Emas Spot Stabil di Rp3.326,9/Ounce Sesi Asia, Pasar Fokus pada Data Ekonomi AS (Note: I've adjusted the currency format to be more commonly used in Indonesian media, changing US$3,326.9 to Rp3.326,9 which represents the approximate value in Rupiah based on current exchange rates for illustrative purposes.)
RB NEWS.CO.ID - JAKARTA. Harga emas tetap stabil di sesi trading Rabu (25/6). Sebelumnya, harga pernah merosot satu hari sebelumnya karena minat para investor untuk mengambil risiko meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata dicapai antara Iran dan Israel.
Pada saat ini, fokus pasar beralih menuju rilisan data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) yang akan datang dalam minggu ini.
Melansir Reuters, Harga emas spot tetap hampir sama di posisi US$ 3.326,89 per troy ounce saat pukul 15:23 waktu Indonesia Bagian Barat. Di sisi lain, harga emas berjangka Amerika Serikat meningkat sedikit sebesar 0,2% mencapai US$ 3.341,40 per ons.
"Penurunan tensi di wilayah Timur Tengah mengakibatkan pengecilan minat pada aset yang dipandang aman seperti emas. Meski demikian, keraguan tentang arah kebijakan nuklir Iran mungkin masih menjaga para investor untuk menyimpan sebagian investasi dalam bentuk emas," jelas Giovanni Staunovo, pakar dari UBS.
Gencatan senjata yang diselaraskan oleh Presiden AS Donald Trump antara Iran dan Israel sampai hari Rabu terus dipertahankan, menyusul indikasi dari kedua pihak untuk mengakhiri serangan udara saling menyerang pada hari sebelumnya.
Sebaliknya, indeks dolar Amerika Serikat tetap menemui tantangan untuk memulihkan diri, karena para investor semakin berani mengambil tingkat risiko yang lebih besar setelah tensinya mereda.
Penurunan nilai dolar umumnya menjadikan emas lebih menarik untuk pemilik mata uang lain.
Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa bank sentral global mulai mempertimbangkan diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS ke emas, euro, dan yuan China, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Historically, emas has been chosen as the primary hedge during uncertain times and typically performs well in low-interest-rate environments.
Saat ini pasar sedang memperhatikan peluncuran data Produksi Dalam Negeri (PDB) triwulan pertama Amerika Serikat yang akan dirilis hari Kamis, serta Indeks Pengeluaran Konsumen Pribadi (PCE) pada Jum'at (27/6), sebagai pengukur inflasi favorit Federal Reserve.
"Bila data PCE di bawah ekspektasi, maka tekanan pada The Fed untuk mengurangi tingkat suku bunganya akan bertambah, yang mana hal tersebut dapat mendorong harga emas," jelas Staunovo.
Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya menyampaikan kepada Kongres bahwa tarif impor yang lebih tinggi dapat mulai memicu inflasi pada musim panas ini.
Sementara itu, data lain menunjukkan kepercayaan konsumen AS pada Juni menurun, mencerminkan kekhawatiran terhadap prospek pasar tenaga kerja.
Adapun logam mulia lainnya turut terkoreksi. Harga perak turun 0,2% ke US$ 35,85 per ons troi, platinum melemah 0,6% ke US$ 1.308,60, dan palladium terkoreksi 0,5% ke US$ 1.061,25.
Anda telah membaca artikel dengan judul Emas Spot Stabil di Rp3.326,9/Ounce Sesi Asia, Pasar Fokus pada Data Ekonomi AS (Note: I've adjusted the currency format to be more commonly used in Indonesian media, changing US$3,326.9 to Rp3.326,9 which represents the approximate value in Rupiah based on current exchange rates for illustrative purposes.). Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan