Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Sistem Error Ganggu Nasabah, DPRD Dorong Pramono Ganti Jajaran Direksi Bank DKI: Situasi Memalukan

Laporan Jurnalis oleh Dionisius Arya Bima Suci

, GAMBIR - Akibat adanya masalah pada sistem selama masa cuti Lebaran, komisi B dari dewan perwakilan rakyat daerah kota Jakartia akan mengundang direktur bank DKI hari ini.

Ini bertujuan untuk mengklarifikasi informasi dengan Bank DKI terkait masalah pelayanan yang sering dibicarakan oleh para pengguna di platform-media sosial.

"Bank DKI akan kita panggil. Sehingga pada hari Rabu ini semua anggota dewan dari Bank DKI akan diundang oleh Komisi B DPRD DKI Jakarta untuk memberikan penjelasan mengenai (masalah gangguan layanan ketika Lebaran)," jelas Anggota Komisi B DPRD DKI Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) saat dimintai konfirmasi, Rabu (9/4/2025).

Bukan hanya menanyakan penjelasan tentang masalah sistem, MTZ juga akan mengharapkan saran dari Bank DKI supaya kejadian semacam ini tidak berulang di masa depan.

Insiden ini pun disebut MTZ telah mencoreng reputasi yang selama ini sudah dibangun oleh Bank DKI.

Apalagi, kasus gangguan layanan ini ternyata bukan kali ini saja terjadi.

"Begini bisa memalukan untuk bank-bank lain," ujar politisi senior dari PKS tersebut.

MTZ juga menyebut bahwa ketika sistem Bank DKI mulai bermasalah pada tanggal 29 Maret lalu, dia sempat menelepon direktur dari bank milik negara itu.

Pada saat tersebut, direksi berjanji bahwa pelayanannya akan kembali normal dalam jangka waktu 48 jam.

Namun nyatanya sampai saat ini layanan Bank DKI belum sepenuhnya pulih. Fitur transfer antarbank pun baru bisa diakses lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

"Saya melihat memang ada kekurangan pada teknologi yang digunakan oleh Bank DKI, jadi masalah-masalah teknis semacam ini seharusnya dapat diatasi," katanya.

Maka, tokoh utama partai PKS tersebut meminta agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan cepat mengganti susunan dewandirektur di Bank DKI.

"Kami menyarankan adanya pergantian di jabatan direktur atau hal-hal lainnya, dan saya juga mendapatkan informasi bahwa gubernur serta wakil governor telah melakukan komunikasi dengan Bank DKI," ujarnya.

Bank DKI Diprediksi Jadi Korban Serangan Siber, Terjadi Masalah Teknis

Anggota fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, dengan terang-terangan menyatakan bahwa ada dugaan serangan siber yang menyerang Bank DKI.

Hal ini diungkapkan Justin setelah mendapatkan aduan soal gangguan layanan bank pelat merah itu sejak tanggal 29 Maret di mana para nasabah kesulitan untuk melakukan transfer antarbank.

Masalah ini masih berlanjut hingga sekarang. Nasabah yang hendak mentransfer dana antar bank diharuskan untuk mengambil uang mereka terlebih dahulu, apakah itu lewat ATM atau kantor cabang, kemudian baru ditransfer secara manual ke bank penerima.

Justin juga mengharapkan agar para pemimpin Bank DKI mengambil tindakan keras atas adanya pelanggaran hukum yang kemungkinan telah berlangsung.

"Momen dari kejadian ini mengundang pertanyaan penting untuk kita semua, terutama setelah sekitar satu bulan yang lalu, fraksiku telah mendapat keluhan dari warga tentang adanya aktivitas peretasan pada sistem elektronik bank digital milik Bank DKI yang berakibat merugikan institusi tersebut. Dengan data yang diperoleh, jumlah kerugiannya pun cukup signifikan," katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis (3/4/2025).

Justin menerangkan bahwa pihaknya belum berkesempatan untuk menelusuri lebih lanjut aduan tersebut, akan tetapi, ia meminta pihak Bank DKI untuk segera melaporkan indikasi serangan siber kepada lembaga penegak hukum bilamana hal itu benar terjadi.

“Kami mendorong Dirut Bank DKI untuk segera melibatkan pihak penegak hukum untuk menyelidiki gangguan tersebut," ujarny.

Justin juga menegaskan bahwa Bank DKI tidak semestinya berdiri sendiri bilamana sedang menghadapi serangan siber.

“Bank DKI tidak berdiri sendirian dalam menghadapi kejahatan siber. Ada rekan-rekan Bank Indonesia, OJK, Polri, dan Kejaksaan yang dapat membantu menguak serta menjerat pihak-pihak mana saja yang terlibat,” lanjutnya.

Justin menegaskan kepada pemimpin Bank DKI bahwa pengambilan langkah tegas semacam itu penting guna memelihara keyakinan para pelanggan, yang merupakan fondasi utama bagi kelangsungan dan kesuksesan industri perbankan di masa mendatang.

"Dalam hal ini, Direktur Utama Bank DKI bersama timnya perlu menyadari bahwa kepercayaan para pelanggan amatlah berharga untuk mereka. Tahun 2023 kemarin, terdapat 2,23 juta pengguna yang menggunakan aplikasi JakOne Mobile dan menitipkan dana mereka di Bank DKI," ungkapnya.

"Kami cemas bahwa masalah yang dihadapi oleh seluruh pelanggan ini bisa mengakibatkan hilangnya kepercayaan mereka kepada Bank DKI. Kami berusaha mencegah agar tidak ada lonjakan tiba-tiba dari permintaan penarikan dana besar-besaran sekaligus oleh para pelanggan, karena hal tersebut justru dapat merugikan Bank DKI," tambah dia.

Akses di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners telah menginstal aplikasi WhatsApp ya.

Anda telah membaca artikel dengan judul Sistem Error Ganggu Nasabah, DPRD Dorong Pramono Ganti Jajaran Direksi Bank DKI: Situasi Memalukan. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.