Menenun Keuntungan: Mengubah Seni Tradisional Menjadi Bisnis Sukses
Ruang Baca News.CO.ID - JAKARTA. Berinovasi adalah salah satu upaya untuk bisa mengembangkan usaha. Hal inilah yang dilakukan Jihan Astriningtrias saat mendirikan JJC Rumah Jahit, sebuah label fesyen.
Semula JJC Rumah Jahit bernama JJ Collection, yang dirintis sang ibunda dan beroperasi sejak 2003 silam. Usaha sang ibu awalnya fokus pada pembuatan busana muslim perempuan siap pakai bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas.
Untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya ke arah yang lebih besar, Jihan mengambil alih perusahaan milik Ibunya. Nama label "JJ Collection" kemudian berubah menjadi "JJC Rumah Jahit" mulai tahun 2023. Singkatan JJC sendiri merupakan hasil kombinasi nama depan dirinya yaitu Jihan.
Hei, ada perubahan ketika rebranding Label tersebut berkaitan dengan produk yang ditawarkan. Sekarang, JJC Rumah Jahit tidak hanya menawarkan pakaian Muslim, tapi juga berbagai macam barang fashion lainnya. Termasuk gaun, kemeja wanita, jas hujan, serta produk fashion lain untuk kaum hawa.
Inovasi signifikan berikutnya berkaitan dengan material yang digunakan. Sekarang ini, Jihan menggunakan kain tenunan dari Desa Troso, Jepara, Jawa Tengah. Keluarganya asli dari Troso, Jepara dan ia pun mengambil kesempatan untuk memanfaatkan hubungan keluarga di sana, dimana sebagian besar warganya merupakan pengrajin tenun.
"Tujuan kami adalah meningkatkan ekonomi warga sekitar di Jepara," ungkapnya saat berbincang dengan Ruang Baca News, pada hari Jumat, 25 April.
Akhirnya, karya JJC Rumah Jahit mencampurkan elemen-anyaman dengan gaya fashion kontemporer. Meski demikian, Jihan menyadari bahwa ia perlu mendongkrak pemasarannya secara lebih luas lagi. Karena bergantung pada toko fisik di Kawasan Kapuk, Jakarta Utara saja dirasa tidak cukup efisien.
Untuk itu, Jihan mulai memanfaatkan beragam pameran. Dia juga akitf terlibat dalam program pembinaan dari beberapa instansi, seperti Jakarta Entrepreneur, Rumah BUMN, dan Jawara Bank Indonesia.
Di samping itu, Jihan juga terlibat dalam sejumlah komunitas seperti Komunitas Indonesia Fashion Chamber dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta.
Hasilnya sungguh memuaskan. Setelah satu tahun mengembangkan produk dan strategi pemasaran, Jihan saat ini telah berhasil mendapatkan pendapatan mencapai Rp 400 juta pertahun atau sekitar rata-rataRp 33 juta perbulan.
"Bukan sudah canggih, tetapi setiap harinya ada perkembangan," katanya dengan penuh semangat.
Menurut Jihan, kesuksesannya dikarenakan ia menciptakan tiap produk fesyennya dengan ciri khas unik. Hal tersebut karena jumlah produksinya terbatas yaitu cuma 12 unit per produk. Di samping itu, Jihan juga bersungguh-sungguh dalam menggunakan serta mendaur ulang barang bekas menjadi sesuatu yang berguna, misalkan sebagai hiasan buton atau elemen-elemen serupa lainnya.
Dengan hasil tersebut, Jihan yang juga mantan jurnalis ini berupaya agar produknya bisa terpampang di departement store ternama. Bukan hanya itu, Jihan menargetkan JJC Rumah Jahit bisa go international dengan memanfaatkan sarana digital.
Anda telah membaca artikel dengan judul Menenun Keuntungan: Mengubah Seni Tradisional Menjadi Bisnis Sukses. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung di website Kaweden MYID.
Gabung dalam percakapan