Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Waspada! Kanker Hati Bisa Dimulai dari Dapur, Segera Buang Sumber Jamur

Dapur, Sumber Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Dapur adalah tempat utama dalam pengolahan makanan, namun sering kali dianggap sebagai area yang aman. Namun, ternyata dapur bisa menjadi sumber bahaya jika tidak diperhatikan dengan baik. Salah satu ancaman tersembunyi yang bisa muncul dari dapur adalah kanker hati, yang bisa dipicu oleh jamur pada makanan.

Banyak orang mengira bahwa jamur pada makanan hanyalah masalah kecil. Misalnya, roti yang sedikit berjamur sering kali hanya dipotong bagian rusaknya, lalu sisanya tetap dimakan. Namun, kebiasaan ini justru bisa berdampak fatal. Jamur pada makanan bukan sekadar tanda basi, tetapi bisa menjadi sumber racun berbahaya yang memicu kanker hati.

Menurut Dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, seorang Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, tidak semua jamur aman dikonsumsi. Sebagian jamur menghasilkan zat beracun bernama aflatoksin, yang terbukti bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Jamur di Makanan, Sumber Racun yang Tak Terlihat

Menurut dr. Jeffry, jamur yang tumbuh di makanan lembap seperti roti, kacang, atau biji-bijian yang disimpan terlalu lama bisa menghasilkan aflatoksin. Zat ini dihasilkan oleh jamur jenis Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus, yang tumbuh baik di suhu dan kelembapan tropis, seperti di Indonesia.

Aflatoksin yang masuk ke tubuh dapat merusak sel-sel hati dan mengganggu metabolisme. Dalam jangka panjang, kerusakan ini bisa berkembang menjadi kanker hati primer (hepatoselular karsinoma), salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di Asia Tenggara.

Karena itu, dr. Jeffry mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan makanan yang sudah berjamur, meskipun hanya sedikit. Ia menjelaskan bahwa miselium atau akar jamur tidak hanya tumbuh di permukaan makanan. Akar jamur bisa menembus ke bagian dalam yang tampak masih bagus, sehingga walau bagian yang berjamur sudah dibuang, toksin tetap tertinggal di dalam makanan tersebut.

Kebiasaan Menghemat yang Bisa Mengundang Bahaya

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang enggan membuang makanan basi sering kali didasari alasan ekonomi dan rasa sayang terhadap makanan. Namun menurut dr. Jeffry, kebiasaan ini justru menjadi bumerang bagi kesehatan jangka panjang.

Banyak orang yang menganggap bahwa jamur pada makanan hanya masalah tekstur atau rasa. Padahal, toksin dari jamur tidak bisa hilang hanya dengan dipanggang, direbus, atau digoreng. Aflatoksin sangat stabil terhadap panas, sehingga tetap aktif meski makanan dimasak dengan suhu tinggi.

Dalam beberapa kasus, makanan yang tampak masih baik dan tidak berjamur pun bisa mengandung toksin bila disimpan di tempat lembap atau tertutup rapat tanpa sirkulasi udara. Hal ini sering terjadi pada biji-bijian, kacang tanah, jagung, dan produk olahannya seperti tempe, tahu, atau selai kacang yang tidak disimpan dengan benar.

Dampak Jangka Panjang Aflatoksin bagi Tubuh

Paparan aflatoksin dalam jumlah kecil tapi terus-menerus bisa menyebabkan peradangan kronis pada hati. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan sirosis, gangguan fungsi hati, dan pada kasus berat berkembang menjadi kanker hati. Menurut data medis, negara-negara dengan iklim tropis memiliki prevalensi kanker hati yang tinggi karena paparan aflatoksin di makanan. Indonesia termasuk salah satunya.

Dr. Jeffry menegaskan bahwa penyakit ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan penyakit lambung atau pencernaan biasa. “Banyak pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit di ulu hati dan dikira maag. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada kerusakan hati yang cukup parah,” ujarnya.

Langkah Pencegahan di Rumah

Untuk mencegah paparan jamur berbahaya, masyarakat disarankan memperhatikan beberapa hal sederhana namun penting dalam penyimpanan makanan:

  • Hindari menyimpan makanan di tempat lembap. Gunakan wadah kedap udara dan simpan bahan kering seperti beras, tepung, atau kacang di tempat yang sejuk.
  • Periksa bahan makanan sebelum dimasak. Bila terdapat jamur, perubahan warna, atau aroma tidak sedap, buang seluruh bagian, bukan hanya yang tampak rusak.
  • Jangan konsumsi makanan kedaluwarsa. Meski tampak baik, bahan makanan yang lewat masa simpan berpotensi terkontaminasi jamur mikroskopis.
  • Gunakan kulkas dengan suhu stabil. Pendinginan membantu menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
  • Segera konsumsi makanan matang. Hindari menyimpan sisa makanan terlalu lama, terutama di suhu ruang.

Langkah-langkah sederhana ini bisa mengurangi risiko paparan toksin dari makanan dan menjadi bagian dari upaya pencegahan kanker hati sejak dini.

Anda telah membaca artikel dengan judul Waspada! Kanker Hati Bisa Dimulai dari Dapur, Segera Buang Sumber Jamur. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.