Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Nasional Sepekan: Jajanan Anak Mengandung Babi Hingga Jokowi ke Pemakaman Paus Fransiskus

Ruang Baca News , Jakarta - Berbagai masalah mengwarna peliputan berita tersebut Tempo Selama minggu ini, Tempo mengumpulkan tiga berita utama. Nasional yang menjadi isu hangat dalam sepekan terakhir sejak 21 April sampai 25 April 2025.

Sejumlah isu yang ramai diperbincangkan antara lain Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BJPH) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM Menemui adanya jajanan anak yang terkontaminasi daging babi. Selanjutnya, berita tentang wafatnya Paus Fransiskus dan kemudian Presiden Prabowo Subianto mengirim mantan Presiden Joko Widodo ke upacara pemakaman tersebut. Terakhir, timbul kembali masalah keracunan dari program makanan bernutrisi gratis.

Berikut tiga berita populer dalam sepekan yang dirangkum Tempo.

1. Makanan Ringan untuk Anak Terdapat Daging Babi

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sembilan jajanan anak berupa marshmallow mengandung unsur babi (porcine). Temuan ini diumumkan ke publik pada 21 April 2025.

Kepala BPOM Taruna Ikrar bercerita, temuan sembilan produk marshmallow mengandung unsur babi (porcine) itu diperoleh dari hasil pengawasan rutin BPOM terkait keamanan pangan termasuk kesesuaian label terkait halal. Kandungan porcine dibuktikan melalui pengujian laboratorium untuk parameter uji DNA dan peptida spesifik porcine.

Dari hasil pengawasan ini, BPOM kemudian berkoordinasi dengan BPJPH sesuai Perjanjian Kerja Sama Nomor 10 Tahun 2024 (BPJPH) dan Nomor KS.01.01.2.06.24.05 (BPOM) tentang Pengawasan Jaminan Produk Halal di Bidang Obat dan Makanan.

Selanjutnya, BPJPH melaksanakan pemerusan analisis, memperbesar jangkauan pengumpulan contoh serta melakukan tes dan mengikuti upaya terhadap para pebisnis. Di antara sembilan hasil produksi ini, tujuh di antaranya sudah mendapatkan sertifikasi halal. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan yang ada, implementasi hukuman seperti peringatan dan pencabutan produk dari pasaran dipantau oleh BPJHP.

Untuk kedua produk tersebut, tidak terdapat sertifikasi halal serta informasi seputar konten daging babi atau metode pengolahan yang mungkin melibatkan penyentuhan dengan bahan berbasis babi dalam produksinya.

“Namun hasil pengujian menunjukkan produk mengandung DNA babi,” ucap Ikrar. “Produk ini seharusnya diberi label mengandung babi sehingga tidak sesuai dengan data saat registrasi dan tidak sesuai dengan ketentuan pelabelan pangan olahan.”

Ahmad Haikal Hasan, kepala BPJPH, menyebut bahwa mereka sudah menerapkan hukuman dengan menarik tujuh jenis barang bertanda halal dari pasaran.

Selain kedua produk tersebut, yang diduga tidak menyediakan informasi akurat pada saat pendaftaran, BPOM sudah mengeluarkan hukuman berupa peringatan dan memerintahkan pengusaha agar langsung menarik barang dari pasaran. Hukuman ini sesuai dengan Pasal-pasal dalam UU No. 18 tahun 2012 tentang Makanan serta PP No. 69 Tahun 1999 tentang Penyajian Informasi dan Promosi Produk Makanan.

Berikut ini merupakan daftar makanan yang memuat bahan dari babi yang telah diinformasikan oleh BPOM bersama BPJPH:

1. Corniche Fluffy Jelly Marshmallow (Marshmallow Aneka Rasa Leci, Jeruk, Stroberi, Anggur)

2. Corniche Marshmallow Berbentuk Teddy dengan Rasa Apel (Apple Teddy Marshmallow)

3. ChompChomp Mobil Permen Kapas (Kapal Api Berbentuk Mobil dari Marshmallow)

4. Bunga Lembut ChompChomp (Bentuk Bunga Marshmallow)

5. Marshmallow ChompChomp Berbentuk Silinder (Marshmallow Mini)

6. Gelatin Asli (Pengemulsi Makanan untuk Membuat Jelly)

7. Larbee - Isi SELAI VANILA pada marshmallow TYL (Isian Selai Vanilla Pada Marshmallow TYL)

8. Permen AAA Rasa Jeruk Marshmellow

9. SWEETME Rasanya marshmallow coklat.

Haikal menyebut bahwa terdapat beberapa alasan mengenai adanya produk berlabel halal namun ternyata mengandung babi. Salah satunya adalah ulah pedagang jujur yang memodifikasi formulir bahan dasar. Selain itu, menurut Haikal, juga dapat disebabkan oleh produsen yang baik hati, akan tetapi hasil pengecekan dari lembaga pemeriksa keabsahan halal belum cukup cermat untuk mendeteksi zat tersebut.

