Perhatian! Begini Reaksi IHSG Pasca Redanya Perang Dagang AS-China
KMI NEWS.CO.ID - JAKARTA. Konflik perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mulai membaik sesudah keduanya menyepakati pengurangan bea masuk. Persetujuan tersebut dicapai lewat pembicaraan mendalam yang dilangsungkan di Jenewa, Switzerland, dalam waktu dua hari yaitu dari Sabtu (10/5) sampai dengan Minggu (11/5).
Pada perjanjian itu, Amerika Serikat setuju mengurangi tarif pada barang-barang impornya dari Cina dari 145% hingga menjadi 30%. Sebagai balasan, Tiongkok pun meredam tariff beberapa komoditas yang berasal dari AS dari semula 125% menjadi 10%.
Ke dua-negara pun setuju untuk menerapkan tarif impor sebanyak 10% selama periode 90 hari mendatang.
Menanggapi situasi tersebut, sebagian besar pasar saham di Asia mengalami kenaikan dan berada dalam zona positif saat tutup trading pada hari Selasa (13/5), serta terus menunjukkan tren penguatkan di sesi pagi hari ini (14/5).
Sementara itu, terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG Pasar saham sedang dalam masa liburan untuk perayaan Hari Raya Waisak. Di akhir sesi perdagangan pada hari Jumat (9/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis sebesar 0,07% hingga angka 6.832,80. Selama seminggu terakhir, investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 2,57 triliun.
Head of Research NH Korindo Sekuritas Ezaridho Ibnutama menerangkan, seiring meredanya ketegangan perang dagang, ada potensi IHSG menguat saat pasar kembali dibuka setelah libur panjang atau tepatnya di perdagangan Rabu (14/5).
Namun, Ezaridho memproyeksikan bahwa perang dagang sudah diantisipasi oleh pasar dan IHSG mungkin masih akan menunjukkan pelemahan dalam satu hingga dua pekan ke depan. Menurutnya, IHSG berpotensi menguat hingga menyentuh level resistance 7.000 pada pembukaan pasar Rabu, 14 Mei 2025. Kendati begitu, ia tidak meyakini level ini akan bertahan lama.
Ezaridho menyoroti sentimen negatif yang membayangi perekonomian Indonesia sebagian besar disalahkan pada tarif Trump. Padahal, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2025 hanya mencapai 4,87% secara tahunan (YoY), jauh di bawah ekspektasi, bahkan sebelum Trump mengumumkan tarif global pada 2 April 2025.
Ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan melambat lebih lanjut pada kuartal II-2025, yang diperkirakan berada di kisaran 4,68-4,83% YoY.
Meskipun ada potongan harga listrik, Indonesia tetap menghadapi inflasi yang cepat, diiringi oleh kenaikan jumlah PHK dan penutupan bisnis.
Biaya transaksi perdagangan ini sudah mempercepat aliran modal dan investasi menuju negara-negara lain yang diproyeksikan untuk mengakhiri pembicaraan dagang dengan lebih singkat atau menerapkan aturan perdagangan yang lebih unggul dibandingkan Indonesia.
Walaupun harapan mulai timbul untuk para investor dalam negeri di Indonesia, Ezaridho menganggap hal ini sebagaimana mestinya. rebound teknikal sementara atau dead cat bounce.
"EIHSG tetap mengalami kesulitan likuiditas akibat penjualan bersih oleh investor asing yang terus mendominasi perdagangan," ujar Ezaridho dalam laporannya pada hari Selasa (13/5).
Busur insentif investasi dari pemerintah yang berkaitan dengan sektor niaga hilir nikel serta digitalisasi kini sudah memudar dibandingkan catatan masa lalu. return on investment (Kembali pada Investasi) untuk investor domestik maupun mancanegara.
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang lambat, inflasi rendah, serta penyempitan kelompok berpendapatan sedang telah mengurangi kemungkinan adanya kegembiraan besar akibat situasi ekonomi global tersebut.
Ezaridho menyatakan bahwa kami memperkirakan IHSG tidak akan dapat bertahan di atas level 7.000, meskipun mungkin saja berhasil menembusi angka tersebut.
Anda telah membaca artikel dengan judul Perhatian! Begini Reaksi IHSG Pasca Redanya Perang Dagang AS-China. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan