Yordania Kepincut Model Investasi Danantara: Tawarkan Proyek Rp21,7 Triliun ke Indonesia

PIKIRAN RAKYAT - Kerja sama investasi antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah masuk ke tahap yang semakin konkret setelah rangkaian pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II bin Al Hussein di Jakarta. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), kini memperkuat penjajakan kemitraan strategis dengan negara tersebut.
Menariknya, Yordania tidak hanya ingin bekerja sama, tetapi juga menyatakan ketertarikan untuk mengadopsi model pengelolaan investasi Danantara sebagai referensi dalam restrukturisasi ekonomi mereka.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Raja Abdullah II memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap cara Indonesia mengelola portofolio aset dan investasi melalui Danantara.
“Raja Abdullah II sangat tertarik dengan model yang kita jalankan. Beliau menyampaikan bahwa pendekatan Danantara bisa menjadi benchmark bagi penguatan kelembagaan pengelolaan aset di Yordania,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, dalam pertemuan tersebut pihak Yordania secara khusus meminta penjelasan lebih rinci mengenai proses due diligence, tata kelola investasi, hingga metode pendanaan proyek.
“Kami sudah menyerahkan beberapa dokumen portofolio dan skema investasi. Respons mereka sangat positif dan langsung diterjemahkan menjadi penawaran proyek strategis,” ungkapnya.
Yordania Tawarkan Proyek Rp21,7 Triliun
Tak butuh waktu lama, Yordania langsung menawarkan tiga proyek besar senilai sekitar Rp21,7 triliun yang mereka ingin kelola bersama Danantara. Proyek tersebut mencakup sektor fosfat, pembangunan gas pipa, hingga proyek jalan tol.
Rosan menilai tawaran ini menjadi sinyal kuat bahwa Yordania ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu mitra utama dalam investasi di kawasan Timur Tengah.
“Yordania melihat bahwa Indonesia berhasil menggabungkan transparansi, efisiensi, dan kolaborasi publik–swasta. Mereka ingin mempelajari dan menerapkan pendekatan itu. Ini bentuk kepercayaan yang besar,” tegasnya.
Seorang pejabat senior dari Kementerian Investasi Yordania bahkan menyebut dalam dokumen resmi bahwa mereka memandang Danantara sebagai model sovereign wealth fund (SWF) modern yang relevan bagi negara-negara di Timur Tengah.
“Kami melihat Danantara berhasil membangun struktur investasi yang modern dan adaptif. Kami ingin belajar dari pengalaman Indonesia untuk memperkuat lembaga pengelola aset kami,” ujar pejabat tersebut.
Ia menambahkan kerja sama ini tidak hanya soal investasi finansial, tetapi juga soal transfer pengetahuan kelembagaan.
“Ini akan menjadi kemitraan jangka panjang, bukan hanya proyek jangka pendek,” tambahnya.
Danantara Siapkan Task Force dan Pembahasan Teknis
Rosan menyampaikan bahwa Danantara siap melanjutkan dialog teknis dengan Yordania, termasuk pembahasan mengenai mekanisme pengembalian investasi dan mitigasi risiko.
“Kami akan mengatur pertemuan task force agar prosesnya berjalan konkret. Ini kesempatan untuk memperluas peran Indonesia dalam jaringan investasi global,” kata Rosan.
Selain proyek yang ditawarkan, Indonesia dan Yordania juga telah menandatangani nota intensi sebagai dasar pembentukan kerja sama jangka panjang. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat fondasi hubungan ekonomi kedua negara serta membuka ruang bagi ekspansi portofolio Danantara ke Timur Tengah.
Pengakuan Internasional untuk Danantara
Rosan menyebut ketertarikan Yordania menandai pengakuan internasional terhadap model investasi yang dibangun Indonesia.
“Banyak negara ingin mempelajari model kita. Yordania termasuk yang paling proaktif. Ini momentum besar bagi Indonesia,” ujarnya.
Walaupun begitu, ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu disesuaikan, terutama terkait perbedaan regulasi dan struktur kelembagaan di Yordania. Meski demikian, Rosan optimistis bahwa dukungan politik dari kedua negara akan mempercepat tahap implementasi.
Pejabat Yordania yang hadir juga menegaskan komitmen mereka agar proyek bersama bisa segera dimulai.
“Kami menginginkan hasil yang nyata bagi masyarakat Yordania dan Indonesia. Proyek ini akan memajukan sektor energi, infrastruktur, dan manufaktur kami,” katanya.
Kerja sama ini diproyeksikan memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari peningkatan kapasitas industri Yordania hingga perluasan portofolio global Danantara. Pemerintah menargetkan pembahasan teknis dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar implementasi proyek dapat dimulai tahun depan.***
Anda telah membaca artikel dengan judul Yordania Kepincut Model Investasi Danantara: Tawarkan Proyek Rp21,7 Triliun ke Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan