Jelajah Bandung Bersama Persib di Atas Bandros

Wisata Baru di Bandung: Jajap on Bandros
Bus biru yang dikenal dengan nama Bandros kini menjadi bagian dari pengalaman wisata baru di Bandung. Ketika bus ini melaju pelan di Jalan Dago, para penumpang bersorak gembira. Tidak hanya karena cuaca yang sejuk, tetapi juga karena mereka sedang berada dalam perjalanan istimewa yang disebut “Jajap on Bandros”. Program ini adalah rute wisata baru yang menggabungkan sejarah, kebanggaan, dan cinta terhadap klub sepak bola Persib Bandung.
Program ini dihasilkan dari kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan PT Persib Bandung Bermartabat. Dari atas Bus Bandros, wisatawan diajak untuk menelusuri kisah panjang Maung Bandung—mulai dari Graha Persib, Gedung Sate, Stadion Siliwangi, hingga Jalan Asia Afrika, sebelum akhirnya kembali ke markas kebanggaan biru itu.
Di setiap titik pemberhentian, pemandu wisata menceritakan perjalanan Persib dari masa ke masa—tentang kemenangan, perjuangan, serta bagaimana klub ini menjadi bagian dari denyut kota. Bagi bobotoh, momen ini bukan sekadar wisata, tetapi ziarah emosional. Mereka bisa melihat langsung piala dan memorabilia di Graha Persib, menyentuh sejarah yang biasanya hanya mereka dengar lewat layar kaca.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut program ini sebagai bentuk baru sport tourism yang khas Bandung. “Bandros itu simbol kota, dan kini kita tambahkan nilai kebanggaan melalui Persib,” ujarnya dalam peluncuran di Graha Persib. Ia menegaskan bahwa Bandung ingin terus menghadirkan pengalaman wisata yang punya cerita—bukan sekadar destinasi.
Dari sisi manajemen Persib, tur tematik ini juga membuka peluang baru. Merchandise eksklusif, kunjungan ke store, hingga potensi menarik wisatawan mancanegara menjadi efek lanjutan yang diharapkan. “Wisatawan asing pun bisa merasakan atmosfer Bandung lewat Persib,” kata Kuswara S Taryono, perwakilan PT PBB.
Bagi banyak warga Bandung, melihat Bandros dengan corak Persib yang melintas di jalan-jalan utama adalah pemandangan yang menggugah rasa bangga. Persib bukan lagi sekadar klub sepak bola—ia menjelma jadi bagian dari identitas kota, hadir dalam denyut kehidupan sehari-hari, bahkan kini dalam bentuk wisata yang bergerak di atas roda kebiruan Bandung.
“Jajap on Bandros” bukan hanya perjalanan keliling kota, melainkan perjalanan batin bagi siapa pun yang pernah meneriakkan “PERSIB NU AING!” di tribun, atau sekadar menikmati gemuruhnya dari kejauhan. Kini, Bandung punya cara baru untuk mencintai klubnya—dengan berwisata bersama sejarahnya sendiri.
Gabung dalam percakapan