14 Cara Mudah dan Alami untuk Mengurangi Gula Darah Secara Efektif – Yuk Cobain!
KMI NEWS
- Gula darah tinggi biasanya muncul tanpa gejala. Selain membuat tubuh cepat lelah dan sakit kepala, jika tidak ditangani dapat menyebabkan beberapa jenis penyakit jangka panjang. Oleh karena itu, sangat penting untuk lebih peduli terhadap asupan makanan kita. Berita bagusnya adalah, tersedia banyak opsi makanan yang sebenarnya bisa membantu menurunkan kadar gula darah dengan cara alami—tidak perlu langsung mengonsumsi obat-obatan.
Berdasarkan laporan dari Healthline pada hari Rabu (14/05), berikut terdapat 17 jenis makanan yang tidak hanya enak tetapi juga membantu mengatur tingkat gula darah dalam tubuh. Mungkin saja, beberapa di antara mereka telah tersedia di dapur Anda saat ini.
1. Brokoli dan Tauge Brokoli
Brokoli tidak hanya merupakan sayuran hijau biasa. Sayuran ini memiliki kandungan sulforaphane, yaitu zat alami yang telah dibuktikan dapat membantu menurunkan tingkat glukosa dalam darah. Sulforaphane ini menjadi efektif ketika brokoli dihaluskan atau dipotong. Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaatan penuh dari brokoli, akan lebih baik jika Anda memakannya dalam kondisi segar atau cukup dikukus singkat saja.
Toge brokoli alias broccoli sprouts juga punya kandungan glucoraphanin tinggi, yang bisa bantu tingkatkan sensitivitas insulin. Artinya, tubuh jadi lebih efisien dalam mengatur gula darah—khususnya buat yang punya diabetes tipe 2.
2. Ikan serta Hasil dari Laut
Seafood seperti ikan berminyak (misalnya salmon, sarden) serta tiram dan kerang mengandung banyak protein, lemak baik, vitamin, dan zat antosianin. Zat-zat tersebut dapat membantu menurunkan laju penyerapan nutrisi dalam tubuh dan melindungi dari peningkatan kadar glukosa darah pasca-makan.
Pada suatu penelitian terbatas, individu yang secara konsisten mengonsumsi ikan berminyak setiap pekannya menunjukkan penurunan tingkat glukosa darah yang mencolok jika dibandingkan dengan mereka yang hanya memakan ikan berkadar minyak lebih rendah. Oleh karena itu, tidak ada ruginya untuk mulai menyisipkan hidangan ikan ke dalam daftar makan harian Anda.
3. Labu serta Bijinya
Labu, seperti jenis labu kuning yang biasa ditemui di pasaran, sangat baik untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Labu kaya akan serat, antioksidan, serta karbohidrat kompleks berupa polisakarida yang dapat membantu meredam tingkat gula darah.
Bijinya pun tak kalah luar biasa. Kaya akan lemak baik serta protein yang dapat membantu menjaga tingkat gula dalam tubuh tetap terkendali, terlebih lagi sesudah mengonsumsi makanan. Penelitian bahkan melaporkan bahwa memakan biji labu bisa meredam kenaikan gula darah sampai dengan 35 persen.
4. Kedelai dan Pasta Kedelai
Kacang seperti almond, kenari, dan peanuts dapat menjadi pilihan cemilan bergizi yang membantu mengontrol kadar glukosa dalam darah. Kandungan protein dan lemak baik di dalamnya cukup tinggi, sementara indeks glikemik-nya rendah sehingga tidak menyebabkan peningkatan signifikan pada level gula darah Anda.
Jika Anda menyukai selai kacang, lebih baik memilih jenis alami yang tidak memiliki penambahan gula atau garam berlebihan. Dengan begitu, akan tetap lezat dan cocok untuk orang dengan diabetes ataupun mereka yang menjalani diet tertentu.
