Orang-Orang Gaduh dengan Ducati, Marc Marquez Beri Pecco Bagnaia Kehormatan pada Tes Valencia

DJOGDJA UndercoverPembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berusaha membawa hawa positif di tengah rapor campur aduk pabrikan Borgo Panigale hingga hari kedua seri penutup MotoGP Valencia 2025.
Soal timnya sendiri, Marc Marquez mengetahui bahwa ada penurunan drastis sejak seri MotoGP Indonesia pada awal Oktober lalu.
Di Sirkuit Mandalika yang sejauh ini masih menjadi trek pembawa sial bagi Marc Marquez, hasil cemerlang Ducati merah berubah 180 derajat.
Marquez sendiri absen sejak saat itu karena kecelakaan saat balapan GP Indonesia membuat dia mengalami cedera bahu .
Di sisi lain, rekan satu timnya, Francesco Bagnaia, masih kesulitan dalam mengeluarkan potensi terbaik motor Ducati Desmosedici GP25.
Bagnaia tak kunjung kembali tampil menggigit setelah terakhir melakukannya dalam sapu bersih pada MotoGP Jepang, seri sebelum Indonesia.
Juara Dunia dua kali itu terlihat terseok-seok hingga ketiban apes seperti ban bocor saat hampir podium di GP Malaysia hingga kehabisan bensin saat kualifikasi GP Valencia.
Momen kehabisan bensin membuat Bagnaia gagal lolos dari kualifikasi 1 pada Sabtu (15/11/2025) kemarin di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.
Kebuntuan yang dialami Bagnaia menghadirkan kegaduhan bagi orang-orang yang meragukan apakah Ducati masih memiliki motor terbaik di lintasan.
Marquez tetap berusaha menaruh respek terhadap rekan setimnya dan juga Ducati sebagai tim dan pabrikan.
"Memang benar Pecco sedang mengalami kesulitan lebih dari biasanya, tapi dia menunjukkan kilasan kecepatan," kata Marquez kepada DAZN, dilansir via Motorsport.
"Saya sangat menghormati para pembalap dan tim teknis, dan saya tidak ikut campur."
"Kami membutuhkannya (Bagnaia) karena kami memiliki tes yang sangat penting pada Selasa."
"Baik dia maupun Alex (Marquez) (pembalap BK8 Gresini Racing) akan bertanggung jawab untuk mengarahkan kami menuju 2026."
Musim depan akan ada empat pembalap yang mendapat keuntungan dukungan motor spesifikasi pabrikan alias terbaru dari Ducati.
Mereka adalah Bagnaia dan Marquez di tim pabrikan, Alex Marquez di tim satelit Gresini, serta Fabio Di Giannantonio di tim satelit Pertamina Enduro VR46.
Peningkatan nyata diperlukan Ducati yang mulai mendapatkan ancaman dari KTM dan Aprilia.
Terlalu dominan membuat Ducati mendapat lebih banyak batasan dalam pengembangan seperti nol jatah wild card dan alokasi ban uji coba yang lebih sedikit dari pabrikan lain.
"Regulasi, dengan konsesi yang diberikan, dirancang untuk memungkinkan pabrikan lain mengejar ketertinggalan," kata Marquez.
"Semua pabrikan lain bekerja keras, dan ketika Anda sudah berada di batas maksimal, ruang untuk perbaikan menjadi lebih sempit," ucapnya.
Marquez tak menutup mata dengan perlawanan hebat dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM) akhir-akhir ini.
Di luar Alex Marquez, tidak ada pembalap motor Ducati yang mampu konsisten finis tiga besar dari balapan ke balapan.
Bezzecchi bahkan berhasil mematahkan dominasi Ducati yang selalu menempatkan pembalapnya pada tiga besar klasemen akhir selama tiga musim sebelumnya.
"Kita telah melihat Marco Bezzecchi dan Pedro Acosta yang hebat, tetapi Alex masih ada di sana, dan dia mengendarai Ducati," ucap Marquez.
"Dan saya tidak hanya mengatakan itu karena dia saudara saya. Dia memenangkan sprint di Portimao, dia memiliki balapan yang hebat di Malaysia," ujarnya.
Pada akhirnya, Marquez merasa Ducati masih memiliki keuntungan lain dengan kehadiran lebih banyak tim dan pembalap dibanding pabrikan lain.
Hanya Ducati yang mendukung lebih dari dari satu tim satelit di MotoGP saat ini.
"Mereka tahu mereka memiliki dua pembalap hebat (Alex dan Pecco), serta tim VR46, untuk mengekstrak informasi sebanyak mungkin."
"Di sini, pada bulan November, banyak hal yang diputuskan," tegas Marc Marquez.
Anda telah membaca artikel dengan judul Orang-Orang Gaduh dengan Ducati, Marc Marquez Beri Pecco Bagnaia Kehormatan pada Tes Valencia. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan