Walaupun Rugi, Saham Merdeka Copper (MDKA) Tetap Menarik untuk Dibeli dalam Jangka Panjang
Ruang Baca News.CO.ID - JAKARTA Prospek saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tetap optimistis menurut laporan dari analis Maybank Sekuritas Hasan Barakwan pada tanggal 24 April 2025 yang memberikan rekomendasi untuk membeli saham MDKA.
Namun dalam riset yang sama, Hasan harus memangkas target harga MDKA menjadi Rp 2.400 per saham dari sebelumnya Rp 3.450. Harga saham MDKA ditutup naik 4,35% di akhir pekan (25/4) di level Rp 1.680 per saham. Ini artinya masih ada peluang kenaikan 42,85% untuk mencapai target.
Hasan menjelaskan bahwa perubahan harga saham MDKA sudah memperhitungkan beban margin yang masih bertambah di sektor nikel, terlebih lagi karena adanya produk high-grade nickel matte (HGNM). Tambahan pula, MDKA bakal merasakan dampak naiknya tarif royalti yang baru diberlakukan pada tahun fiskal 2025 bagi barang tambang seperti nikel, emas, dan tembaga.
Saat ini, segmen nikel MDKA sedang menghadapi beban besar karena harga nikel di pasar global tetap rendah serta adanya tantangan operasional yang cukup signifikan. Menurut laporan oleh Hasan, Operasi HGNM melaporkan marjin negatif senilai US$ 1.084 per ton untuk kuarter keempat tahun 2024, turun drastis dibandingkan dengan marjin sempit hanya US$ 33 per ton pada periode serupa tahun sebelumnya.
Secara umum, marjin MDKA pada seluruh tahun 2024 mencatatkan angka hanya $223 per ton, yang merupakan penurunan sebesar 73% dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan tentang kelangsungan bisnis produk HGNM, oleh karena itu MDKA menyatakan adanya kemungkinan berhenti operasional apabila situasi pasar tak kunjung membaik.
"Menurut Hasan, proyeksi harga nikel di London Metal Exchange (LME) untuk periode 2025-2026 telah dikurangi sebesar 11,1% menjadi US$ 16.000 per ton," jelasnya.
Di samping masalah operasional dan harga, Hasan menekankan bahwa MDKA juga harus mengatasi bebannya yang semakin bertambah akibat kenaikan tarif royalti dari pemerintah Indonesia yang sudah diberlakukan sejak tahun ini. Penyesuaian biaya tersebut meliputi semua produk utama MDKA seperti emas, tembaga, bijih nikel, serta nickel matte.
Hal ini menambah beban ekstra bagi MDKA, terutama ketika marjin HGNM telah mencapai posisi negatif. Selain itu, aktivitas penambangan emas pun ikut terpengaruh akibat masuk ke tahapan bijih yang memiliki kadar rendah di tambang TB Gold. Ini menghasilkan perkiraan biaya produksi (AISC) yang meningkat menjadi US$ 1.605 per ons dari sebelumnya US$ 1.470 per ons serta dikenakan royalti sebesar 10%.
Dengan menghadapi beberapa tantangan, perkiraan keuntungan MDKA untuk tahun 2025 dan 2026 telah dikurangi secara berturut-turut sebesar 126% dan 5%. Ini menyebabkan penyesuaian terhadap tujuan harga saham berdasarkan metode SOTP menjadi Rp 2.400.
Meskipun begitu, Hasan mengatakan tetap memberikan rekomendasi beli karena prospek jangka tengah MDKA dipandang masih optimistis. Produksi emas dari proyek Pani yang direncanakan akan dimulai pada akhir 2025 diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan keuntungan perusahaan sejak tahun 2026.
Di tahun ini, Hasan memproyeksikan, MDKA masih belum akan mampu membukukan laba dan masih merugi sebesar US$ 29 juta. Namun rugi tersebut menurun dari proyeksi Maybank Sekuritas yang memperkirakan rugi MDKA sebesar US$ 58 juta. Hitungan Hasan, MDKA baru akan mencetak untung di 2026 sebesar US$ 196 juta.
Anda telah membaca artikel dengan judul Walaupun Rugi, Saham Merdeka Copper (MDKA) Tetap Menarik untuk Dibeli dalam Jangka Panjang. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan