Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Gerbang Sekolah SMK PGRI 24 Jakarta DiGembok, Ratusan Siswa Terhambat Akses Pendidikan

Ruang Baca News, KALIDERES — Viral media sosial video yang memperlihatkan ratusan siswa SMK PGRI 24 Jakarta tak dapat masuk sekolah lantaran pintu gerbangnya disegel oleh oknum yang mengaku sebagai ahli waris, Jumat (25/4/2025).

Tidak hanya murid-murid, bahkan para guru pun tak dapat memasuki ruangan untuk melaksanakan pembelajaran pengajaran di dalam kelas.

Alhasil, para siswa yang datang nampak kebingungan hingga mondar mandir di trotoar jalan demi mendapat kepastian apakah bisa kembali bersekolah atau tidak.

Hari ini, baik guru-guru maupun Kepala Sekolah dari SMK PGRI 24 beserta murid-muridnya tak dapat memasuki sekolah sebab pintu utama terkunci oleh seseorang yang menyatakan dirinya sebagai pewaris tanah tempat sekolah berdiri. Hal tersebut dinyatakan melalui komentar Komariah dalam perannya sebagai Penanggung Jawab Sarana dan Prasarana SMK PGRI 24 Jakarta pada unggahan Instagram @warga.jakbar pada hari Sabtu, tanggal 26 April 2025.

Sehubungan dengan itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Diding mengatakan bahwa sekolah telah membuat laporannya.

Dia mengatakan bahwa pihak sekolah sedang dalam proses pemindahan ke tempat yang baru.

Tetapi sebelum proses perpindahan itu lengkap, yayasan yang menamakan diri mereka sebagai penerus telah mengunci area tersebut sehingga ribuan anak tidak bisa melanjutkan pendidikan.

"Pasukan dari Satuan Polisi telah mengunjungi lokasi sekolah yang akan digunakan. Karena perselisihan tersebut, pengurus yayasan pun memasang gembok di gerbangnya," jelas Diding kepada reporter pada hari Sabtu.

Menurut Diding, pihaknya tak ikut campur terkait penyegelan pagar tersebut, sebab hal itu merupakan urusan yayasan dan sekolah.

Namun karena peristiwa tersebut mengakibatkan para murid tertinggal dalam belajar, Diding kemudian menawarkan solusi dengan mengizinkan mereka untuk melanjutkan pendidikannya secara daring (PJJ) saat proses pindah berlangsung.

"Pada dasarnya, perpindahan direncanakan pada tanggal 28 yang jatuh dihari Senin. Maka seharusnya saat ini kami masih dalam proses belajar, namun ternyata pagi ini gerbangnya dikunci oleh yayasan," ungkap Diding.

"Terakhir, sekolah-sekolah bersama seluruh staf mendapat bantuan dari polsek, Satpol PP, serta tim sudin dalam melakukan negosiasi dengan pihak yayasan. Kemudian sejumlah perabotan seperti meja, kursi, dan berbagai perlengkapan lainnya pun dimulai proses pemindahanannya ke gedung yang baru," tambahnya.

Sesudah infrastrukturnya dipindahkan, Diding menegaskan bahwa proses pembelajaran di sekolah itu akan berjalan seperti biasa lagi.

Meskipun begitu, Diding tidak mengungkapkan detail lebih jauh tentang letak dari sekolah baru SMK PGRI 24 Jakarta tersebut.

Saat yang sama, Kapolsek Kalideres Kompol Arnold Julius Simanjuntak mengatakan bahwa mereka telah melaksanakan proses mediasi secara musyawarah dan mufakat bersama kedua belah pihak terkait.

Yaitu, SMK PGRI 24 Jakarta bersama Yayasan Annida Al Islamy sebagai pemilik lahan dan struktur gedung yang disewakan.

"Bukan pengeclosean gerbang yang dilakukan oleh para murid dari sekolah SMK PGRI 24, tetapi justru mereka ikut serta berpartisipasi dalam proses pemindahan sekolah itu," ujar Arnold.

"Proses pembelajaran akan berlangsung normal namun dipindahkan ke wilayah Menceng Tegal Alur Kalideres Jakarta Barat," demikian katanya. (m40)

Anda telah membaca artikel dengan judul Gerbang Sekolah SMK PGRI 24 Jakarta DiGembok, Ratusan Siswa Terhambat Akses Pendidikan. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.