Kemenag Mataram Tengah NTB Studi Tiru Kolaborasi dan Kemitraan di MAN Kota Cimahi
DJOGDJA UndercoverKolaborasi Manajemen MAN Kota Cimahi, Komite Madrasah, dan Orang Tua Siswa, menjadi daya tarik studi tiru daerah lain yaitu rombongan Kemenag Mataram Tengah yang melaksanakan kunjungan di MAN Kota Cimahi, Sabtu 15 November 2025.
Aula MAN Kota Cimahi (MAN KoCi) menjadi saksi terlaksananya kegiatan studi tiru yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Mataram Tengah beserta para Kepala MAN, MTsN, dan MIN dari lingkungan Kemenag NTB. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahim sekaligus ruang belajar bersama tentang praktik baik kolaborasi dan kemitraan yang telah berjalan di MAN Kota Cimahi.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Mataram Tengah mengungkapkan kekagumannya atas kerjasama yang terbangun antara madrasah, komite, dan orang tua siswa di MAN KoCi. Menurut beliau, sinergi tersebut telah menjadi modal penting dalam memajukan madrasah, baik dalam peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter, maupun pemenuhan sarana dan prasarana.
Beliau menyampaikan bahwa salah satu hal yang ingin dipelajari adalah bagaimana MAN Kota Cimahi mampu mengatasi keterbatasan anggaran melalui dukungan masyarakat, orang tua wali murid, dan komite madrasah. Termasuk di antaranya bantuan pendanaan peningkatan kompetensi siswa serta partisipasi aktif dalam pengadaan infrastruktur dan fasilitas pembelajaran. Tak hanya itu, peningkatan jumlah lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari tahun ke tahun juga menjadi fokus pengamatan rombongan.
Kepala MAN Kota Cimahi: “Semua Berawal dari Keinginan Bersama Memajukan Peserta Didik”
Kepala MAN Kota Cimahi, Dr. Lia NurAsriah, M.Pd., dalam paparannya menjelaskan bahwa keberhasilan madrasah tidak lepas dari adanya “keinginan bersama” untuk memajukan peserta didik. Modal utama itu kemudian dipupuk dengan sinergitas semua pihak: orang tua, komite, masyarakat, serta para guru dan tenaga kependidikan.
Dengan rendah hati, Ibu Kamad menyampaikan bahwa pihaknya belum merasa pantas menjadi rujukan studi tiru. Namun ia sangat bersyukur dan terhormat MAN Kota Cimahi dapat dikunjungi oleh rombongan dari NTB yang datang dari daerah jauh untuk belajar bersama. “Prestasi kami masih sedikit, tetapi kami terus berbenah. Semoga kunjungan ini membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejarah singkat MAN Kota Cimahi juga ditayangkan untuk memberi motivasi. MAN Kota Cimahi merupakan madrasah aliyah termuda di Jawa Barat, menjadi MAN ke-77, dengan SK resmi dari Menteri Agama RI tertanggal 16 Maret 2009.
Humas MAN KoCi, Kholis Aliyudin, M.Si., turut memberikan pantun yang mengundang senyum para tamu:
“Dikira sudah di Prancis, ternyata masih di Belgia, Awalnya kami menangis, Insya Allah ke depan akan terus bahagia.”
Di akhir acara, beliau kembali menutup dengan pantun yang disambut riuh:
“Semula naik RX King, besoknya naik Satria, Walaupun MAN Koci belum good looking, namun semua tamu siap kami terima.”
Diskusi Hangat, Jamuan Tradisional, dan Kunjungan ke Gedung Baru
Suasana acara berlangsung hangat dengan diskusi interaktif, saling berbagi pengalaman, hingga canda tawa ringan antar peserta. Hadirin menikmati sajian kuliner tradisional khas Jawa Barat, sebelum kemudian meninjau gedung baru MAN KoCi yang berdiri berkat dukungan masyarakat dan orang tua siswa.
Tak ketinggalan, sesi foto bersama mengabadikan momen indah antara dua lembaga pendidikan yang terpisah jarak, namun dipersatukan semangat memajukan madrasah.
Kunjungan ke Kampung Adat Cirendeu
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan NTB diajak mengunjungi Kampung Adat Cirendeu yang pada hari itu sedang mengadakan festival sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia tingkat Kota Cimahi. Para tamu terlihat antusias menikmati suasana kearifan lokal masyarakat adat setempat.
Rombongan yang berjumlah 17 orang tersebut kemudian berpamitan dan mengundang keluarga besar MAN KoCi untuk bersilaturahim ke NTB sebagai kunjungan balasan. Kepala Kemenag Mataram Tengah berharap hubungan baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan kolaborasi antarwilayah.
Kegiatan studi tiru ini menjadi bukti bahwa kekuatan kolaborasi—antara madrasah, komite, orang tua, dan masyarakat—dapat melahirkan praktik baik yang layak ditiru dan dikembangkan di berbagai daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia.*
Sumber : DJOGDJA Undercover
Anda telah membaca artikel dengan judul Kemenag Mataram Tengah NTB Studi Tiru Kolaborasi dan Kemitraan di MAN Kota Cimahi. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan