Kaweden MY.ID adalah situs tempat berbagi informasi terkini. Berita dalam negeri kunjungi situs RUANG BACA. Untuk berita luar negeri kunjungi DJOGDJANEWS

Konferensi Wakaf Internasional Dimulai, Sumbar Diharapkan Jadi Barometer Pemberdayaan Wakaf

Konferensi Wakaf Internasional Dimulai, Sumbar Diharapkan Jadi Barometer Pemberdayaan Wakaf

DJOGDJA Undercover Konferensi Wakaf Internasional (KWI) secara resmi dibuka pada Sabtu, 15 November 2025, di Ballroom Hotel Truntum Padang. Acara ini digelar untuk mendorong penguatan wakaf produktif dan ekonomi syariah global dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting nasional dan internasional.

Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyebut konferensi ini menjadi momentum strategis bagi Sumatera Barat (Sumbar), yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi wakaf dan pendidikan Islam, untuk berkontribusi dalam peradaban ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf yang modern, transparan, dan produktif.

"Mudah-mudahan Sumbar bisa jadi barometer pemberdayaan wakaf di Indonesia. Pembangkitnya dari Sumatera Barat," kata Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, Potensi dana umat sangat besar, mulai dari zakat, infaq, sedekah, qurban hingga potensi perantau Sumbar menurut Nasaruddin Umar juga sangat besar.

"Jika dikelola dengan optimal, Sumbar bisa menjadi contoh pengelolaan dana umat," harapnya.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin yang juga Wakil Presiden RI ke-13 menyampaikan harapan serupa. Menurutnya wakaf telah menjadi menjadi penopang peradaban sejak awal kelahiran Islam.

Menurutnya, dari 57 ribu hektar potensi lahan wakaf, hanya 4 persen yang produktif, mayoritas untuk sarana ibadah, pendidikan dan sosial.

"Kita tentu bersyukur, tapi kita juga harus jadikan aset ini bukan hanya memperkuat sisi spriritual tapi juga harus bisa untuk ekonomi umat," kata Ma'ruf.

Pembukaan KWI ditandai dengan pemukulan gendang secara bersama-sama oleh Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Ketua DPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, perwakilan Al Azhar Sheikh. Dr. Mahmoud Al Hawary, Ketua Badan Wakaf Indonesia Kamaruddin Amin dan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy.

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kontribusi seluruh pihak atas diselenggarakannya konferensi yang sangat penting untuk upaya konstruksi kebangkitan ekonomi bangsa.

Ia menyebut potensi wakaf produktif di tanah air sangat besar dan belum optimal pengelolaannya. Ia berharap dari konferensi ini akan lahir rekomendasi-rekomendasi dan risalah wakaf produktif di indonesia.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal mengajak kepada peserta agar mengikuti konferensi dengan sungguh-sungguh dan berharap hasil konferensi nantinya benar benar dapat dijalankan demi kebaikan bangsa.

Pada hari pertama konferensi digelar beberapa agenda penting yaitu Penandatanganan MoU Pemprov dengan BPKH, Penandatanganan Komitmen bersama Bank Nagari & Wakaf Warrior, serta Launching Wakaf Uang.

Pada sisi siang, konferensi memasuki sesi-sesi ilmiah yang fokus pada isu-isu wakaf kontemporer. Dimulai dengan pembahasan wakaf untuk pembangunan berkelanjutan yang menampilkan pembicara ahli, termasuk Keynote Speech oleh Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin (Ketua Badan Wakaf Indonesia), Dr. Perry Warjiyo (Gubernur BI), dan Dr. Triang Astarduddin.

Pada sesi 2 dibahas tema "Zakat dan Wakaf untuk Kesejahteraan Sosial: Konsep dan Strategi". Sesi ini menghadirkan lima pakar. Termasuk di dalamnya adalah Keynote Speech dari Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag. (Direktur Jenderal Kemenag RI), Prof. Dr. Noor Achmad, M.A. (Ketua Baznas RI), dan Prof. Dr. Ahmad Wira, M.A. (Management Eksekutif KDEKS Sumbar).

Terakhir di Sesi 3 dibahas "Best Practice Wakaf untuk Pendidikan: Strategi Pemberdayaan Wakaf untuk Pengembangan SDM dan Pendidikan Berkelanjutan.

Konferensi dua hari ini diharapkan akan melahirkan gagasan dan kolaborasi nyata untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen utama dalam penguatan ekonomi umat, baik di Indonesia maupun di dunia Islam.***

Anda telah membaca artikel dengan judul Konferensi Wakaf Internasional Dimulai, Sumbar Diharapkan Jadi Barometer Pemberdayaan Wakaf. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.