Profil: 'Endang Juta' yang Ternyata Ini Alasannya
Sejarah dan Peran Endang Juta dalam Dunia Bisnis dan Politik Tasikmalaya
Endang Juta, sosok yang tidak asing bagi masyarakat Tasikmalaya, dikenal sebagai pengusaha kaya yang tinggal di kaki Gunung Galunggung. Nama lengkapnya adalah Endang Abdul Malik, namun ia lebih dikenal dengan sebutan Endang Juta. Meskipun tidak pernah terlibat langsung dalam dunia politik, pengaruhnya sangat besar di kalangan para tokoh politik setempat.
Setiap kali ada acara pemilihan atau perhelatan penting, para politisi selalu datang kepadanya untuk meminta dukungan. Contohnya, dalam Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin datang ke Galunggung untuk bersilaturahmi dan memohon dukungan. Kini, Cecep Nurul Yakin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya untuk periode 2025-2030.
Meskipun memiliki kekayaan yang luar biasa, Endang Juta tetap menjaga kesederhanaannya. Ia tampil dengan gaya sederhana, berbicara apa adanya, dan sering kali membuat lawan bicaranya tertawa dengan celetukannya yang spontan. Bagi siapa pun yang ingin bertemu, pintu rumahnya selalu terbuka.
Setiap hari Jumat, Endang Juta menerima tamu di Masjid Al Malik, yang terletak di area rumahnya di kaki Gunung Galunggung. Di tempat ini, ia menjalin silaturahmi dengan banyak orang.
Asal Usul Nama Endang Juta
Endang Juta lahir dan dibesarkan di Kampung Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Awalnya, ia bukanlah seorang pengusaha kaya. Orangtuanya adalah petani yang tinggal di daerah tersebut. Namun, kekayaan alam Gunung Galunggung membawa nasibnya menjadi lebih baik.
Salah satu sumber kekayaan yang dimiliki oleh Endang Juta adalah usaha penjualan pasir. Dari pekerja biasa, ia kemudian menjadi pengusaha pasir yang sukses. Nama Endang Abdul Malik akhirnya berganti menjadi Endang Juta karena kekayaannya yang mencapai jutaan rupiah.
“Dilandih Endang Juta teh da pedah artosnya mang juta-juta,” kata Mang Omih, salah seorang warga Sukaratu yang pernah bekerja sebagai pengangkut pasir. Menurutnya, julukan Endang Juta diberikan karena uangnya yang berlimpah.
Letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982 menjadi momen penting yang mengubah situasi ekonomi di kaki gunung tersebut. Pasir menjadi tersedia secara melimpah, sehingga banyak orang mulai mengambil kesempatan untuk menjualnya. Truk-truk pasir mulai berdatangan dan mengangkut pasir dari kaki Galunggung ke berbagai daerah.
Mang Omih mengatakan bahwa dirinya juga pernah ikut serta dalam usaha ini. “Kapungkur ge emang ngiring usaha, jadi tukang angkut keusik,” katanya. Dari sinilah, nama Endang Juta mulai dikenal sebagai pengusaha pasir yang sukses di wilayah Galunggung.
Pengaruh Endang Juta dalam Masyarakat
Endang Juta tidak hanya dikenal sebagai pengusaha kaya, tetapi juga sebagai sosok yang ramah dan rendah hati. Ia tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bersilaturahmi dengannya. Keberadaannya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal ekonomi dan sosial.
Di tengah pertumbuhan bisnis pasir yang pesat, Endang Juta menjadi salah satu tokoh yang memegang peranan penting. Dengan pengaruhnya yang luas, ia menjadi contoh bagi banyak orang yang ingin meraih kesuksesan melalui kerja keras dan ketekunan.
Sebagai bagian dari sejarah masyarakat Tasikmalaya, nama Endang Juta akan terus dikenang sebagai sosok yang tidak hanya kaya, tetapi juga penuh kebaikan dan kesederhanaan.

Gabung dalam percakapan