tidak yakin terhadap peran atau karakter tersebut?
Nirina Zubir tampil dalam acara jumpa pers di Tempo, Palmerah, Jakarta, pada tanggal 23 Juli 2025. Kehadiran aktor tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan mengiklankan film barunya yang berjudul "Tinggal Meninggal". Tempo/Charisma Adristy
Mungkin coba lihat dalam diriku sendiri juga. Ternyata, aku pun ada. Aku adalah seorang wanita dewasa yang sesekali berpikir, kapan sih waktunya... me time Itu dan bagaimana lamanya serta seberapa banyaknya. Kami memiliki anak, tetapi kami juga ingin merasa bahagia. Maka sampai di mana saya bisa dikatakan sebagai ibu yang "tidak tidak baik" terhadap anak-anakku. Karena seperti yang telah kukatakan, kita membutuhkan waktu.
Ya, tokoh ini dikatakan ditinggalkan oleh suaminya bersama seluruh keluarganya. Artinya, saya dan anak-anak dibiarkan sendirian oleh suami. Saat itu saya menikah cukup muda, fokus hidup hanya mengurus rumah tangga. Jadi seperti, baiklah. Setelah ditinggalkannya, maka aku harus... me time, love yourself dan sebagainya. Namun nyatanya di sini proses belajarnya berlangsung hingga maksimal, melampaui batas, sehingga benar-benar lupa akan anaknya karena ia sedang mengejar kebahagiaan untuk diri sendiri.
Saya lupa bukan karena tidak memiliki anak, tetapi lebih pada fakta bahwa waktu terus berlalu. Kita kadang tidak menyadari bahwa sesuatu telah selesai menurut pandangan kita, dan kami merasa baik-baik saja. Namun, kita tak permai tahu hal tersebut. toxic Iya begitu. Karena menurut kami, kami merasa anak kami dalam kondisi yang baik karena diberi makanan dan tempat tinggal, jadi cukup bagus saja. Saya sedang mengurus koperasi, ya sudahlah saya hanya fokus pada itu. Suatu saat nanti pasti akan kembali kepada anak saya.
Namun, kau mengerti, terkadang kita tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa saja... toxic Sekarang bagi para orang tua yang semuanya selalu diberi label tersebut, menjadi seorang ibu yang... toxic Sedangkan kalian sudah diberi makankan? Baik, aku punya waktu. cus Aku pergi. Inilah mengapa dikatakan embarrassingly related wajar aku juga merasa 'ya sudah, akhirnya aku tertangkap juga'.
Saat pembuatan film ini berlangsung, apakah ada pengawasan atau peran dari pihak lain?
Nirina Zubir : Supervisor- dia sebenarnya adalah istri dari seseorang. Jika tidak memiliki istri, mungkin pikirannya akan sangat bebas dan sulit dikendalikan. Istri dia luar biasa, Tjiu juga luar biasa.
Kristo Immanuel Istriku (Jessica Tjiu) itu co-writer yang sangat andal, co-director sangat handal, sehingga ia memastikan bahwa semua film ini tetap on track . She's the unsung hero Menurut saya, karena dia sering berkata-kata di balik punggung. Contohnya seperti scene ini, sepertinya harus dilakukan begitu saja. Kelak saya yang mengucapkan hal itu. Jadi, cast dia tidak menyadari bahwa semuanya ternyata berasal dari pikirannya sendiri.
Jika Tuan Ernest pastinya memberikan kontribusi dalam hal kreativitas, seperti "Skenario ini terlihat" dragging udah, Tapi, sepertinya tidak perlu." atau juga seperti bagaimana cara agar film ini meskipun niche tapi bisa appealing untuk masyarakat umum gitu?
Pak Ernest juga berpikir mengapa membuat film yang menarik namun tidak diminati oleh penonton. Oleh karena itu, Pak Ernest membantu agar tujuan Anda bisa tercapai sebagai seorang sutradara, tetapi kita juga perlu menyajikan film yang disukai banyak orang, sehingga pesan yang ingin Anda sampaikan dapat sampai kepada para pemirsanya.
Apa pesan yang ingin disampaikan?