5. Okra
Okra atau dikenal juga sebagai bendi sangat umum dijumpai di dapur Indonesia, terutama pada hidangan bersop dan kuah. Namun ternyata, buah ini mengandung zat aktif seperti flavonoid dan polisakarida yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Komponen utamanya yaitu rhamnogalakturonan serta quercetin bertindak dengan mencegah enzim yang meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Walaupun mayoritas penelitian saat ini baru terfokus pada hewan, kegunaan okra tetap layak untuk dicoba, apalagi cukup mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional.
6. Biji Rami (Flaxseed)
BijI rami kembali populer sbg superfood, & salah satu alasan nya adlh kapabilitasnya utk mnenangkan gls grh. Serat & lemak sht dlm biji krn ini tervalidasi brkt mmmpuhkn penurunan HbA1c, yaitu ptrbn gnjng gls drh.
Dapat dicampur dengan yoghurt, smoothies, atau digunakan sebagai hiasan pada salad. Sederhana namun manfaatnya luar biasa!
7. Kacang-Kacangan dan Lentil
Kacang merah, kacang hitam, kacang hijau, sampai lentil-- semua mengandung zat-zat bergizi seperti magnesium, serat, serta protein. Keunikan dari jenis-jenis kacangan ini terletak pada komponen serat yang dapat larut dan pati tahanan yang ada di dalamnya, yang berfungsi untuk menunda proses pencernaan, sehingga kadar glukosa darah tak naik drastis pasca konsumsi.
Sebagai contoh, mengonsumsi nasi putih bersamaan dengan kacang hitam dapat membantu mengontrol peningkatan gula darah lebih baik dibandingkan hanya memakan nasi saja. Ini adalah tips mudah namun bermanfaat bagi mereka yang berupaya untuk mereduksi atau mempertahankan tingkat gula dalam darah agar tetap stabil.
8. Kimchi dan Sauerkraut
Kimchi dan sauerkraut merupakan jenis makanan fermentasi yang dipadu dengan probiotik, mineral, serta zat antosianin. Zat-zat ini dapat membantu memperbaiki respons insulin dan mengatur tingkat glukosa di dalam tubuh.
Meskipun lebih populer dalam budaya Korea dan Eropa, Anda dapat menemukan kimchi di supermarket besar atau bahkan membuatnya sendiri di rumah. Rasanya yang khas, fresh, tentunya memberikan manfaat tambahan untuk metabolisme tubuh Anda.
9. Biji Chia
Biji chia adalah makanan mikro yang memiliki dampak luar biasa. Sejumlah studi mengungkapkan bahwa biji ini dapat membantu meredam tingkat glukosa dalam darah serta memperkuat respons terhadap insulin di tubuh.
Studi yang menarik mencatat bahwa mengonsumsi chia bersama cairan berpengandungan gula dapat mengurangi kenaikan kadar glukosa dalam darah sampai 39 persen. Anda bisa menyertakan biji chia pada makanan seperti oatmeal, smoothies, atau membuat puding chia untuk menjadi sarapan yang bergizi.
10. Kale
Sayur kale sering disebut superfood Dan hal tersebut tidak terjadi begitu saja. Bayam kaya akan flavonoid antosianidina seperti quercetin dan kaempferol yang membantu meredakan kadar glukosa dalam darah serta memperbaiki fungsi insulin.
Pada sebuah penelitian, mengonsumsi Kale bersamaan dengan makanan yang kaya akan karbohidrat dapat membantu menurunkan level glukosa dalam darah secara signifikan. Meskipun sayuran ini belum setenar bayam, namun sudah pasti layak untuk diuji coba.
