Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Kisah Farid Mahasiswa Kedokteran UAD, Dari Diremehkan Bisa Terbitkan 19 Jurnal Ilmiah

DJOGDJA Undercover - Capaian membanggakan datang dari mahasiswa bernama Muhammad Farid yang telah menyandang gelar sarjana Kedokteran di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta.

Selama menempuh studi S1 Kedokteran, Farid berhasil menerbitkan 19 publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

Publikasi ilmiah tersebut terdiri atas satu jurnal non-Sinta, dua Scopus Q2, satu Scopus Q3, tiga Scopus Q4, lima Sinta 2, lima Sinta 3, satu Sinta 4, dan satu Sinta 5.

Selain itu, ada beberapa artikel dalam proses copy editing, yaitu satu jurnal Sinta 2, dua jurnal Sinta 3, dan lima jurnal Scopus Q4.

Farid menjadikan penelitian sebagai bentuk pelarian positif dari padatnya kegiatan akademik. Dari situ muncul motivasi menulis jurnal ilmiah dan memublikasikannya.

“Saya ingin membuktikan kepada diri sendiri dan orang-orang yang dahulu meremehkan saya bahwa saya mampu berkembang menjadi versi terbaik dari diri saya,” ungkap mahasiswa asal Sleman ini, dikutip dari situs LLDikti 5 Kemendikti saintek. Minggu (16/11/2025).

Beberapa kali ia juga menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Farid pun dipercaya menjadi reviewer di berbagai jurnal terindeks nasional dan internasional.

Contohnya Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (Sinta 5), Egyptian Human Genetic (Scopus Q4), Makara Journal of Science (Scopus Q2), dan Folia Medica (Scopus Q4).

Bermula tahun 2023

Perjalanan Farid mendalami riset bermula di tahun 2023 saat ia sempat kehilangan arah akibat berbagai kendala di lingkungan fakultas.

Pertemuan dengan teman-teman dari Fakultas Farmasi yang tengah mempersiapkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi titik balik.

Dari tiga proposal yang diajukan, dua di antaranya berhasil lolos pada skema PKM-RE (Riset Eksakta) dan PKM-AI (Artikel Ilmiah).

Pengalaman itu membuat Farid sadar pentingnya membaca, menulis, dan melakukan penelitian secara mendalam.

Pada akhir tahun tersebut Farid akhirnya menulis artikel ilmiah pertamanya yang berjudul “Liposome sebagai Penghantar Obat pada Kasus Resistensi Antibiotik”.

Artikel ditulis bersama dr. Leonny Dwirizkita, S.Ked., M.Biomed., dan kemudian diterbitkan di jurnal Scopus Q2.

Strategi

Langkah pertama yang dilakukan Farid dalam mempersiapkan penelitian adalah mengidentifikasi permasalahan nyata dan menemukan solusi ilmiah yang relevan.

Contohnya, dalam penelitian skripsinya, Farid memilih topik kanker paru karena tingginya angka kejadian dan terbatasnya efektivitas terapi yang ada.

Ia menemukan dari hasil eksplorasi literatur bahwa tanaman rambutan memiliki potensi sebagai bahan antikanker alami.

Setelah melakukan penelitian ia mampu menghasilkan tiga artikel ilmiah. Satu artikel telah terbit di Makara Journal of Science (Scopus Q2) dan dua lainnya masih dalam proses copy editing di jurnal Scopus Q4.

Farid selalu memastikan referensi yang ia pakai dari sumber tepercaya terindeks Scopus supaya data yang disajikan kuat dan valid.

Dalam kacamatanya, menulis adalah seni yang unik dari setiap peneliti. Hal-hal yang menjadi fokusnya ialah pemaparan masalah yang jelas, solusi berbasis bukti, dan urgensi penelitian agar menarik perhatian reviewer serta editor.

Tantangan

Bagi Farid rasa lelah dan lamanya proses publikasi dari tahap draft, submission, review, revisi, hingga akhirnya diterima menjadi tantangan terbesarnya.

“Saya selalu berusaha mengubah kelelahan menjadi energi positif dengan mulai menulis draft baru setiap kali satu artikel masuk ke proses review. Dengan begitu, roda produktivitas terus berputar,” ujarnya.

Peran penting dosen pembimbing pun penting. Maka itu ia berterima kasih kepada dr. Leonny Dwirizkita, S.Ked., M.Biomed., yang pertama kali mengajaknya menulis artikel ilmiah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen Fakultas Farmasi UAD serta Ryan Syahputra, mahasiswa S-2 Farmasi UAD, yang menjadi mentor sekaligus inspirator.

Farid berharap hasil penelitiannya dapat bermanfaat nyata bagi masyarakat dan dunia kesehatan serta menjadi amal jariyah bagi dirinya dan para pembimbingnya. Ia berniat untuk terus menulis dan meneliti selama masa kepaniteraan klinik.

Anda telah membaca artikel dengan judul Kisah Farid Mahasiswa Kedokteran UAD, Dari Diremehkan Bisa Terbitkan 19 Jurnal Ilmiah. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.