Tukar 7 Benda ini untuk Rumah Lebih Hijau
KMI NEWS - Pernahkah kamu melihat sekitar rumahmu lalu memikirkan, berapa banyak benda-benda yang sering kita gunakan setiap hari justru merugikan alam?
Bukanlah hal yang remeh. Semakin banyak orang memahami bahwa berkelanjutan tidak hanya terbatas pada membawa kantong belanja sendiri atau menolak penggunaan sedotan plastik.
Meski merupakan kegiatan sehari-hari yang sederhana, seperti cukur atau bersih-bersih di dapur, dapat memiliki dampak signifikan.
Berita baiknya adalah membuat rumah yang lebih ramah lingkungan tidak selalu memerlukan perubahan signifikan atau biaya tinggi.
Terkadang, tindakan kecil justru memiliki dampak terbesar. Dan tambahannya? Banyak perubahan tersebut ternyata bisa mengurangi pengeluaran secara bertahap.
Dikutip dari VegOut, ini adalah tujuh perubahan bijak yang dapat segera membuat rumah Anda terlihat lebih sesuai dengan prinsip lingkungan tanpa mengganggu anggaran atau kebiasaan harian.
1. Gunakan pisau cukur pengaman alih-alih pisau cukur sekali pakai
Setiap tahun, sekitar 2 miliar pisau cukur sekali pakai berakhir di tempat sampah. Ya, miliar. Semua plastik itu bisa butuh 100 tahun untuk terurai.
Pisau cukur pelindung merupakan pilihan bijak. Dibuat dari bahan logam, awet, serta cuma perlu mengganti bagian mata pisau dengan harga jauh lebih terjangkau daripada cartridge pengisi ulang. Hasil pemotongan pun lebih rapi dan lembut.
Setelah terbiasa, penggunaan pisau ini terasa lebih elegan—baik dari segi tampilan di kamar mandi maupun dari sisi keberlanjutan.
2. Gunakan kain sebagai pengganti handuk kertas yang bisa dipakai berulang kali
Kertas tisu sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, tetapi cenderung mudah habis dan meninggalkan banyak limbah. Coba taruh beberapa lembar kain mikrofibre atau potongan baju bekas di dekat area dapur. Gunakan alat-alat ini untuk membersihkan air yang tumpah, menyeka permukaan meja, atau hanya sebagai pengering tangan.
Kain ini bisa langsung dicuci bersama cucian lain dan digunakan berkali-kali. Hasilnya lebih bersih, lebih hemat, dan tentu saja lebih ramah lingkungan. Lama-lama, kamu bahkan bisa lupa kapan terakhir kali membeli tisu dapur.
3. Ganti Bungkus Plastik dengan Beeswax Wraps
Kemasan plastik terkadang merepotkan—melekat, sulit dipotong, dan akhirnya terselip di bagian yang tak semestinya.
Lilin lebah merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan serta menarik. Dapat dibersihkan, dipakai kembali selama setahun, dan membantu menjaga kesegaran makanan lebih lama.
Mungkin juga dapat dibuat secara mandiri menggunakan kain katun dan pernis lebah — sebuah proyek libur akhir pekan yang menghibur sekaligus berguna. Keuntungannya? Sisa makanan seperti sayuran, buah-buahan, atau keju akan tetap segar lebih lama, serta lemari es tampak lebih indah.
4. Pilih sabun batang dibandingkan dengan sabun cair
Sampul botol plastik untuk sabun cair serta produk sejenis seperti shampo dan sabun mandi biasanya selalu ada di dalam kamar mandi. Sayangnya, hal ini turut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap sampah plastik.
Sabun batang saat ini sedang naik daun. Tahan lama, tanpa pengemasan plastik, serta biasanya terbuat dari bahan alami yang lebih ramah untuk kulit. Bahkan ada shampo dan pelembap berbentuk batang.
Kini lemari kecil di kamar mandi terlihat lebih bersih dan rapi tanpa tumpukan botol.
5. Manfaatkan botol minum yang bisa diisi ulang dibandingkan dengan air kemasan
Menggunakan air dalam kemasan secara teratur untuk keperluan rumah tangga sesungguhnya tidak diperlukan — baik dari segi ekonomis maupun lingkungan. Kemasan plastik yang sudah dipakai menumpuk sangat cepat, dan sebagian besar tidak benar-benar diolah ulang.
Investasikanlah dalam penyaring air serta botol minum berkulaitas yang dapat dipakai kembali. Letakan satu buah di meja kerja, satunya lagi di tas, dan yang ketiga di kendaraan Anda. Selain lebih mudah dibawa, rasa airnya juga terasa lebih segar.
Menggunakan botol yang bisa diisi kembali, sudah tidak perlu khawatir habis air atau membawa galon dari toko.
6. Gunakan Pemancar Aromaterapi Alami Daripada Pengharum Ruangan
Wewangian pada pengharum ruangan tradisional memang menarik, tetapi baunya berasal dari zat kimia buatan yang tidak selalu aman bagi kesehatan maupun alam sekitarnya.
Alat pengharum minyak atsiri merupakan pilihan alami yang juga bisa membuat tenang. Manfaatkan lavender untuk rileksasi, mint untuk meningkatkan energi, atau jeruk nipis untuk memberikan sensasi segar.
Aroma yang dihasilkan terasa lebih lembut, lebih alami, serta dapat disesuaikan sesuai perasaan Anda. Keuntungan tambahan: beberapa jenis minyak atsiri juga memiliki manfaat kesehatan yang telah dibuktikan.
7. Berpindah menggunakan lampu LED di seluruh rumah
Perubahan kecil ini memiliki pengaruh yang signifikan—baik bagi tagihan listrik Anda maupun lingkungan.
LED membutuhkan sekitar 75% kurang daya daripada lampu pijar dan mampu berfungsi hingga 25 kali lebih tahan lama.
Kemampuan pencahayaannya telah mengalami kemajuan signifikan: hadir dengan beragam variasi warna guna membentuk atmosfer sesuai keinginan Anda. Mulai dari sinar yang lembut dan menyenangkan di ruang tamu hingga cahaya yang terang dan konsentrasi di area kerja.
Pada awalnya mungkin terlihat agak mahal, tetapi hematannya dalam jangka panjang sangat bernilai.
Perubahan Kecil, Dampak Besar
Tidak harus menjadi ahli lingkungan dulu untuk memulai berkontribusi. Tindakan sederhana yang dapat dilakukan kapan saja tetap mudah dijalankan. Secara tidak sadar, rumah akan terasa lebih segar, lebih efisien dalam penggunaan energi, serta pastinya lebih baik bagi planet Bumi.
ingatlah bahwa kelanjutan tidak berarti sempurna, melainkan mengenai pilihan bijak yang diambil dengan konsistensi.
Anda telah membaca artikel dengan judul Tukar 7 Benda ini untuk Rumah Lebih Hijau. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan