Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

10 Jenis Olahraga Terbaik Setelah Serangan Jantung: Tetap Sehat dan Aktif

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Andrew E P Sunardi, SpJP, FIHA, KIATO

Menjaga aktivitas fisik tetap tinggi merupakan faktor penting bagi kesehatan jantung serta kebugaran tubuh secara menyeluruh. Setelah mengalami serangan jantung, biasanya orang akan ragu tentang jenis gerakan atau latihan mana yang aman dan tidak aman untuk dikerjakan.

Sangat penting untuk waspada setelah mengalami serangan jantung dan sebelum memulai olahraga kembali, harus menemui dokter ahli jantung yang telah menangani kasus Anda. Hal ini dikarenakan kegiatan yang terlalu keras bisa membawa risiko tinggi, seperti halnya meningkatkan kemungkinan serangan jantung sekali lagi atau bahkan dapat menyebabkan kematian akibat gangguan pada fungsi jantung secara tiba-tiba.

Walaupun begitu, berolahraga tetaplah penting untuk menjaga kesehatan, termasuk juga bagi mereka yang tengah merawat penyakit jantung. Berolahraga dapat memperbaiki performa jantung serta menambah kekuatan paru-paru, sehingga bisa mengurangi risiko dari gangguan gagal jantung.

Untuk meningkatkan kesehatan jantung sekaligus meminimalkan risiko pasca serangan jantung, seseorang harus berolahraga dengan intensitas rendah dan menghindari melakukan aktivitas fisik sendirian. Berikut adalah rekomendasi olahraga mungkin yang aman untuk dilakukan.

1. Berjalan kaki

Melakukan perjalanan kaki merupakan jenis latihan fisik yang paling sederhana. Kegiatan ini sangat sesuai bagi seluruh lapisan umum tanpa memandang batasan usia ataupun derajat kebugaran tubuh.

Melakukan aktivitas berjalan kaki bermanfaat bagi kesehatan jantung, serta apabila dijalankan dengan teratur maka manfaatnya akan dirasakan seluruh tubuh.

Berjalan kaki ternyata baik bagi:

  • Menolong dalam pengaturan berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol.
  • Menurunkan kemungkinan mengalami berbagai macam kanker.
  • Mempertahankan massa otot, menurunkan kemungkinan terkena osteoporosis serta fraktur tulang.
  • Menambah kestabilan serta kerjasama antar otot, menekan peluang terjatuh dan luka.

2. Olahraga aerobik

Kursus senam terbimbing bisa jadi pilihan untuk memperbaiki aliran darah serta mengurangi tensi. Aktivitas seperti berlari, sepedaan, berenang, mendaki anak tangga, melompat dalam air, ataupun aerobik juga efektif. low-impact bisa menaikkan kebugaran jasmani serta menguatkan otot jantung.

Tipe aktivitas fisik ini meningkatkan detak jantung dan sangat baik untuk kesehatan organ tersebut. Melakukan gerakan dengan lengan dan kaki sudah menjadi latihan yang mencukupi, terlebih saat pertama kali melakukan pemulihan jantung.

3. Renang

Pada aspek senam yang tidak membahayakan bagi penderita penyakit jantung, berenang merupakan pilihan yang tepat dan sesuai untuk seluruh lapisan kemampuan fisik.

Setelah mengalamai serangan jantung, penting bagi Anda untuk menjaga suhu tubuh agar tidak menjadi terlalu panas ketika berolahraga. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah serta membebani pembuluh darah dan otot jantung. Umumnya, dokter akan menyarankan pasien untuk mengurangi aktivitas seperti berjalan atau berlari di luar rumah apabila kondisi iklim sedang sangat hangat. Untuk itu, olahraga air seperti berenang merupakan pilihan yang baik, karena masih mampu membantu dalam melakukan latihan kardiovaskular tanpa harus merasa gerah. Dimulai dari sesi perendaman ringan kemudian pelahan naikan derajad kesulitannya.

Daya apung atau kemampuan untuk mengapung di dalam air akan mengurangi tekanan fisik pada tubuh dan memungkinkan kamu untuk berolahraga sesuai dengan kecepatannya.

4. Yoga

Yoga merupakan jenis olahraga ringan yang secara bersamaan bisa memperbaiki kelentukan tubuh, keseimbangan, serta kekuatan otot. Untuk orang-orang yang merasa kesulitan dalam aspek psikologis saat menyembuhan setelah terkena serangan jantung, praktek yoga ini mampu membantu menurunkan tingkat stres, cemas, dan depresi mereka.

Di dalam praktik yoga, Anda akan bergerak sekaligus memusatkan perhatian pada penguatan dan kelenturan otot. Di samping itu, yoga juga membantu meredakan pikiran, yang bermanfaat bagi penurunan tekanan darah.

Direkomendasikan agar Anda mengikuti kelas yoga peregangan yang intens tetapi ringan, serta sebaiknya dihindari beberapa hal tertentu. hot yoga.

5. Bersepeda

Bersepeda dapat membentuk daya tahan kardiovaskular dan otot tungkai. Aktivitas berkelanjutan dari gerakan mengayuh akan menambah frekuensi denyut jantung sambil memperbaiki efisiensinya bersama dengan sistem pernapasan.

Olahraga ini bisa diadaptasi dengan cepat ke tingkat intensitas yang beragam, mulai dari perjalanan sepeda santai sampai latihan yang sangat kuat.

Dimulai dengan mengayuh sepeda untuk perjalanan singkat yang tidak terlalu sulit, kemudian secara bertahap tambahkan waktu serta kesulitan aktivitas tersebut.

Apabila mengayuh sepeda di luar ruang, pastikan untuk tidak terkena panas berlebih supaya tekanan darah tetap stabil. Gunakan sepeda stasioner di dalam rumah apabila perlu. gym bisa dijadikan opsi. Kedua hal tersebut akan mendukung pengisian darah.

6. Latihan kekuatan

Melakukan latihan kekuatan dengan menggunakan beban ringan pun bisa memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Latihan kekuatan bisa mendukung peningkatan ketahanan otot, mempercepat proses metabolisme, serta mengoptimalkan performa fisik secara menyeluruh.

Pastikan Anda memakai format yang benar dan mulailah dengan beban rendah secara bertahap.

Diskusikan dulu dengan dokter Anda sebelum memulai aktivitas seperti angkat beban atau latihan kekuatan ekstra.

7. Joging atau lari

Apabila Anda merupakan seorang atlet lari dan merasa bimbang tentang langkah selanjutnya usai mengalami serangan jantung, tenang saja, kebanyakan orang tetap dapat melanjutkan aktivitas berlarian mereka. Sama seperti saat berjalan santai, lakukan dengan bertahap dan mulailah dari aktifitas berjalan kaki atau jogging dalam durasi singkat di permulaannya.

Bangunkan kebugaran tubuhmu dalam beberapa pekan. Cobalah untuk berlatih antara 30 sampai 60 menit per hari. Melakukan terlalu banyak olahraga aerobik setelah mengalami serangan jantung bisa membebani jantung dan meningkatkan kemungkinan terserang jantung kembali.

Dokter kemungkinan besar akan merekomendasikan agar menjauhi lomba lari demi mengurangi beban pada jantung.

8. Rowing machine

Rowing machine , yang sering kali muncul di gym , juga bisa menjadi metode efektif untuk mempercepat detak jantung serta merawat kesehatan fisik. Banyak orang menyukai ide mencampur adukkan rutinitas olahraganya dengan sesi 15 menitan. rowing Dan 15 menit berjalan kaki atau lari treadmill .

Gerakan rowing akan mengontrol hampir semua otot tubuh, mencakup punggung, lengan dan bahu, perut, serta paha dan betis.

9. Berkebun

Jika pergi ke gym Bukan sesuatu yang Anda sukai, tetap saja Anda dapat melakukan olahraga aerobik di bagian belakang rumah sambil mengurus kebun.

Berpertanian, memembei potongan rumput, serta menyingkirkan tanaman liar bisa membantu kesehatan jantung Anda. Namun, hindari pengangkatan beban yang berlebihan atau paparan langsung sinar matahari. Pastikan selalu minum air cukup dan ambillah waktu istirahat apabila mulai merasa letih, gerah, atau sesak nafas.

10. Menari

Tarian merupakan metode yang mengasyikkan untuk meningkatkan kebugaran jantung. Berputar, melompat, atau hanya dengan bergerak memutarmu sekitar 30 menit dapat mendukung perlindunganmu terhadap risiko penyakit jantung di kemudian hari sambil merawat energimu.

Lebih menarik lagi bila bergerak dan mempercepat denyut jantung bersama pasangan atau teman. Anda pun bisa ikut kelas olahraga yang mencampurkan unsur tari, seperti misalnya Zumba.

Cara Berlatih Olahraga Secara Aman Setelah Serangan Jantung

Berikut adalah beberapa saran agar bisa meraih manfaat penuh dari rutinitas olahraga dan mengurangi peluang cidera atau masalah kesehatan yang tidak diinginkan:

  • Pastikan selalu melakukan gerakan pemanasan di awal dan pendinginan di akhir sesi olahraga Anda: Hal ini membantu tubuh menyiapkan dirinya sebelum olahraga serta mengembalikan kondisinya ke tahap istirahat melalui peregangan yang bertahap dan latihan aerobik lembut.
  • Cek denyut jantungmu agar pasti bahwa kamu sedang berlatih di zona yang aman: Dimulai dengan mencapai 20 sampai 40 denyut pernapasan lebih cepat dari detak jantung saat istirahat. Sejumlah obat yang diberikan pasca serangan jantung mungkin akan mengubah frekuensi jantung Anda, oleh karena itu diskusikan bersama dokter seputar angka tujuan ini untuk detak jantung Anda.
  • Mulai dengan perlahan: Usaha yang dilakukan sebaiknya tetap dalam taraf enteng sampai sedang. Jangan memaksa hingga mencapai 100%. Saat menaikan durasi latihan atau intensitas pekerjaan, lakukan secara bertahap dan hanya mengubah satu aspek saja. Sebagai contoh, bila biasanya berjalan jalan diatas treadmill , hindari menambahkan durasi, laju, dan sudut miring dalam satu hari yang sama.
  • Dengarkan tubuh: Amati apabila Anda merasa tak nyaman atau lelah secara berlebihan. Bila mengalami rasa sakit di dada, kesulitan bernapas, pusing, atau tanda-tanda lainnya yang membuat cemas, hentikan olahraga tersebut dan segeralah konsultasikan pada dokter.
  • Jangan menahan napas: Hal ini amat krusial pada sesi pelatihan kekuatan sebab dengan menahan nafas bisa memperbesar tekanan darah serta memberikan bebannya lebih berat kepada jantung.
  • Perhatikan lingkungan: Apabila suhu cuaca terlalu dingin atau panas, lakukan olahraga di dalam rumah.

Apa yang harus dihindari?

Tindakan yang berskala besar menimbulkan potensi bahaya yang lebih signifikan pula. Ketika Anda sedang berlatih olahraga, sebaiknya jangan lakukan aktivitas fisik yang cukup memberat begitu saja tanpa persiapan. Malahan, mulailah dari pembentukan stamina secara perlahan-lahan menggunakan teknik-tekniqque gerak yang konsisten serta tidak terlalu menguras tenaga. Sarannya adalah dimulai dengan senam aerobik dahulu baru setelah itu dapat dilanjutkan pada sesi pelatihan daya tahhan tetapi dalam skala lemah dan ditingkatkan secara bertahap.

Walaupun olahraga kekuatan bisa mendukung pembentukan otot serta baik untuk kesehatan jantung, namun lebih disarankan untuk selalu menyesuaikan bobot dengan kemampuan dan melakukannya perlahan-lahan. Pada beberapa pekan pertama pasca serangan jantung, sebaiknya hindari tindakan mengangkat beban yang berlebihan atau memberi tekanan pada tubuh. Mengerjakan terlalu banyak hal dalam waktu singkat dapat membuat detak jantung naik dan merangsang peningkatan tekanan darah.

Lebih baik menghindari olahraga seorang diri. Keberadaan temani bisa sangat membantu apabila terjadi serangan jantung atau gangguan kesehatan lainnya.

Pasien perlu terus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan fisik setelah mengalami serangan jantung. Tiap orang memiliki situasi uniknya sendiri, sehingga dokter mampu menyediakan panduan khusus untuk mereka. Selain itu, tenaga medis ini juga bisa merujuk pada program dukungan atau pemulihan yang dibutuhkan oleh pasien tersebut.

Referensi

9 Latihan Aman Setelah Serangan Jantung Healthgrades . Diakses Mei 2025.

Cari tahu apa yang perlu Anda ketahui tentang beraktivitas setelah serangan jantung. Heart Foundation. Diakses Mei 2025.

Cara Tepat Memulai Olahraga Setelah Serangan Jantung Banner Health. Diakses Mei 2025.

Jenis Olahraga Terbaik Setelah Serangan Jantung Integris Health . Diakses Mei 2025.

"Berolahraga setelah serangan jantung: Informasi yang perlu diketahui". MedicalNewsToday. Diakses Mei 2025.

Aktivitas Fisik Setelah Serangan Jantung Heart Foundation . Diakses Mei 2025.

Apakah Sakit Leher Dapat Mengindikasikan Serangan Jantung? 5 Aktivitas Berintensitas Rendah yang Baik Untuk Kesehatan Jantung
  • Pentadbiran sukan adalah baik untuk kesihatan jantung selepas serangan jantung.
  • Berjalan kaki, senam aerobik, renang, latihan yoga, serta mengayuh sepeda kebanyakan merupakan aktivitas fisik yang relatif aman bagi mereka yang telah menjalani serangan jantung.
  • Pasien perlu berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengawali kegiatan olahraga setelah mendapat serangan jantung.

Anda telah membaca artikel dengan judul 10 Jenis Olahraga Terbaik Setelah Serangan Jantung: Tetap Sehat dan Aktif. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.