Kristo Immanuel Jika dari sudut pandangku sendiri, sejujurnya sejak awal membuat film ini saya tidak memiliki satu pesan khusus yang ingin disampaikan, hanya sesuatu saja maksudnya. Karena, saya ingin para penonton setelah menonton malah menjadi sebuah film yang conversation starter Saya sangat menyukai jenis film seperti itu. Film-film yang setelah saya tonton tidak membuat saya berkata, "Astaga, sekarang saya harus menjadi orang yang lebih baik," atau "Oh, ternyata saya harus melakukan hal ini dan itu," tidak sama sekali. Justru setelah menontonnya, saya ingin pulang lalu berpikir panjang, bercakap-cakap, dan mengingat apa saja yang telah saya peroleh dari tadi.
Terdapat ruangan diskusi. Saya ingin setelah selesai bekerja, teman-teman dapat berbincang-bincang, begitu pula dengan para orang tua dan anak bisa saling bertukar pikiran, hal apakah yang mampu kita lakukan agar kehidupan menjadi lebih baik. Bahkan hingga suatu ketika, beberapa waktu lalu dalam sebuah sesi FGD, seseorang berkata, "Setelah saya menonton, saya terpikir ada seseorang di lingkungan saya yang sedikit mirip seperti Gema."
Jadi, penasaran bagaimana masa lalu dia sehingga sekarang jadi seperti itu. Meskipun, kita sering melihat seseorang yang dianggap aneh secara instan dan langsung... judge atau seperti "hebat tidak perlu aku menemani dia", "Aku tidak sesuai dengan dia, aneh," tapi kita tidak tahu hal-hal apa saja yang terjadi dibalik sikap aneh tersebut, apalagi jika berada di kantor? Jadi, Gema sering kali mengambil (setting) film-filmnya di tempat kerjanya. Karena, terkadang di kantor orang-orang yang "aneh" ini kita tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah pulang, apakah mereka sendirian atau memiliki teman atau tidak.
Nirina Zubir : Sebenarnya banyak yang aku renungkan dari film ini. Salah satunya soal bagaimana kita sering mengkotak-kotakkan orang berdasarkan generasi, Millennials, Gen Z, Gen Alpha, dan sebagainya. Kita yang dari generasi terdahulu pun kadang suka menilai, “Oh, anak-anak zaman sekarang tuh begini, begitu…”
Namun jika ditinjau lebih dalam, mungkin generasi saat ini menjadi demikian karena dampak dari kita sendiri. Contohnya, kita tinggal di era yang mengharuskan... double income Karena biaya pendidikan tinggi, kehidupan juga menjadi mahal. Kami bekerja keras untuk keluarga, tetapi pada akhirnya, selama lima hari dalam sepekan anak-anak kita jarang bertemu dengan kami. Setelah pulang dari pekerjaan yang melelahkan, kami hanya beristirahat, dan... weekend hanya sejenak karena sudah waktunya bersiap untuk hari Senin.
Ya, secara tidak disadari, kita turut memengaruhi generasi ini. Kita kerap menghakimi mereka dengan cara tertentu, tetapi pernahkah kita berpikir, "Apa yang sudah kami lakukan selama ini?" Saya sangat terkena oleh bagian ini dalam film tersebut. Langsung saya pikirkan, putra-putri saya akan masuk perguruan tinggi dua tahun lagi. Apakah saya telah memberinya bekal yang cukup, bukan hanya dari segi finansial, tetapi juga kemampuan hidup, pengelolaan emosi, serta persiapan mental?
Sampai-sampai pikiranku mengemuka, "Apakah sebaiknya saya cuti tahun depan?" Agar dapat sepenuhnya memberikan perhatian pada anakku dan membantunya bersiap menyongsong masa depan yang menanti. Semua hal itu muncul lantaran film ini, karena kisahmu (Kristo). Oleh karena itu, aku merasa film ini tidak hanya ditujukan bagi Generasi Z, tetapi juga kepada para orang tua agar kita menyadari bahwa generasi mendatang dibentuk oleh kita juga. Maka dari itu, tontonlah film ini untuk lebih memahami, bukan sekadar soal mereka, namun juga tentang diri kita sendiri.
Sulitnya membangun lingkungan kreatif di tempat kerja yang mayoritas memiliki latar belakang perkantoran seperti apa?
Kristo Immanuel Memang cukup banyak peristiwa yang berlangsung di kantorku, tetapi juga ada beberapa lainnya. set Lain halnya. Secara umum, membuat ruang kreatif tidak se sulit itu, malah karena orang-orang yang saya libatkan bekerja bersama memiliki kekayaan kreativitas serta semangat yang serupa. Pembicaraannya menjadi lebih mudah berjalan.
Tantangannya mungkin terletak pada hal-hal kecil, seperti saya ingin warna tertentu, atau desain ruangan serta meja yang khusus. Kesulitannya adalah menyelaraskan bayangan dalam pikiran saya dengan pikiran mereka itu. tricky Seringkali saya merasa telah menyampaikan dengan jelas, namun akhirnya tetap terjadi perbedaan dalam hasil yang diperoleh.
Keuntungan yang saya dapat adalah bahwa saya telah merancang semua hal secara detail bahkan satu tahun sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Dua bulan sebelum produksi, kami memasuki tahap persiapan, tetapi jauh sebelumnya saya sudah membuat... storyboard Lengkap, denah kantor tersebut, hingga urutan penempatan meja. Bahkan, saya membuat versi mini dengan menggunakan mainan.
Terus, aku udah ada full film Tinggal Meninggal versi blocking juga. Aku edit kita menghabiskan sekitar satu setengah jam untuk menonton bersama seluruh tim produksi, sehingga kami dapat memahami bagaimana scene tersebut akan diambil, dan seperti apa alurnya nantinya, agar suasana kreatif menjadi nyaman saat bekerja dan mengurangi kesalahpahaman.
Nirina Zubi Kamu tau nggak mengapa dia begitu detail? Karena Kristo memiliki ADHD, sehingga semua hal kecil selalu diperhatikan olehnya, tetapi dengan cara yang positif, jadi aku sangat bangga padanya.
Saat saya sedang memfilmkan, belum pernah bertemu dengan dia Saya selama proses pengambilan gambar tidak pernah berjumpa dengannya Dalam masa pemutaran film, saya belum pernah mengenalnya Semasa melakukan shooting film, saya belum pernah menemui orang itu Ketika sedang dalam pengerjaan film, saya belum pernah bersinggungan dengannya logbook sehingga detailnya demikian. Adegan ini menggunakan pakaian apa, kuku bagaimana bentuknya, dan make-up seperti apakah. Bahkan tersedia versi Lego untuk memperlihatkannya angle kamera. Gila sih.
Maka bagi kawan-kawan yang merasa memiliki kelemahan atau situasi tertentu, ini adalah bukti bahwa hal tersebut dapat menjadi keunggulan jika dikelola secara tepat. Saya, mewakili Imajinari dan Ko Ernest, ingin menyampaikan bahwa proses produksi kali ini berjalan sangat mulus di Imajinari.
Mengapa menceritakan sesuatu dengan gaya komedi? Apa alasan menggunakan unsur komedi dalam sebuah kisah? Bagaimana cara mengemas cerita melalui humor? Mengapa penting untuk menyampaikan cerita secara lucu? Apakah tujuan dari penggunaan komedi dalam narasi?
Kristo Immanuel Refleksi pribadi juga. Saya memanfaatkan komedi sebagai coping mechanism. Jadi, setiap kali terjadi sesuatu yang membuat sedih dalam hidupku, aku coba mengarahkannya ke sisi komedi. Aku sangat menikmati film-film black comedy sejak kecil, aku benar-benar suka film-film seperti itu. Little Miss Sunshine , What You Do In Shadows , Jojo Rabbit dan berbagai jenis lainnya, ini seperti menjadi... comfort movie -ku gitu.
Saat saya mendapatkan premis (film) Tinggal Meninggal ) ini ada dalam pikiranku, sudah kusembilang tidak ingin menjadikannya sebagai film dramatis saja tetapi ingin berupa komedi yang sedih. Karena, jika menonton film tersebut dibungkus dengan unsur komedi, hal itu mengindikasikan bahwa tokoh utama tidak ingin merasakan rasa sedih.
Maka, setiap kali ia (Gema) merasa sedih, ia menyelubungkannya dengan komedi agar ter- distract menyesal. Itu mengapa kelak akan merasakan situasi yang sedikit lucu dan tidak biasa. Muncul perasaan seperti "Apakah aku diperbolehkan tertawa di tempat ini?"
Sampai sejauh mana pendidikan di bidang sutradara memengaruhi jalur karier Kristo Immanuel saat ini?
Kristo Immanuel Sangat berarti bagiku, jadi aku mulai mempelajari cara untuk... direct seorang aktor, belajar tentang teknis-teknis dalam pembuatan panggung dari kelas-kelas pelatihan. Jadi, hal ini sangat berguna selama proses produksi. Namun, menurutku sesuatu yang paling berharga justru datang dari membaca buku. Setelah lulus kuliah, aku melanjutkan dengan membaca beberapa buku tentang film, serta memahami psikologi manusia dan sensitivitas terhadap emosi, sepertinya hal-hal tersebut justru menjadi dasar penting untuk tampil lebih baik. craft adegan-adegan di film ini.
Suara dari tokoh utama tersebut Ketika suara sang tokoh utama terdengar Suaranya yang menggema dari tokoh utamanya Munculnya bunyi atau nada dari karakter inti Nada yang menyebar dari sosok pusat cerita Terdengarnya ucapan atau getaran dari figur sentral Bunyi yang muncul dari pemeran utama Terbawa oleh suara tokoh utama dalam narasi ini Ada ketenangan yang diiringi dengan vokal dari pemain utama Pernyataan yang keluar dari individu utama dalam kisah tersebut breaking the 4th wall Jadi bisa berbicara kepada para penonton. Ia akan menatap kamera langsung. Itulah yang membentuk alasan mengapa ia begitu, serta momen ketika ia dalam kondisi demikian, saya merasa lebih banyak belajar dari pengalaman hidup sendiri, pertama, kemudian membaca buku tentang psikologi dan juga film-film tertentu.
Apakah tokoh Gema merupakan representasi langsung dari Yesus Kristus?
Kristo Immanuel Sebenarnya, Gema ini adalah versi paling ekstrem dari diriku. Jadi, aku juga suka berbicara pada diriku sendiri dalam pikiranku. FYI Orang dengan ADHD atau ADD pikirannya selalu aktif. Maka dari itu, kami tidak memiliki kesempatan untuk beristirahat. Istirahat bagi otak hanya bisa didapat saat sedang tidur saja.
Saya bahkan baru mengetahui bahwa orang-orang yang tidak memiliki ADHD itu cenderung... non-neurodivergent Jika seseorang sedang mengalami keterbukaan pikiran, maka otaknya akan kosong, sehingga dapat bersantai dan tidak merasa khawatir. Tapi istriku bisa diam jika pikirannya berhenti bekerja. Sementara aku tidak bisa seperti itu, selalu ingin berkata-kata.
Seperti Pak Ernest tidak sama dengan kita berdua (Kristo dan Nirina), bukan? Dia memang sangat neurotypical dia berkata saat itu ketika kita sedang mengedit, "ini, To, sepertinya percakapannya jangan overlap wah antara Gema dan Gema Kecil" menjadi Gema itu bisa berbicara dengan fotonya saat masih kecil. Ia membayangkan bahwa foto masa kecilnya tersebut dapat berkata-kata. Dengan pikiran yang sama, seharusnya keduanya tidak akan saling bertabrakan, karena manusia memproses pemikiran secara terpisah, tidak mungkin melakukan dua hal sekaligus.
Ah kamu tidak tahu apa yang sedang ada dalam pikiranku. Kami hanya berbincang-bincang saja, tapi ada sebuah lagu yang memainkan suara dari arah sini (kepala) aku seperti itu, hal semacam ini benar-benar mungkin terjadi.
Apa tujuan teknik breaking the 4th wall ?
Kristo Immanuel Itu sebenarnya mencerminkan kebiasaanku sendiri. Contohnya saat berada dalam situasi yang membingungkan, aku sering merasakan ingin berkata kepada "kamera yang tidak terlihat," seperti, "Astaga, saya benar-benar ingin pergi dari sini," lalu kembali lagi ke percakapan tersebut. Jadi sepertinya ada momen hilang selama beberapa detik, kemudian dilanjutkan kembali. Inilah yang digambarkan secara visual sebagai breaking the 4th wall.
Nirina Zubir Sebetulnya itu adalah isi pikirannya yang sedang "retak". Jadi tidak seperti dalam film pada umumnya yang memancing diskusi dengan penonton, tetapi lebih kepada ia berbicara pada diri sendiri, sementara kami para penonton diberikan kesempatan untuk menyaksikan isi kepala sesungguhnya miliknya.
GEOFANNY ELIZABETH
Anda telah membaca artikel dengan judul Wawancara Kristo Immanuel & Nirina Zubir: Kehidupan yang Menginspirasi. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan