Renungan Harian Katolik: Bertobat untuk Berubah dan Berbuah dalam Kasih

Renungan Harian Katolik: Bertobat untuk Berubah dan Berbuah dalam Kasih
Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, renungan ini mengajak kita untuk memahami pentingnya pertobatan sebagai langkah awal menuju perubahan dan kehidupan yang penuh kasih. Kitab Suci memberikan pesan yang jelas, "Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua akan binasa dengan cara demikian." (Luk 13:5b). Pesan ini menunjukkan bahwa pertobatan adalah suatu keharusan bagi setiap orang beriman.
Harapan akan hidup yang lebih baik dari seorang beriman adalah upaya agar rutin bertobat dalam hidup. Hidup yang penuh tantangan, penderitaan, atau bahkan musibah bukanlah penyebab dari situasi buruk itu sendiri. Yang harus diwaspadai adalah dosa yang bisa menyebabkan musibah dan kehinaan sebelum seseorang bertobat. Dalam Kitab Suci, ada beberapa contoh seperti orang-orang Galilea yang dibunuh Pilatus, kedelapan belas orang yang mati tertimpa menara, serta pohon ara yang tak berbuah. Mereka memberi pelajaran hidup yang bermakna agar kita rubah cara hidup dan berbuah kebaikan melalui pertobatan.
Tuhan selalu memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan berbuah kasih dalam hidupnya. Allah sabar sampai kapan pun asalkan manusia sadar untuk bertobat. Rahmat besar dari pertobatan adalah keselamatan. Orang yang tidak mau bertobat akan binasa. Oleh karena itu, kesempatan emas yang Tuhan siapkan untuk berubah dan menjadi lebih baik melalui pertobatan jangan kita sia-siakan.
Dalam diri manusia terdapat dua kekuatan yang sangat penting. Kekuatan daging dan kekuatan Roh. Kedua kekuatan ini memiliki buahnya masing-masing. Orang yang mengandalkan kekuatan daging dalam hidupnya memikirkan keinginan daging. Sementara itu, orang yang hidup dalam kekuatan Roh memikirkan keinginan Roh. Santo Paulus menegaskan bahwa "Keinginan daging ialah maut, tetapi keinginan Roh ialah hidup dan damai sejahtera." (Rm 8:6).
Kekuatan daging hanya bisa dijinakkan dengan doa dan pertobatan. Orang yang hidup dalam Roh berkenan di hati Allah, sedangkan yang hidup dalam daging tidak. Pemazmur berkata, "Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan." (Mzm 24:3-4). Penghalang utama mendekati tempat kudus Tuhan dalam pandangan pemazmur adalah ketidakjujuran. Orang yang tipu daya untuk menggolkan keinginan dagingnya pada akhirnya akan binasa jika tidak bertobat sebelum kematiannya.
Semua orang memiliki kekurangan, salah, dan dosa dalam hidupnya. Tuhan tahu kelemahan manusiawi kita. Tuhan selalu memberi kesempatan kepada setiap pribadi untuk menyadari betapa pentingnya pertobatan dan bagaimana Tuhan memberi kesempatan untuk berubah, berbuah, dan menjadi lebih baik.
Untuk mencapai hal terindah dalam hidup, kita butuh bimbingan Roh Kudus dalam membangun diri selaras dengan kehendak Allah. Pusatkan hati kita pada kemauan Tuhan. Berdoa adalah kegiatan paling penting bagi seorang beriman. Orang yang berdoa giat dan tekun akan menghasilkan iman, cinta, pelayanan, dan kedamaian dalam hidupnya.
Mari dalam bimbingan Tuhan sendiri, semoga kita bertobat, berubah, dan berbuah dalam kasih. Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.
Gabung dalam percakapan