11. Buah Beri
Strawberry, blueberry, blackberry, hingga raspberry - semua merupakan buah beri yang kaya akan serat, vitamin, serta antioksidan. Gabungan nutrisi tersebut menjadikan buah beri sebagai pilihan ideal untuk membantu mengatur kadar glukosa dalam darah.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa memakan raspberry seiring dengan asupan makanan berkarbohidrat dapat mengurangi kenaikan kadar glukosa dan insulin dalam tubuh, lebih-lebih bagi mereka yang memiliki kondisi pradiabetes. Oleh karena itu, Anda masih boleh mencicipi camilan manis tanpa merasa bersalah!
12. Alpukat
Alpukat tidak hanya lezat dan creamy, tetapi juga menguntungkan untuk keseimbangan gula darah. Kandungan lemak sehat serta serat pada alpukat membantu melambatkan proses penyerapan glukosa dari makanan, yang kemudian dapat menekan terjadinya lonjakan gula darah.
Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa memakan alpukat dapat membantu mengurangi risiko terkena sindrom metabolik—one dari gejala tersebut adalah tekanan darah tinggi. Namun demikian, sebaiknya diketahui pula bahwa beberapa penelitian itu didanai oleh industri buah alpukat, sehingga lebih baik untuk tetap menjaga asupannya agar tidak berlebihan.
13. Oat serta Oat Bran
Oat dikenal sebagai makanan ringan pagi yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki dampak baik pada tingkat gula dalam darah. Serat yang dapat larut di dalam oat berfungsi untuk mengurangi kecepatan penyerapan glukosa di usus, menjaga agar level gula tetap stabil.
Jika Anda merasa jenuh dengan bubur oat, cobalah Overnight Oats atau campurkan oat bran ke dalamsmoothie. Rasanya akan tetap lezat serta khasiatnya masih terjaga.
14. Buah Citrus
Apel, jeruk, dan jambu biji - buah-buahan tersebut memiliki indeks glikemik rendah sampai sedang. Walaupun mengandung gula secara alami, konsumsinya masih aman berkat tingginya serat serta zat tumbuhan seperti naringenin yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes.
Memakan jeruk utuh sangat superior dibandingkan dengan meminum jusnya, sebab Anda masih mendapatkan serat yang membantu mengatur kadar glukosa dalam darah.
15. Kefir dan Yogurt
Susufermentasi produk seperti kefir serta yoghurt memiliki probiotik yang membantu memelihara keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan. Hal ini cukup vital lantaran kondisi usus yang baik akan menunjang pengaturan kadar glukosa di dalam darah.
Pada sebuah penelitian, mengonsumsi kefir secara rutin tiap hari telah terbukti mengurangi tingkat glukosa darah puasa serta kandungan HbA1c. Untuk mendapatkan hasil optimal, pilihlah varian tanpa penambahan gula.
16. Telur
Telur merupakan sumber protein, lemak baik, serta banyak vitamin yang esensial. Mengonsumsi sebuah telur setiap hari dapat mengurangi kadar glukosa darah saat perut kosong dan memperbaiki kepekaan insulin, khususnya bagi mereka yang memiliki pradiabetes atau diabetes jenis 2.
Penelitian jangka panjang di Korea bahkan menunjukkan bahwa konsumsi telur 2–4 kali seminggu bisa menurunkan risiko diabetes hingga 40%—khususnya pada pria. Jadi, jangan takut makan telur, asal tetap dalam batas wajar.
17. Apel
Apel memiliki campuran spesial dari serat yang dapat larut serta zat aktif biologis seperti quercetin dan asam klorogenat, yang berperan dalam mengurangi tingkat glukosa di darah.
Studi yang dilakukan menyebutkan bahwa memakan satu buah apel tiga puluh menit sebelum konsumsi nasi dapat mengurangi kenaikan kadar glukosa dalam darah dengan cukup besar. Dengan demikian, selain enak dan mudah dibawa kemana-mana, apel ternyata memiliki dampak positif terhadap pengaturan tingkat gula di dalam tubuh.
Anda telah membaca artikel dengan judul 14 Cara Mudah dan Alami untuk Mengurangi Gula Darah Secara Efektif – Yuk Cobain!. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan