Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Bank Indonesia Capai Opini WTP Kedua Puluh Dua Berturut-turut, Catat Surplus Rp52 Triliun Tahun 2024

RB NEWS.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Bank Indonesia (BI) sekali lagi mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Tahunannya pada tahun 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Hasil audit atas Bank Indonesia yang sudah mencetak predikat WTP sepanjang 22 tahun belakangan ini adalah buah dari komitmen BI untuk melaksanakan manajemen yang baik serta berkelanjutan," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, pada pernyataan tertulis yang diperoleh di Bandarlampung, Rabu.

Hasil ini sesuai dengan pelaksanaan tanggung jawab keuangan yang ditetapkan untuk Bank Indonesia menurut Pasal 58 UU RI No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, seperti dikoreksi terakhir melalui UU No. 4 tahun 2023 mengenai Pembangunan dan Pelembagaan Sektoral Keuangan (P2SK).

Bank Indonesia terus menerapkan upaya untuk memperbaiki praktik manajemen yang baik serta meningkatkan mutu pengelolaan finansial demi melindungi reputasi sebagai institusi moneter utama. Sebagaimana disebutkan dalam Laporan Keuangannya tahun 2024, neraka Bank Indonesia menunjukkan adanya laba bersih pasca pajak sebesar Rp 52,19 triliun di tahun 2024, naik dibandingkan dengan angka Rp 36,3 triliun pada tahun 2023.

Kinerja bank sentral menunjukkan kenaikan laba dari angkaRp 189,87 triliun di tahun 2023 hingga mencapai Rp 228,66 triliun pada tahun 2024. Detailnya, sumber pemasukan ini meliputi implementasi kebijakan moneter senilai Rp 226,89 triliun, manajemen sistem pembayaran yang menghasilkan Rp 249,54 miliar, regulasi dan pemantauan makroprudensial sebanyak Rp 5,65 miliar, pendapatan dari fasilitas penyaluran dana sekitar Rp 67,05 miliar, ditambah dengan berbagai pendapatan tambahan lainnya sebesar Rp 1,45 triliun.

Selama tahun 2024, total kewajiban bank sentral mencapai angka Rp 161,31 triliun, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level Rp 142,96 triliun pada tahun 2023. Kebijakan ini terdiri atas implementasi kebijakan moneter senilai Rp 84,07 triliun, manajemen sistem pembayaran sejumlah Rp 2,97 triliun, regulasi dan pemantauan makroprudensial bernilai Rp 1,14 triliun, interaksi finansial dengan pemerintah sebesar Rp 55,01 triliun, ditambah lagi dengan biaya umum dan item tambahan lainnya yang mencakup nilai Rp 18,10 triliun.

Dalam hal kekayaan, Bank Indonesia melaporkan bahwa total asetnya mencapai Rp 4.420,59 triliun di tahun 2024, naik dibandingkan dengan angka 2023 yang berada di level Rp 3.876,74 triliun. Sementara itu, kewajiban dicatat setinggi nilai total aset tersebut.

Anda telah membaca artikel dengan judul Bank Indonesia Capai Opini WTP Kedua Puluh Dua Berturut-turut, Catat Surplus Rp52 Triliun Tahun 2024. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.

Lokasi Kaweden