Semua kemungkinannya tetap ada. Akan tetapi, BPJPH kita memiliki lab modern yang dapat mengetahui keberadaan bahan dari babi," jelas Haikal. "Apabila BPJPH memuat materi hewan tersebut, berarti memang terdapat babi di dalamnya. Mengapa demikian? Sebab laboratorium kami merupakan salah satu yang paling maju.

2. Presiden Prabowo Mengirim Jokowi ke Upacara Pemakaman Paus Fransiskus

Semenjak dunia meratapi kepergian Paus Franziskus yang terjadi pada hari Senin, tanggal 21 April 2025, di tempat tinggalnya yaitu Casa Santa Marta, Vatikan. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan ungkapan duka cita atas kepulangannya sang Paus.

Dalam pernyataannya secara resmi, Prabowo menyampaikan bahwa dunia telah kehilangan figur teladan dengan komitmen kuat terhadap kedamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan. Dia juga menyinggung tentang kenangan Sri Paus ketika berkunjung ke Jakarta.

"Kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta pada tahun lalu telah meninggalkan kesan yang mendalam bukan saja bagi jemaah Katolik, tetapi juga di hati masyarakat Indonesia secara luas," ujar Prabowo melalui pernyataan resmi serta keterangan gambar di akun Instagram-nya, 21 April 2025.

Presiden Prabowo tidak dapat hadir dalam pemakaman tersebut sehingga ia mengirimkan beberapa perwakilan seperti Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta Ignatius Jonan yang akan menyampaikan penghormatan atas nama Presiden Republik Indonesia dan pemerintahan kepada Sri Paus Fransiskus di Vatikan, Roma pada hari Sabtu tanggal 26 April 2025.

"Harapan kami adalah delegasi ini bisa menjadi perwakilan bagi bangsa dan negara kita saat menyampaikan rasa simpati dan duka cita," ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung Kementerian SekretariatNegara, Jakarta, pada hari Rabu, 23 April 2025.

Akan tetapi, langkah Presiden Prabowo yang memilih Presiden ke-7 Joko Widodo sebagai wakilnya dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus telah mendapat tanggapan variatif dengan adanya dukungan dan kritikan dari beragam pihak, termasuk tokoh-tokoh partai serta analis politik.

Politikus PDIP Aria Bima mempertanyakan mengapa Presiden Prabowo Subianto tak mengutus wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, ke Vatikan. Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menilai Gibran Rakabuming Raka memiliki posisi strategis untuk menunjukkan pemerintah berbela sungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus.

"Aria Bima menyinggung mengenai alasan Kenapa tidak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang pergi?" ujarnya ketika bertemu dengan media di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Virdika Rizky Utama menyebut bahwa Presiden Prabowo memberikan sinyal politik yang kurang tepat dengan mengirim Joko Widodo ke upacara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Ia menjelaskan alasan utamanya adalah karena Jokowi sebelumnya termasuk dalam daftar calon penerima gelar penghargaan sebagai salah satu orang tersibuk koruptor pada tahun 2024 menurut Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Menurut Virdika, rekam jejak Jokowi itu sudah tercatat dalam memori politik internasional. Meski hanya masuk nominasi, reputasi Jokowi sudah terkait dengan korupsi. "Mengutus Jokowi seperti mengirim pesan blunder. Indonesia mengirim figur yang dicurigai publik global ke ruang yang dijaga ketat secara moral. Ini bukan soal hukum, ini soal pesan politik," kata dia saat dihubungi, Kamis, 24 April 2025.

Virdika mengatakan, upacara pemakaman Paus Fransiskus bukan sekadar seremoni. Pemakaman itu juga merupakan panggung etika global.

Sementara itu pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio, tak mempermasalah penunjukan ini. Ia mengatakan banyak pemimpin negara lain yang mengutus pemimpin sebelumnya untuk ke pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Negara itu seperti Amerika Serikat dan Inggris.

"Itu biasa dilakukan Amerika Serikat dan Inggris," kata dia saat dihubungi, Kamis, 24 April.

Menurut pendapat Hendri, langkah yang diambil Prabowo dengan mengirimkan pesan melalui Jokowi agar masyarakat memahami tak adanya "dua matahari" mencerminkan keinginan Prabowo menjadi figur presiden. Sedangkan, lanjutan Hendri, perannya sebagai pembawa pesan tersebut justru dimiliki oleh Jokowi.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memberi komentar tentang sebab Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Jokowi untuk hadir dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.

Dia menjelaskan bahwa saat lawatan pada awal September 2024 lalu, Paus Fransiskus merupakan tamu Jokowi. Saat itu Paus berkunjung dalam rangka perjalanan apostolik. Muzani berujar, saat kunjungan tersebut Jokowi masih menjabat presiden dan dialah yang bertemu langsung dengan Paus.

"Oleh karena itu, Bapak Prabowo menyatakan bahwa posisinya setinggi kepala negara saat itu. Karena alasan tersebutlah beliau meminta bapak Jokowi untuk hadir dan mewakili pemerintahan, rakyat, serta seluruh bangsa Indonesia di Vatikan," jelas Muzani dari komplek MPR/DPR/DPD pada hari Jumat, 25 April 2025.

Pemimpin MPR tersebut mengatakan bahwa Jokowi tidak dikirim ke Vatikan secara terpisah. Jokowi juga ditemani oleh perwakilan dari negara-negara lain.

3. Keracunan Dari Makanan Bernutrisi Gratis

Carut-marut makan bergizi gratis kembali terjadi. Sejumlah daerah melaporkan kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis. Setidaknya empat wilayah telah melaporkan insiden ini sejak program ini berjalan awal 2025.

Insiden terakhir ini terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, spesifik di SDN 33 Kasipute pada hari Rabu, 23 April 2025. Sejumlah belasan siswa mulai mual-mual seusai mencium baunya yang tidak enak dari paket MBG yang memuat isi seperti nasi putih, ayam Karaage, tahu goreng, serta sup sayuran. Menurut pernyataan kepala sekolah lokal bernama Santi Jamal, sumber keanehan tersebut diduga datang dari daging ayam crispy yang ternyata telah basi. Polisi kemudian menegaskan bahwa sebanyak 53 dari total 1.026 kotak makanan diklasifikasi sebagai produk dengan kondisi kurang baik untuk disantap.

Sebelum tanggal 21 April 2025, terdapat laporan tentang keracunan massal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang menyerang 78 orang antara lain siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1. Insiden tersebut merupakan sebagian dari Kejadian Luar Biasa (KLB), yang dinyatakan oleh pihak pemerintahan setempat, setelah keseluruhan 176 penduduk mengalami gejala mirip karena memakan makanan dari sebuah perayaan rumah tangga.

Di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 29 murid Sekolah Dasar Katolik Andaluri dibawa ke pusat perawatan kesehatan setelah memakan makanan yang dicemarkan pada tanggal 18 Februari 2025. Murid-murid tersebut melaporkan adanya gejala-gejala keracunan berupa rasa mual serta muntahan.

Insiden mirip pun telah terjadi di SDN Dukuh 03 Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tanggal 16 Januari 2025. Sekitar sepuluh anak dari jumlah keseluruhan sebanyak 200 pelajar yang mendapatkan makanan MBG merasakan nyeri perut serta pusing setelah menyantapnya. Menurut kepala sekolah Lilik Kurniasih, kejadian itu segera ditangani oleh Puskesmas dan tak ada siswa yang memerlukan rawatan inap di rumah sakit.

Ahli nutrisi dari Poltekkes Kendari, Melda Dwi Febriani Putri, mencurigai bahwa sejumlah kasus tersebut berhubungan dengan masalah dalam penyebaran atau pemeliharaan makanan. Dia mengingatkan pentingnya pemeriksaan yang lebih teliti terhadap tahapan pembuatan dan pengantaran makanan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyerukan penilaian ulang atas program Makan Bergizi Gratis untuk mencegah insiden keracunan berulang pada anak-anak di lingkungan sekolah. Pernyataannya tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas kejadian siswa keracunan akibat konsumsi MBG di Cianjur, Jawa Barat.

" informasi tersebut kami peroleh melalui saluran berita. semoga hal ini dapat memberikan bahan pertimbangan bagi para stakeholder yang berkaitan," ujar Abdul Mu'ti ketika ditemui seusai mengikuti Konferensi Pers Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 24 April 2025.

Menangani masalah tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebutkan bahwa mereka akan menetapkan prosedur operasional standar (POS) guna mencegah insiden keracunan makanan berulangkali terjadi. Antara lain, sisanya dari makanan wajib dikirim kembali ke dapur Unit Layanan Penyedia Gizi (ULPG), sehingga lebih mudah melakukan tes laboratorium pada contoh-contohnya milik Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Untuk melakukan pengujian laboratorium, perlu dibandingkan antara sampel makanan dari dapur dan yang telah dikirm ke sekolah," jelas Dadan ketika ditemui di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada hari Kamis, 24 April 2025.

Hendrik Yaputra, Dian Rahma Fika, Dede Leni Mardianto, Ervana Trikarinaputri, Dinda Shabrina, Rachel Farahdiba Regar, Rosniawanti Fikry Tahir, serta Deden Abdul Aziz menyumbang untuk penyusunan artikel ini.

Anda telah membaca artikel dengan judul Nasional Sepekan: Jajanan Anak Mengandung Babi Hingga Jokowi ke Pemakaman Paus Fransiskus. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.