Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Rujukan BPJS Akan Diubah, Warga Ungkap Derita Dilimpah-limpahkan Faskes

JAKARTA, DJOGDJA UndercoverRencana pemerintah mengubah sistem rujukan BPJS Kesehatan mendapat sambutan positif dari warga, terutama mereka yang kerap mengalami proses rujukan berjenjang yang bertele-tele.

Nina (55), yang ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025), mengaku baru mengetahui rencana kebijakan tersebut. Ia menyambut baik jika sistem baru segera diberlakukan.

“Saya baru tahu tadi pagi, saat ngobrol dengan suami. Suami yang kasih tahu. Tentu senang sekali kalau itu dilakukan. Supaya orang yang sakit bisa langsung mendapat penanganan di RS sesuai dengan kebutuhan kondisi sakitnya,” ujar Nina.

“Jadi tidak harus rujuk ke RS sana-sini, makan waktu, belum tentu cepat sembuh. Apalagi kalau di Jakarta pakai macet di jalan,” lanjutnya.

Nina datang ke RSCM untuk mengambil obat putranya yang mengalami paraparese dan sempat dirawat delapan hari di IGD.

Sebelum akhirnya masuk RSCM, putranya sempat berpindah dari klinik ke RSUD Pasar Minggu setelah didiagnosa bermacam-macam.

“Setelahnya dikasih obat. Tapi belum membaik setelah beberapa hari. Setelah itu kami ke klinik lagi dan langsung dirujuk ke RSUD Pasar Minggu,” katanya.

Di RSUD Pasar Minggu, dokter saraf menyarankan agar putranya dirujuk ke RSCM atau RS Pusat Otak Nasional.

Namun sebelum jadwal kontrol tiba, keluhan putranya kembali kambuh sehingga Nina langsung membawanya ke RSCM.

“Kejadiannya waktu anak saya di kampus. Sudah langsung saya bawa saja ke RSCM sini. Dia langsung masuk IGD. Anak saya dirawat delapan hari. Saat ini sudah pulang, tapi pekan depan ada tindakan dari dokter bedah saraf. Masih di RSCM,” tuturnya.

Seluruh proses, dari klinik hingga RSCM, menggunakan BPJS Kesehatan.

Pengalaman itu membuat Nina berharap sistem rujukan baru segera diterapkan.

Ia menilai pemeriksaan akan lebih cepat jika pasien langsung dirujuk ke tempat yang tepat.

“Karena tentunya pelayanan makin spesifik, juga antrean makin banyak karena lebih fokus menurut sakit masing-masing pasien. Jadi tenaga medis harus lebih banyak,” ujarnya.

“Juga tenaga kesehatan harus diberikan sosialisasi dulu. Masyarakat pun begitu. Harus jelas untuk semua,” tambahnya.

Sudah diharapkan sejak lama

Rosi (62) juga menyambut positif perubahan sistem rujukan BPJS Kesehatan.

“Saya sudah lama sekali berharap memang begitu kebijakannya. Bayangkan, kalau orang sakit butuh pertolongan segera tapi rujukan dilempar-lempar, kapan bisa sembuh?” kata Rosi di RSCM, Sabtu.

“Rujukan yang dilempar-lempar itu masalah sosial lho. Belum lagi antre urus dokumen dan sebagainya,” ujarnya.

Rosi, warga Banjarmasin, sudah lebih dari enam bulan menjalani pengobatan mulai dari puskesmas hingga beberapa rumah sakit.

Keputusannya datang ke Jakarta diambil setelah kondisi lukanya tak kunjung membaik.

Sempat dirawat jalan di beberapa fasilitas kesehatan, ia kemudian didiagnosa mengalami pembengkakan prostat.

Di salah satu RS swasta Jakarta Pusat, ia hampir menjalani operasi.

“Saya sudah dianestesi, dibius dan sebagainya. Besoknya saya bangun dan terkejut, ternyata belum ada tindakan untuk penyakit prostat saya,” tuturnya.

“Pihak RS waktu itu bilang, alat mereka untuk operasi ternyata ada yang tidak lengkap. Saya sangat kecewa. Akhirnya RS tersebut langsung merujuk saya ke RSCM,” lanjutnya.

Kini ia menunggu tindakan medis di RSCM sambil menjalani perawatan infeksi di kakinya.

“Sejak awal pengobatan di Banjarmasin sampai di RSCM ini saya pakai BPJS Kesehatan. Respons di RSCM ini cukup cepat. Maksud saya kalau bisa memang begitu sistem rujukan BPJS, langsung ke RS yang sesuai,” katanya.

Rosi berharap perubahan ini direalisasikan tanpa hambatan birokrasi.

“Jangan banyak-banyak birokrasi, yang sederhana saja. Kalau ribet terus, nanti kesehatan kita tertinggal,” ujarnya.

Rencana pemerintah mengubah sistem rujukan

Pemerintah sebelumnya mengumumkan rencana memangkas sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pasien nantinya bisa langsung dirujuk ke RS sesuai kompetensi medis yang dibutuhkan, tidak lagi melewati banyak tahapan.

“Biaya BPJS akan jadi lebih murah, dan masyarakat pasti lebih diuntungkan. Tidak perlu lagi rujukan berkali-kali sampai tiga kali lipat keburu meninggal nanti,” kata Menkes dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (13/11/2025).

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Azhar Jaya, menegaskan rujukan ke depan berbasis kompetensi, bukan lagi jenjang kelas rumah sakit.

“Selama ini rujukan berjenjang dari RS kelas D ke C, lalu B, hingga A. Ke depan kami ubah menjadi rujukan berbasis kompetensi,” kata Azhar.

Dengan skema baru tersebut, pasien dapat langsung diarahkan ke rumah sakit yang mampu menangani kasusnya sesuai kebutuhan medis.

Anda telah membaca artikel dengan judul Rujukan BPJS Akan Diubah, Warga Ungkap Derita Dilimpah-limpahkan Faskes. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.