Telaga Denuh "Ranu Kumbolonya Tasikmalaya" yang Penuh Pesona dan Misteri di Atas Gunung Putri
KABAR-SINGAPARNA.COM - Kabupaten Tasikmalaya menyimpan sebuah permata tersembunyi yang menawarkan petualangan alam sejati, yaitu Telaga Denuh atau juga dikenal sebagai Situ Denuh. Danau alami seluas lebih dari 8 hektar ini terletak di atas bukit, dikelilingi rimbunnya hutan hijau, menjadikannya destinasi yang sempurna bagi Anda pecinta trekking, petualangan, dan ketenangan.
Telaga Denuh berlokasi di wilayah perbukitan, tepatnya di antara Desa Bojongkapol (Kecamatan Bojonggambir) dan Desa Cikuya (Kecamatan Culamega), Kabupaten Tasikmalaya.
Warga setempat sering menyebutnya "Kawah Denuh" atau bahkan menjulukinya sebagai "Ranu Kumbolonya Tasikmalaya" karena pemandangannya yang memukau: sebuah danau tenang yang terhampar di ketinggian, jauh dari hiruk pikuk kota. Bentuk telaga yang unik, yang konon jika dilihat dari atas mirip peta Kabupaten Tasikmalaya, menambah daya tarik tersendiri.
Berada di atas bukit dan dikelilingi pepohonan rindang, udara di Telaga Denuh sangat sejuk dan asri. Tempat ini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata umum, sangat cocok untuk healing dan menjernihkan pikiran.
Telaga Denuh telah lama dikenal sebagai surga bagi para penggemar memancing. Danau ini kaya akan berbagai jenis ikan air tawar seperti ikan mas, nila, tawes, nilem, dan gabus. Tak jarang pemancing sengaja menginap di sekitar telaga untuk mendapatkan tangkapan yang melimpah.
Selain keindahan alamnya, kawasan Telaga Denuh juga kaya akan nilai sejarah dan cerita rakyat. Di sekitar area ini terdapat situs makam keramat, termasuk Makam Eyang Batara Karang dan Eyang Sembah Lodong, yang dipercaya mendirikan kerajaan kecil di masa lalu. Bagi pengunjung, kawasan ini menawarkan dimensi wisata spiritual dan sejarah yang unik.
Karena keasriannya yang masih terjaga, Telaga Denuh menawarkan pengalaman wisata alam yang berfokus pada petualangan dan relaksasi murni:
Area pinggiran telaga sangat ideal untuk mendirikan tenda. Anda bisa menikmati malam yang sunyi di bawah taburan bintang, jauh dari polusi cahaya kota, sambil menikmati pemandangan telaga.Bagi yang menginap atau datang pagi-pagi sekali, Telaga Denuh menyajikan pemandangan sunrise yang indah di atas perbukitan, menghadirkan golden hour yang memanjakan mata.
Akses menuju telaga sudah merupakan petualangan tersendiri, karena Anda harus melalui jalan setapak, jalan menanjak, dan bahkan menyeberangi sungai kecil. Setelah tiba, Anda bisa melanjutkan trekking santai di pinggiran danau atau menjelajahi situs-situs batu dan goa bersejarah di sekitarnya.
Karena Telaga Denuh adalah permata tersembunyi yang aksesnya belum sepenuhnya mulus, berikut beberapa tips agar perjalanan Anda lancar dan menyenangkan. Akses menuju telaga membutuhkan stamina yang prima, terutama jika Anda memilih jalur dari Desa Bojongkapol yang mengharuskan Anda berjalan kaki sekitar 30 menit menyusuri jalan setapak.
Kendaraan roda dua lebih disarankan karena beberapa titik jalan menuju area telaga masih berupa jalan setapak atau terjal. Sangat disarankan untuk meminta bantuan pemandu dari warga sekitar yang paham betul dengan jalur dan kondisi terbaru, terutama jika Anda baru pertama kali berkunjung.
Fasilitas umum di lokasi masih sangat terbatas. Pastikan Anda membawa perbekalan makanan, minuman, dan perlengkapan kemah (jika berencana menginap) sendiri.
Karena tempat ini masih sangat asri dan dianggap sakral oleh sebagian warga, selalu jaga kebersihan (bawa pulang sampah Anda) dan bersikap sopan saat berada di area telaga dan situs keramat.
Telaga Denuh adalah pilihan yang sempurna bagi Anda yang haus akan petualangan, keindahan alam murni, dan ingin mencari ketenangan sejati. Siapkan ransel Anda dan temukan surga tersembunyi di atas Gunung Putri Tasikmalaya.***
Anda telah membaca artikel dengan judul Telaga Denuh "Ranu Kumbolonya Tasikmalaya" yang Penuh Pesona dan Misteri di Atas Gunung Putri. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan